- Guru Viral Perbaiki Pintu Kelas di Sekolah Terpencil Parimo Dapat Apresiasi dari Pemprov Sulteng
- Disambut KONI Sulteng, Atlet ASKI Pulang Bawa Dua Medali Emas dari Kejurnas di Jakarta
- Hari Kartini ke-147, Perempuan Sulteng Diajak Jadi Penggerak dari Keluarga hingga Pembangunan Daerah
- Berani Gowes, Komunitas Sekte Sepeda Tuntaskan 600 Km Luwuk–Palu dalam 6 Hari
- Rico Djanggola Siap Implementasikan Arahan Presiden Terkait Dukungan Asta Cita
- Harga LPG Non Subsidi Naik Serentak, Tabung 12 Kg di Sulteng Tembus Rp 230 Ribu
- Ketua DPRD se-Sulteng Dorong Penguatan Sinergi Pembangunan Daerah
- 459 Ton Durian Sulteng Diekspor ke Tiongkok, Digadang Jadi Ikon Baru Nasional
- Pemerintah Buka 35 Ribu Loker KDKMP dan KNMP, Pelamar yang Lolos Jadi Pegawai BUMN
- Ketika Pemerintah Daerah Menyewa Influencer, Sebuah Jalan Pintas?
Harga Ikan Cenderung Naik, Ayam Naik Turun di Awal Ramadan di Pasar Masomba

Keterangan Gambar : Seorang pedagang ikan di Pasar Masomba, Kota Palu. (Foto : Syahrul/Likendonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Harga ikan dan daging ayam di Pasar Tradisional Masomba, Kota Palu, menunjukkan tren berbeda pada awal Ramadan.
Ikan terpantau cenderung naik dibanding sebelum puasa, sementara harga ayam masih bergerak naik turun.
Baca Lainnya :
- Refleksi Setahun Berani Menjaga Lingkungan, DLH Sulteng Buka Puasa Bersama Ratusan Anak Yatim
- Kurir Sabu 2 Kg Ditangkap, Polisi Ungkap Kronologi Pembuntutan hingga Penggeledahan
- Razia Penginapan di Palu, Polisi Amankan Sejumlah Pasangan Tanpa Identitas Sah
- BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tinggi Gelombang di Perairan Sulteng
- 192 UMKM Meriahkan Pembukaan Pasar Kuliner Ramadan di Palu
Pantauan Selasa (24/2) pagi, harga ikan katombo berada di kisaran Rp45 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram.
Pedagang ikan, Fendi, mengatakan harga saat ini sudah kembali normal setelah pasokan mulai lancar.
“Kalau hari-hari ini mulai banyak puasa sudah normal harganya,” ujarnya.
Ia menyebut, kenaikan signifikan terjadi pada fase awal Ramadan.
Harga katombo mencapai angka Rp80 ribu per kilogram.
Kenaikan terjadi seiring berkurangnya pasokan saat kapal nelayan sempat tidak melaut.
“Kapal sudah mulai turun semua, kalau kemarin kan sempat dia stop kapalnya,” katanya.
Menurut Fendi, permintaan ikan selama Ramadan juga meningkat.
Dalam sehari, penjualannya bisa mencapai sekitar 100 kilogram.
Ia memprediksi harga berpotensi kembali naik menjelang Lebaran karena nelayan biasanya tidak melaut.
“Ada (prediksi naik jelang lebaran), kan nelayan ndak turun lagi (jelang lebaran) naik lagi harga,” ujarnya.
Selain katombo, harga ikan ekor kuning dan lajang sebelumnya juga berada di angka Rp40 ribu per kilogram karena pasokan yang terbatas.
Sementara itu, harga daging ayam di pasar yang sama masih bergerak fluktuatif.
Salma, salah satu pedagang ayam, mengatakan harga sangat dipengaruhi permintaan, termasuk dari program MBG.
“Harga ayam naik turun, apalagi kalau masuk MBG pasti naik, cuma ini kan awal puasa ini ndak ada MBG masuk,” katanya.
Ia menjelaskan, sebelum Ramadan harga ayam sempat mencapai Rp33 ribu per kilogram. Memasuki awal puasa, harga turun ke Rp31 ribu, kemudian naik ke Rp32 ribu, dan kembali turun.
“Kemarin Rp33 ribu per kilo sebelum puasa, sekarang Rp31 ribu, naik Rp32 ribu, turun lagi Rp31 ribu,” ujarnya.
Ayam dibeli dari perusahaan dalam hitungan kilogram, namun dijual secara ecer per ekor dengan harga menyesuaikan berat.
“Tergantung timbangannya, kalau ini ayam dua kilo, harganya Rp65-70 tinggal kita pintar-pintar atur harga karena tidak rata semya ayam besar kecilnya, ada besar ada kecil,” katanya.
Salma memperkirakan harga ayam akan melonjak sekitar sepekan menjelang Lebaran.
“So pasti (naik) kalau lebaran, satu minggu mau lebaran itu loncat (harganya),” ujarnya.
Kenaikan harga menjelang hari besar keagamaan dinilai menjadi pola tahunan yang dipengaruhi pasokan dan peningkatan permintaan masyarakat. (Rul/Nl)










