- Kabar Baik, Kabut Asap di Sulawesi Diprediksi Berkurang 5 Hari ke Depan, Ada Pengaruh Siklon Champi
- Kualitas Udara Masih Tak Sehat, Pembelajaran TK-SMP di Palu Diberlakukan secara Daring Selama 3 Hari
- Pemerintah Resmi Tunda Batas Wajib Sertifikasi Halal hingga Oktober 2028
- Warga Sulteng Diimbau Perkuat Doa dan Ibadah Hadapi Kabut Asap
- Udara Palu Makin Memburuk, PM2.5 Capai 205 Mikrogram dan Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat
- Festival Danau Poso 2026 Resmi Dibuka, Gubernur Sulteng Ajak Warga Jaga Budaya dan Lingkungan
- Ferry Irwandi Inisiasi Patungan untuk Hutan, Raup Donasi Rp10,5 Miliar
- Bupati Sigi Buka Suara soal Jenazah Mantan Kades Diantar Pakai Ojek, Upayakan Akses Jalan Memadai
- KONI Sulteng Apresiasi Perkembangan Kickboxing dalam Musprov II KBI
- Lapor ke Prabowo, Kepala BNPB Sebut Karhutla Diprediksi Mereda Mulai Pertengahan Oktober
Palu dan Morowali Masuk Daerah Tujuan Migrasi Tertinggi di Sulteng

Keterangan Gambar : Taman Nasional Palu atau Taman Bundaran Hasanuddin, salah satu ikon Kota Palu, Sulawesi Tengah. (Foto: Inul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, PALU - Kabupaten Morowali dan Kota Palu menjadi daerah tujuan migrasi tertinggi di Provinsi Sulawesi Tengah berdasarkan data Badan Pusat Statistik Sulteng dari hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025.
Morowali mencatat angka migrasi masuk tertinggi sebesar 31,77 persen. Sementara Kota Palu berada di posisi kedua dengan angka migrasi masuk mencapai 29,89 persen.
Baca Lainnya :
- Wakil Ketua MPR RI Akbar Supratman Sumbang Sapi Kurban di Masjid Raya Baitul Khairaat
- Kendaraan di Palu Kini Wajib Menggunakan Plat Nomor Daerah
- Mandi Laut Usai Subuh, Warga Palu Barat Tewas Tenggelam di Kampung Nelayan
- Pusat Medis Modern di Cina Jadi Inspirasi Pengembangan Kesehatan di Sulteng
- Komisi II DPR RI Minta Kebijakan Bank Tanah di Lembah Napu Ditinjau Ulang
Selain itu, Kabupaten Poso mencatat migrasi masuk sebesar 24,21 persen dan Morowali Utara sebesar 24,09 persen.
Di sisi lain, beberapa daerah juga tercatat memiliki angka migrasi keluar yang tinggi.
Kota Palu menjadi daerah dengan migrasi keluar tertinggi sebesar 20,81 persen, disusul Kabupaten Toli-Toli 15,61 persen, Kabupaten Poso 14,43 persen, dan Kabupaten Donggala 14,14 persen.
Meski demikian, Kota Palu tetap menjadi salah satu daerah tujuan utama migrasi di Sulawesi Tengah.
Sementara itu, daerah dengan tingkat migrasi masuk relatif rendah antara lain Banggai Kepulauan 7,41 persen, Buol 10,30 persen, Tojo Una-Una 10,49 persen, Donggala 11,06 persen, dan Banggai Laut 11,60 persen.
Diketahui, migrasi seumur hidup dalam SUPAS 2025 didefinisikan sebagai perbedaan kabupaten/kota tempat tinggal saat survei dengan kabupaten/kota tempat lahir.
Tempat tinggal yang dimaksud merupakan tempat biasanya tinggal minimal satu tahun atau kurang dari satu tahun namun berniat menetap. (nul)










