- Tim SAR Selamatkan Remaja Perempuan dari Atas Tower PLN di Tipo
- UMKM Sulteng Mulai Didorong Go Global, Gerakan 1.000 Pelaku Usaha Ekspor Resmi Dideklarasikan
- Jokowi Dijadwalkan Sambangi Palu, Bakal Resmikan Kantor DPW PSI Sulteng
- Le Na Jodoh, ADISTA Tak Jadi Tampil di Konser HUT Kota Palu ke-48
- Pemerintah Siapkan Skema Kuliah Gratis di PTN, Pelaksanaan Akan Bertahap
- Makin Sedikit Warga Sulteng yang Fokus Mengurus Rumah Tangga, Jumlahnya Turun 61 Ribu
- 2,46% Rumah Tangga di Palu Masih Andalkan Air Hujan untuk Minum
- 40% Gen Z Pilih Nikah di KUA, Uang Lebih Diprioritaskan untuk Kehidupan Setelah Menikah
- Catat Jamnya! 25 September Ada Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Enam Wilayah Sulteng, Termasuk Palu
- Influenza Tipe A Super Flu Merebak di RI, Anak-Anak Paling Banyak Terinfeksi
42 Ribu Pekerja Kena PHK hingga Juni 2025, Menaker RI: Penyebabnya Macam-Macam

Keterangan Gambar : Menteri Ketenagakerjaan Yassierli. (Foto: kemnaker.go.id)
Likeindonesia.com, Jakarta - Jumlah pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia sepanjang Januari hingga Juni 2025 mencapai 42.385 orang. Data ini berasal dari Satudata Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), yang menunjukkan adanya kenaikan sekitar 32,19 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, di mana jumlah pekerja yang terkena PHK tercatat 32.064 orang.
Berdasarkan dokumen Tenaga Kerja Ter-PHK, Jawa Tengah menjadi provinsi dengan jumlah PHK terbanyak yakni 10.995 pekerja. Disusul Jawa Barat dengan 9.494 pekerja, dan Banten sebanyak 4.267 pekerja.
Baca Lainnya :
- Ada Apa dengan Kopi Susu Gula Aren di Google Doodle Hari Ini? Berikut Cerita di Baliknya
- Kunjungi Sibolga, Akbar Supratman Langsung Cicip Lontong Legendaris
- Kemenag Bakal Gelar Nikah Massal di Seluruh Kota, Gratis Biaya Make Up hingga Mahar
- Neo Japan Peringatkan: Ulah Oknum WNI Bisa Tutup Peluang Ribuan Pekerja di Jepang
- Atlet PON Riau Kecewa, Bonus Tak Cair Sementara Bocah Aura Farming Dapat Rp20 Juta
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menjelaskan, berbagai faktor menjadi penyebab terjadinya PHK tahun ini, baik dari sisi internal perusahaan maupun faktor eksternal.
"PHK itu sendiri penyebabnya macam-macam. Ada PHK itu karena memang industri-nya memang pasarnya sedang turun, ada industri yang dia berubah model bisnisnya, kemudian ada yang ada isu terkait dengan internal, hubungan industrial, dan seterusnya," kata Yassierli, dikutip dari detikfinance, Rabu (23/7/2025).
Ia menambahkan, Kemnaker saat ini juga tengah melakukan pendataan lebih rinci hingga tingkat provinsi dan sektor industri untuk memetakan wilayah serta sektor yang paling terdampak gelombang PHK.
Di sisi lain, Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan Kemnaker Anwar Sanusi membenarkan bahwa jumlah akumulasi PHK pada tahun ini memang lebih tinggi daripada periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Namun, ia menuturkan bahwa jika dilihat per bulan, tren PHK mulai menunjukkan penurunan. Pada Juni 2025, jumlah pekerja yang di-PHK tercatat 1.609 orang, menurun dari bulan Mei yang tercatat sebanyak 4.702 pekerja.
"Kalau dari sisi jumlah kan lebih besar ya dibanding dengan tahun lalu, karena memang tahun ini ada momentum sekitar bulan Januari itu kan PHK yang sangat besar ya jumlah dalam satu perusahaan itu (Sritex) besar sekali, sehingga akhirnya menambah jumlah dari yang per PHK," jelas Anwar.
(Nul)










