- Pengangguran di Palu Capai 11.577 Orang, Mayoritas Laki-laki
- Viral Juri Cerdas Cermat Salahkan Jawaban Benar, Wakil Ketua MPR Minta Maaf
- 62 Pasangan di Palu Kini Punya Legalitas Resmi Usai Ikut Isbat Nikah Massal
- Kabur Lintas Kota, Pendiri Ponpes Tersangka Pemerkosaan Akhirnya Ditangkap
- Ribuan Calon Jemaah Haji Sulteng Mulai Diberangkatkan ke Tanah Suci
- Didominasi Anak Muda, Penduduk Sulteng Mayoritas Berasal dari Gen Z
- Wajib Belajar 12 Tahun, Anak Putus Sekolah Kini Ditangani lewat Perpres Baru
- Pertamina Resmi Naikkan Harga BBM Non Subsidi, Dexlite Tembus Rp26 Ribu Per Liter
- Gubernur Sulteng Ingatkan Perusahaan untuk Tidak Abaikan Keselamatan Pekerja
- Hardiknas 2026, Pemerintah Dorong Penerapan Deep Learning di Satuan Pendidikan
Pertamina Resmi Naikkan Harga BBM Non Subsidi, Dexlite Tembus Rp26 Ribu Per Liter

Keterangan Gambar : SPBU. (Foto: iStockphoto)
Likeindonesia.com, Jakarta - PT Pertamina (Persero) resmi menyesuaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi yang berlaku di SPBU mulai 4 Mei 2026.
Kenaikan harga terjadi pada sejumlah produk, termasuk BBM jenis Pertamax Turbo (RON 98) serta produk diesel non subsidi seperti Dexlite dan Pertamina Dex. Sementara itu, Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green 95 (RON 95) masih tidak mengalami perubahan harga.
Baca Lainnya :
- Penumpang Pesawat Dapat Keringanan, Pajak Tiket Ekonomi Ditanggung Pemerintah Selama 60 Hari
- Harga LPG Non Subsidi Naik Serentak, Tabung 12 Kg di Sulteng Tembus Rp 230 Ribu
- Pemerintah Buka 35 Ribu Loker KDKMP dan KNMP, Pelamar yang Lolos Jadi Pegawai BUMN
- Ketua DPRD Kota Palu Ikuti Retret Ketua DPRD se-Indonesia di Akmil Magelang
- Pemerintah Kaji Skema Haji Tanpa Antrean ala War Tiket, Siapa Cepat Dia Berangkat
Dengan penyesuaian ini, Dexlite (CN 51) kini dibanderol Rp26.000 per liter, naik dari sebelumnya Rp23.600 per liter.
Adapun Pertamina Dex (CN 53) naik menjadi Rp27.900 per liter dari sebelumnya Rp23.900 per liter. Sementara Pertamax Turbo naik menjadi Rp19.900 per liter dari Rp19.400 per liter.
Pertamina Patra Niaga menjelaskan, penyesuaian harga ini dilakukan secara berkala berdasarkan mekanisme keekonomian, dengan mempertimbangkan harga minyak mentah dunia, harga produk olahan di pasar internasional, serta fluktuasi nilai tukar rupiah.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun, mengatakan, BBM non subsidi pada dasarnya mengikuti mekanisme pasar, namun tetap memperhatikan kondisi masyarakat.
“Produk non subsidi pada prinsipnya mengikuti harga keekonomian dan mengacu pada ketentuan yang berlaku. Namun sebagai BUMN, Pertamina juga memperhatikan kondisi terkini di masyarakat, daya beli pelanggan, serta stabilitas nasional,” ujarnya, Senin (4/5/2026), dikutip dari cnbcindonesia.com.
Ia menambahkan, tidak semua produk mengalami penyesuaian harga, karena sebagian tetap dipertahankan agar tetap kompetitif dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Pertamina menegaskan kebijakan ini merupakan upaya menjaga keseimbangan antara keberlanjutan bisnis perusahaan dan kepentingan nasional di tengah dinamika harga energi global. (nul)





.jpg)




