- Disambut KONI Sulteng, Atlet ASKI Pulang Bawa Dua Medali Emas dari Kejurnas di Jakarta
- Hari Kartini ke-147, Perempuan Sulteng Diajak Jadi Penggerak dari Keluarga hingga Pembangunan Daerah
- Berani Gowes, Komunitas Sekte Sepeda Tuntaskan 600 Km Luwuk–Palu dalam 6 Hari
- Rico Djanggola Siap Implementasikan Arahan Presiden Terkait Dukungan Asta Cita
- Harga LPG Non Subsidi Naik Serentak, Tabung 12 Kg di Sulteng Tembus Rp 230 Ribu
- Ketua DPRD se-Sulteng Dorong Penguatan Sinergi Pembangunan Daerah
- 459 Ton Durian Sulteng Diekspor ke Tiongkok, Digadang Jadi Ikon Baru Nasional
- Pemerintah Buka 35 Ribu Loker KDKMP dan KNMP, Pelamar yang Lolos Jadi Pegawai BUMN
- Ketika Pemerintah Daerah Menyewa Influencer, Sebuah Jalan Pintas?
- Ketua DPRD Kota Palu Ikuti Retret Ketua DPRD se-Indonesia di Akmil Magelang
Hujan Belum Merata, Status Siaga Karhutla dan Kekeringan di Parimo Diperpanjang hingga 7 Maret

Keterangan Gambar : Karhutla terjadi di Desa Donggulu, Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong, Rabu malam (25/2/2026). (Foto : BPBD Sulteng)
Likeindonesia.com, PARIMO – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong memperpanjang status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan hingga 7 Maret 2026. Keputusan ini diambil karena curah hujan yang turun di sejumlah wilayah belum merata dan belum cukup menurunkan risiko kebakaran.
Perpanjangan tersebut diputuskan dalam rapat koordinasi yang digelar pada Kamis (26/2/2026), dengan mempertimbangkan pembaruan data dari BMKG serta masukan para camat terkait kondisi di lapangan.
Baca Lainnya :
- Tak Semua Pelaku Dipenjara, KUHP Baru Buka Ruang Hukuman Kerja Sosial
- Audiensi dengan Baznas, Wagub Sulteng Perkuat Program 9 BERANI untuk Bantu Warga Kurang Mampu
- DPRD Sulteng Kecewa Pertemuan CPM dan Tokoh Adat Poboya Digelar Tanpa Pemberitahuan
- Mantapkan Langkah Menuju PON 2032, KONI Sulteng Perkuat Kolaborasi dengan KONI Jabar
- Refleksi Setahun Berani Menjaga Lingkungan, DLH Sulteng Buka Puasa Bersama Ratusan Anak Yatim
Berdasarkan laporan BMKG Stasiun Meteorologi Mutiara Sis Al-Jufri Palu, hujan memang mulai terjadi, namun belum merata di seluruh wilayah Parigi Moutong.
“Hujan mulai muncul namun belum merata dan belum cukup untuk menurunkan risiko karhutla di seluruh wilayah,” demikian pernyataan BMKG dalam rilis yang diterima, Kamis (26/2/2026).
BMKG menyebutkan, pada dasarian III Februari, curah hujan di Parigi Moutong masih relatif rendah, yakni berkisar 20–50 mm per dasarian. Memasuki Maret, sebagian wilayah diprakirakan mengalami peningkatan hujan, namun sejumlah titik masih berpotensi berada di bawah normal.
Dalam sepekan ke depan, kondisi cuaca diprediksi masih didominasi cerah hingga berawan dengan peluang hujan terbatas. Suhu udara berkisar antara 24–32 derajat Celsius yang berpotensi mempercepat pengeringan lahan.
Indikator Fire Danger Rating System (FDRS) juga menunjukkan kategori kering hingga sangat kering pada awal Maret. Artinya, potensi karhutla masih bisa terjadi, terutama jika terdapat sumber api di lapangan.
Karena itu, perpanjangan status siaga dinilai perlu agar upaya pencegahan tetap berjalan optimal, seperti patroli rutin, pengawasan wilayah rawan, serta penegakan larangan pembakaran lahan.
Masyarakat diimbau tetap waspada, tidak melakukan pembakaran lahan, serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran di lingkungan sekitar. (Nul/Nl)










