- Ratusan PPPK Nakes Sulteng Minta Kepastian Status, Gubernur Langsung Hubungi Wamenkes
- Pertamina Minta Maaf, Rencana Wajib Tunjukkan STNK Saat Beli BBM Subsidi Dibatalkan
- 318 Kebakaran Terjadi di Palu hingga Agustus 2026, Mantikulore Tertinggi
- Mulai 15 September, Isi Biosolar di Sejumlah SPBU Wajib Bawa STNK
- Siap-Siap! Harga Tiket Pesawat Bisa Makin Mahal, Ini Aturan Baru Kemenhub
- Piala Soeratin Sulteng Resmi Bergulir, Gubernur Dorong Pembinaan Berjenjang Menuju PON 2028
- MUI Sulteng Imbau Umat Muslim se-Sulteng Gelar Salat Minta Hujan di Daerah Masing-Masing
- Rekor! Kualitas Udara Palu Semakin Memburuk, Partikel Polusi Tembus Ratusan
- Hati-Hati Beli Beras Mahal, Mentan Temukan Beras Berlabel Vitamin tapi Kandungannya Tidak Ada
- Segini Harga Elpiji 5,5 Kg dan 12 Kg di Sulteng per 1 September 2026
Mandi Laut Usai Subuh, Warga Palu Barat Tewas Tenggelam di Kampung Nelayan

Keterangan Gambar : Petugas Polsek Mantikulore kemudian melakukan pengamanan lokasi kejadian di Kampung Nelayan, Talise, Kota Palu, Jumat (22/5/2026). (Foto : Humas Polresta Palu)
Likeindonesia.com, PALU - Seorang warga Palu Barat meninggal dunia setelah tenggelam di perairan Pantai Kampung Nelayan, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Jumat (22/5/2026) pagi.
Korban diketahui bernama Abdul Kabir dg Lira, buruh harian lepas yang tinggal di Jalan Sungai Wera, Kelurahan Ujuna, Palu Barat.
Baca Lainnya :
- Pengangguran di Palu Capai 11.577 Orang, Mayoritas Laki-laki
- 62 Pasangan di Palu Kini Punya Legalitas Resmi Usai Ikut Isbat Nikah Massal
- Gubernur Sulteng Ingatkan Perusahaan untuk Tidak Abaikan Keselamatan Pekerja
- Hardiknas 2026, Pemerintah Dorong Penerapan Deep Learning di Satuan Pendidikan
- Pembayaran Honorer di Sulteng Ditarget Tertib dan Merata, Gubernur Pastikan Tanpa Ketimpangan
Berdasarkan rilis yang diterima dari Polresta Palu, peristiwa itu disebut bermula sekitar pukul 05.15 WITA usai korban melaksanakan salat Subuh. Saat itu, Abdul Kabir mengajak istrinya, Hasnia (58), pergi ke kawasan Kampung Nelayan untuk mandi laut. Mereka tiba di lokasi sekitar pukul 06.00 WITA.
Setibanya di pantai, korban langsung turun ke laut sambil membawa jerigen plastik yang digunakan sebagai pelampung.
Namun sekitar pukul 06.30 WITA, seorang nelayan melihat korban sudah dalam kondisi terapung di permukaan air. Informasi itu kemudian disampaikan kepada Rivaldi Aruslan (20), warga Jalan Nurul Amal yang sedang berada di sekitar lokasi.
Rivaldi kemudian berenang menuju korban dan mengevakuasinya ke tepi pantai. Warga selanjutnya membawa Abdul Kabir ke RS Undata Palu untuk mendapatkan pertolongan medis.
Sayangnya, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan. Pihak rumah sakit menyatakan korban telah meninggal dunia.
Kapolresta Palu Kombes Pol Hari Rosena, melalui Kapolsek Mantikulore Iptu Andi Rampewali, membenarkan kejadian tersebut.
Polisi menerima laporan dari warga dan langsung mendatangi lokasi kejadian. Namun saat petugas tiba, jenazah korban lebih dahulu dibawa ke rumah sakit oleh warga.
Petugas Polsek Mantikulore kemudian melakukan pengamanan lokasi serta mengumpulkan keterangan saksi guna mengetahui penyebab pasti kejadian tenggelam tersebut. (nul)










