- Peringatan 1 Muharram di Sulteng, Ribuan Jemaah Panjatkan Doa untuk Keselamatan Daerah
- Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Tembus 910 Kali hingga Jumat Pagi
- Korban Jiwa Akibat Gempa M 6,7 di Sigi Bertambah Jadi Tiga Orang
- Penemuan Mayat Tanpa Identitas di Pantai Talise Masih dalam Penyelidikan Polisi
- Lantik Pengurus Baru KONI Palu, Fathur Razaq Minta Pembinaan Atlet Diperkuat
- Gubernur Tetapkan Status Tanggap Darurat Gempa di Sigi, Parimo, Poso, dan Palu Selama 7 Hari
- Hingga Rabu Malam, Total Gempa Susulan M 6,7 Tembus 612 Kali
- Sumber Air Tertutup Longsor Pascagempa, Gubernur Sulteng Pastikan Kebutuhan Warga di Sigi Terpenuhi
- Jumlah Warga Terdampak Gempa di Sigi Capai Ribuan, 1 Korban Jiwa dan 1.360 Rumah Rusak
- Fokus Penanganan Pascagempa, Wagub Sulteng Sambangi RS dan Warga Terdampak
Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Tembus 910 Kali hingga Jumat Pagi

Keterangan Gambar : Update gempa susulan M 6,7 hingga Jumat (19/6/2026) pukul 11.00 WITA. (Foto: Dok. BMKG Stasiun Geofisika Palu)
Likeindonesia.com, PALU – Aktivitas gempa susulan pascagempa magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Sausu, Sulawesi Tengah, masih terus terpantau hingga Jumat (19/6/2026) pagi.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Palu, hingga Jumat (19/6/2026) pukul 11.00 WITA, jumlah gempa susulan telah mencapai 910 kejadian.
Baca Lainnya :
- Korban Jiwa Akibat Gempa M 6,7 di Sigi Bertambah Jadi Tiga Orang
- Penemuan Mayat Tanpa Identitas di Pantai Talise Masih dalam Penyelidikan Polisi
- Lantik Pengurus Baru KONI Palu, Fathur Razaq Minta Pembinaan Atlet Diperkuat
- Gubernur Tetapkan Status Tanggap Darurat Gempa di Sigi, Parimo, Poso, dan Palu Selama 7 Hari
- Hingga Rabu Malam, Total Gempa Susulan M 6,7 Tembus 612 Kali
Dari jumlah tersebut, sebanyak 35 gempa dilaporkan dirasakan oleh masyarakat.
“Update gempabumi susulan Sausu M6.7 sampai 19 Juni 2026 pukul 11.00 WITA. Gempabumi susulan hingga saat ini berjumlah 910 dan gempabumi dirasakan 35,” tulis laporan BMKG Stasiun Geofisika Palu, dikutip Jumat.
Diketahui, gempa utama berkekuatan magnitudo 6,7 terjadi pada Selasa (16/6/2026) pukul 10.27 WIB atau 11.27 WITA. Gempa tersebut sempat diperbarui dari magnitudo 6,8 menjadi 6,7 dan dipastikan tidak berpotensi tsunami.
Sejak kejadian gempa utama, BMKG mencatat rangkaian gempa susulan masih terus berlangsung dengan jumlah yang meningkat secara bertahap dalam beberapa hari pemantauan.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan lanjutan. Warga juga diminta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan serta memastikan kondisi struktur bangunan aman sebelum kembali beraktivitas di dalam rumah. (nul)









