- 459 Ton Durian Sulteng Diekspor ke Tiongkok, Digadang Jadi Ikon Baru Nasional
- Pemerintah Buka 35 Ribu Loker KDKMP dan KNMP, Pelamar yang Lolos Jadi Pegawai BUMN
- Ketika Pemerintah Daerah Menyewa Influencer, Sebuah Jalan Pintas?
- Ketua DPRD Kota Palu Ikuti Retret Ketua DPRD se-Indonesia di Akmil Magelang
- Gubernur Anwar Hafid Ungkap Rencana Alun-alun Ikonik di Palu, Konsepnya Mirip Halaman Istana Negara
- Nambaso Fest 2026 Resmi Dibuka, Digelar Meriah Tanpa Membebani Anggaran Daerah
- HUT ke-62 Sulteng, Gubernur Tekankan Pemerataan Kesejahteraan di Seluruh Daerah
- Turun Langsung ke Desa Dalaka, Gubernur Sulteng Tancap Gas Perbaiki Jalan dan Layanan Warga
- Liga 4 Piala Gubernur Sulteng Resmi Bergulir, Talenta Muda Didorong Berprestasi Lewat Sepak Bola
- Pemerintah Kaji Skema Haji Tanpa Antrean ala War Tiket, Siapa Cepat Dia Berangkat
Tukar Sampah dengan Takjil, Warga Palu Antusias Ikut Gerakan Ramadan Minim Sampah
.jpg)
Keterangan Gambar : Puluhan warga di Kelurahan Tondo, Kota Palu, antusias mengikuti kegiatan penukaran sampah dengan takjil, Senin (9/3/2026) sore. (Foto : Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Puluhan warga di Kelurahan Tondo, Kota Palu, antusias mengikuti kegiatan penukaran sampah dengan takjil dalam program Ramadan minim sampah yang digelar oleh Bank Sampah Kabelotapura bersama Paguyuban KSE Universitas Tadulako, Senin (9/3/2026) sore.
Kegiatan yang berlangsung di Jalan RE Martadinata itu menyasar masyarakat Kota Palu yang melintas di kawasan tersebut.
Baca Lainnya :
- Polresta Palu Petakan Potensi Gangguan Kamtibmas Jelang Idulfitri
- Dua Batalyon Infanteri Teritorial Baru Dibentuk, Berbasis di Polman dan Parigi Moutong
- ARKOM Siapkan Pilot Project Penataan Permukiman Berbasis Komunitas di Kampung Baru Palu
- Bukber Nambaso Digelar Hari Ini, Pemprov Sulteng Siapkan 10 Ribu Porsi Gratis untuk Warga
- BPOM Palu Naik Status Jadi Balai Besar, Pengawasan Obat dan Makanan di Sulteng Diperkuat
Panitia terlihat membawa spanduk sambil menawarkan takjil melalui pengeras suara kepada para pengguna jalan agar menukarkan sampah yang dibawa dengan makanan berbuka puasa.
Sejumlah warga kemudian berdatangan membawa sampah anorganik seperti plastik dan kardus. Sampah yang diserahkan langsung ditukar dengan takjil yang telah disiapkan panitia, sementara warga bebas memilih makanan atau minuman berbuka yang tersedia.
Ketua Paguyuban KSE, Mutia Nurul Fatika Djafara, mengatakan kegiatan tersebut telah memasuki tahun kelima pelaksanaan sebagai bagian dari upaya mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap pengelolaan sampah.
“Ini adalah kegiatan di tahun ke-5 kami, bank sampah Kabelotapura dengan Paguyuban KSE Untad, kami itu dalam program ini melaksanakan kegiatan tukar sampah menjadi takjil,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selama lima tahun pelaksanaan kegiatan tersebut masyarakat mulai memahami bahwa sampah yang dikumpulkan dapat diolah kembali menjadi barang yang memiliki nilai guna.
Mutia mengatakan sampah yang dikumpulkan warga nantinya akan ditampung di bank sampah untuk diseleksi dan diproses kembali sebelum dimanfaatkan.
“Setelah dikumpul kami itu punya bank sampah, di tampung disana, disanalah kita filter kita saring lagi kita gunakan menjadi suatu barang yang bisa berguna,” katanya.
Dalam kegiatan itu, masyarakat diperbolehkan membawa berbagai jenis sampah anorganik tanpa batas minimal. Jenis sampah yang diterima di antaranya kardus dan plastik selama masih dapat diolah kembali.
“Berapapun sampah yang dibawa kami akan memberikan takjil, tapi ketika membawa sampah lebih banyak lagi kita akan tukarkan lebih banyak lagi,” jelas Mutia.
Koordinator Kemitraan Bank Sampah Kabelotapura, Adriansya, menuturkan kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat maupun mahasiswa tentang pentingnya pemilahan sampah.
“Ini sudah kita lakukan kelima kali ini, harapan dari kegiatan ini adalah bagaimana bukan hanya masyarakat yang teredukasi tapi juga mahasiswa yang berada di wilayah Kota Palu,” katanya.
Menurutnya, pengelolaan sampah di bank sampah tersebut kini telah berkembang hingga menghasilkan berbagai produk turunan dari limbah yang dikumpulkan.
Adriansya menjelaskan salah satu tujuan kegiatan itu juga untuk memperkenalkan keberadaan bank sampah kepada masyarakat luas.
“Sejauh ini pengelolaan sampah di Bank Sampah Kabelotapura itu sudah tahap produk turunan, ada tiga produk turunan yang kita coba lakukan, ada pembuatan sabun dari minyak jelantah, lilin juga dari minyak jelantah, kemudian ada pembuatan pupuk organik cair, dan salah satu tujuan kegiatan ini untuk memberitahukan bahwa di tondo sendiri ini sudah ada bank sampah,” ujarnya.
Selain menerima sampah plastik, bank sampah tersebut juga mulai mengelola sampah organik untuk berbagai kebutuhan pengolahan lanjutan.
Program ini diharapkan dapat mendorong masyarakat Kota Palu untuk mulai memilah sampah sekaligus mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, khususnya selama Ramadan. (Rul/Nl)










