- Situasi di Nunu dan Anoa Berangsur Kondusif, Satu Terduga Pelaku Telah Diamankan
- Pamit Lewat Facebook, Nanik Sudaryati Deyang Umumkan Mundur sebagai Kepala BGN
- Kemenkeu Terbitkan Aturan Baru, TNI-Polri Kini Dilibatkan Awasi Wajib Pajak
- Kota Palu Jadi Daerah dengan Pengeluaran Rokok Terendah di Sulteng
- Ingin Lepas Status WNI? Kini Dikenai Biaya Rp5 Juta Berdasarkan PP Terbaru
- Aktivitas Gempa di Sulteng Terus Menurun, Kini Kurang dari 200 Kali dalam Sepekan
- Siap-Siap! 33 Juta Keluarga Bakal Dapat Beras Gratis 30 Kg Mulai Agustus
- Makin Irit! Pertamina Turunkan Harga Tabung Bright Gas 12 Kg dan 5,5 Kg
- Program Berani Panen Raya Dikebut, Produktivitas Padi Sulteng Ditargetkan 6 Ton per Hektare
- Pemerintah Tetapkan Harga Khusus Solar bagi Nelayan, Kini Rp15 Ribu per Liter
Atlet PON Riau Kecewa, Bonus Tak Cair Sementara Bocah Aura Farming Dapat Rp20 Juta

Keterangan Gambar : Atlet asal Riau saat berjuang pada PON Aceh-Sumut 2024 lalu. (Dok. Atlet M. Fajri)
Likeindonesia.com, RIAU - Kekecewaan mendalam dirasakan para atlet Riau terhadap Gubernur Abdul Wahid. Janji bonus usai berlaga di PON Aceh-Sumut 2024 tak kunjung terealisasi meski sudah setahun berlalu.
"Sudah setahun bonus kami belum diterima," ujar Muhammad Fajri (27), atlet anggar Riau peraih satu emas dan satu perak, dikutip dari Kompas.com, Sabtu (12/7/2025).
Baca Lainnya :
- Pendiri Twitter Luncurkan Bitchat, Solusi Komunikasi Saat Internet Mati
- Pemprov Sulteng Dorong Muaythai Jadi Andalan Raih Medali di PON 2028
- Tarif 32 Persen AS Mengancam Industri RI, Presiden Kirim Menko Perekonomian Untuk Negosiasi
- Salut! Abdy Azwar Bukti Anak Palu Bisa Jadi Pembawa Berita di Korea Selatan
- WNI Ramai-Ramai Cari Kerja ke Luar Negeri, Istana: Kita Punya Budaya Merantau
Fajri mengungkapkan, total bonus yang seharusnya ia terima mencapai Rp300 juta. Ia juga menyebut sekitar 50 atlet lain bernasib sama.
Meski telah melakukan audiensi dengan Gubernur dan jajarannya, hasilnya justru mengecewakan.
"Bonus mau dipotong jadi 45 persen. Kami maunya tetap 100 persen. Tapi saat audiensi, Gubernur bilang lepas tangan. Kalau tidak mau terima, ya sudah," katanya.
Kekecewaan itu makin memuncak setelah Gubernur memberi Rp20 juta dan gelar Duta Pariwisata Riau kepada Rayyan Arkan Dikha (11 TH), bocah viral berkat tarian "aura farming" saat Pacu Jalur.
"Kami mendukung Dika mempromosikan Pacu Jalur, itu tradisi Melayu Riau. Tapi kami yang sudah lama berjuang untuk provinsi ini, bonusnya malah tak jelas. Ini yang kami sesalkan," tutup Fajri. (Bim)


.jpg)







