Tukar Sampah dengan Takjil, Warga Palu Antusias Ikut Gerakan Ramadan Minim Sampah

By Inul Irfani 10 Mar 2026, 09:56:28 WIB Daerah
Tukar Sampah dengan Takjil, Warga Palu Antusias Ikut Gerakan Ramadan Minim Sampah

Keterangan Gambar : Puluhan warga di Kelurahan Tondo, Kota Palu, antusias mengikuti kegiatan penukaran sampah dengan takjil, Senin (9/3/2026) sore. (Foto : Syahrul/Likeindonesia.com)


Likeindonesia.com, Palu – Puluhan warga di Kelurahan Tondo, Kota Palu, antusias mengikuti kegiatan penukaran sampah dengan takjil dalam program Ramadan minim sampah yang digelar oleh Bank Sampah Kabelotapura bersama Paguyuban KSE Universitas Tadulako, Senin (9/3/2026) sore. 


Kegiatan yang berlangsung di Jalan RE Martadinata itu menyasar masyarakat Kota Palu yang melintas di kawasan tersebut. 

Baca Lainnya :


Panitia terlihat membawa spanduk sambil menawarkan takjil melalui pengeras suara kepada para pengguna jalan agar menukarkan sampah yang dibawa dengan makanan berbuka puasa.


Sejumlah warga kemudian berdatangan membawa sampah anorganik seperti plastik dan kardus. Sampah yang diserahkan langsung ditukar dengan takjil yang telah disiapkan panitia, sementara warga bebas memilih makanan atau minuman berbuka yang tersedia.


Ketua Paguyuban KSE, Mutia Nurul Fatika Djafara, mengatakan kegiatan tersebut telah memasuki tahun kelima pelaksanaan sebagai bagian dari upaya mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap pengelolaan sampah.


“Ini adalah kegiatan di tahun ke-5 kami, bank sampah Kabelotapura dengan Paguyuban KSE Untad, kami itu dalam program ini melaksanakan kegiatan tukar sampah menjadi takjil,” ujarnya.


Ia menjelaskan, selama lima tahun pelaksanaan kegiatan tersebut masyarakat mulai memahami bahwa sampah yang dikumpulkan dapat diolah kembali menjadi barang yang memiliki nilai guna.


Mutia mengatakan sampah yang dikumpulkan warga nantinya akan ditampung di bank sampah untuk diseleksi dan diproses kembali sebelum dimanfaatkan.


“Setelah dikumpul kami itu punya bank sampah, di tampung disana, disanalah kita filter kita saring lagi kita gunakan menjadi suatu barang yang bisa berguna,” katanya.


Dalam kegiatan itu, masyarakat diperbolehkan membawa berbagai jenis sampah anorganik tanpa batas minimal. Jenis sampah yang diterima di antaranya kardus dan plastik selama masih dapat diolah kembali.


“Berapapun sampah yang dibawa kami akan memberikan takjil, tapi ketika membawa sampah lebih banyak lagi kita akan tukarkan lebih banyak lagi,” jelas Mutia.


Koordinator Kemitraan Bank Sampah Kabelotapura, Adriansya, menuturkan kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat maupun mahasiswa tentang pentingnya pemilahan sampah.


“Ini sudah kita lakukan kelima kali ini, harapan dari kegiatan ini adalah bagaimana bukan hanya masyarakat yang teredukasi tapi juga mahasiswa yang berada di wilayah Kota Palu,” katanya.


Menurutnya, pengelolaan sampah di bank sampah tersebut kini telah berkembang hingga menghasilkan berbagai produk turunan dari limbah yang dikumpulkan.


Adriansya menjelaskan salah satu tujuan kegiatan itu juga untuk memperkenalkan keberadaan bank sampah kepada masyarakat luas.


“Sejauh ini pengelolaan sampah di Bank Sampah Kabelotapura itu sudah tahap produk turunan, ada tiga produk turunan yang kita coba lakukan, ada pembuatan sabun dari minyak jelantah, lilin juga dari minyak jelantah, kemudian ada pembuatan pupuk organik cair, dan salah satu tujuan kegiatan ini untuk memberitahukan bahwa di tondo sendiri ini sudah ada bank sampah,” ujarnya.


Selain menerima sampah plastik, bank sampah tersebut juga mulai mengelola sampah organik untuk berbagai kebutuhan pengolahan lanjutan.


Program ini diharapkan dapat mendorong masyarakat Kota Palu untuk mulai memilah sampah sekaligus mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, khususnya selama Ramadan. (Rul/Nl)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.