- Palu dan Morowali Masuk Daerah Tujuan Migrasi Tertinggi di Sulteng
- Wakil Ketua MPR RI Akbar Supratman Sumbang Sapi Kurban di Masjid Raya Baitul Khairaat
- Kemendikdasmen Perbarui Kebijakan, Masuk SD Tak Lagi Harus Menunggu 7 Tahun
- Kendaraan di Palu Kini Wajib Menggunakan Plat Nomor Daerah
- Mandi Laut Usai Subuh, Warga Palu Barat Tewas Tenggelam di Kampung Nelayan
- Demi Efisiensi, Anggaran MBG 2026 Dipangkas Rp67 Triliun
- Siap-Siap Cair, Gaji Ke-13 ASN hingga Polri Mulai Dibayarkan Juni 2026
- Pusat Medis Modern di Cina Jadi Inspirasi Pengembangan Kesehatan di Sulteng
- Komisi II DPR RI Minta Kebijakan Bank Tanah di Lembah Napu Ditinjau Ulang
- Aturan Suami Jadi Pencari Nafkah dan Istri Wajib Urus Rumah Digugat ke MK
Palu dan Morowali Masuk Daerah Tujuan Migrasi Tertinggi di Sulteng

Keterangan Gambar : Taman Nasional Palu atau Taman Bundaran Hasanuddin, salah satu ikon Kota Palu, Sulawesi Tengah. (Foto: Inul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, PALU - Kabupaten Morowali dan Kota Palu menjadi daerah tujuan migrasi tertinggi di Provinsi Sulawesi Tengah berdasarkan data Badan Pusat Statistik Sulteng dari hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025.
Morowali mencatat angka migrasi masuk tertinggi sebesar 31,77 persen. Sementara Kota Palu berada di posisi kedua dengan angka migrasi masuk mencapai 29,89 persen.
Baca Lainnya :
- Wakil Ketua MPR RI Akbar Supratman Sumbang Sapi Kurban di Masjid Raya Baitul Khairaat
- Kendaraan di Palu Kini Wajib Menggunakan Plat Nomor Daerah
- Mandi Laut Usai Subuh, Warga Palu Barat Tewas Tenggelam di Kampung Nelayan
- Pusat Medis Modern di Cina Jadi Inspirasi Pengembangan Kesehatan di Sulteng
- Komisi II DPR RI Minta Kebijakan Bank Tanah di Lembah Napu Ditinjau Ulang
Selain itu, Kabupaten Poso mencatat migrasi masuk sebesar 24,21 persen dan Morowali Utara sebesar 24,09 persen.
Di sisi lain, beberapa daerah juga tercatat memiliki angka migrasi keluar yang tinggi.
Kota Palu menjadi daerah dengan migrasi keluar tertinggi sebesar 20,81 persen, disusul Kabupaten Toli-Toli 15,61 persen, Kabupaten Poso 14,43 persen, dan Kabupaten Donggala 14,14 persen.
Meski demikian, Kota Palu tetap menjadi salah satu daerah tujuan utama migrasi di Sulawesi Tengah.
Sementara itu, daerah dengan tingkat migrasi masuk relatif rendah antara lain Banggai Kepulauan 7,41 persen, Buol 10,30 persen, Tojo Una-Una 10,49 persen, Donggala 11,06 persen, dan Banggai Laut 11,60 persen.
Diketahui, migrasi seumur hidup dalam SUPAS 2025 didefinisikan sebagai perbedaan kabupaten/kota tempat tinggal saat survei dengan kabupaten/kota tempat lahir.
Tempat tinggal yang dimaksud merupakan tempat biasanya tinggal minimal satu tahun atau kurang dari satu tahun namun berniat menetap. (nul)








