- Siap-Siap! 33 Juta Keluarga Bakal Dapat Beras Gratis 30 Kg Mulai Agustus
- Makin Irit! Pertamina Turunkan Harga Tabung Bright Gas 12 Kg dan 5,5 Kg
- Program Berani Panen Raya Dikebut, Produktivitas Padi Sulteng Ditargetkan 6 Ton per Hektare
- Pemerintah Tetapkan Harga Khusus Solar bagi Nelayan, Kini Rp15 Ribu per Liter
- DPR RI Tinjau Sekolah Rakyat di Palu, 183 Anak Kurang Mampu Kini Dapat Akses Pendidikan
- Melaut Saat Cuaca Buruk, Nelayan di Banggai Laut Hilang Kontak
- Kurs Rupiah Melemah, Biaya Haji 2027 Diusulkan Naik Jadi Rp107,3 Juta
- Mendagri Tegaskan Pemda Tak Boleh Rumahkan PPPK karena Alasan Anggaran
- Aktivitas Gempa di Sulteng Menurun, BMKG Catat 282 Kejadian dalam Sepekan
- Bawa Pulang Gelar Juara, Sport United Poboya JR Langsung Disambut KONI Sulteng
Siap-Siap! 33 Juta Keluarga Bakal Dapat Beras Gratis 30 Kg Mulai Agustus

Keterangan Gambar : Stok beras pemerintah di gudang Bulog. (Foto: Dok. Kementan)
Likeindonesia.com, JAKARTA - Pemerintah bersiap menyalurkan bantuan pangan berupa beras kepada 33,24 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mulai Agustus 2026. Setiap penerima akan mendapatkan total 30 kilogram beras yang merupakan alokasi untuk tiga bulan dan akan disalurkan sekaligus.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa, mengatakan penyaluran bantuan pangan tahap I telah berjalan dengan baik dan mencapai realisasi 99,7 persen.
Baca Lainnya :
- Usai Tragedi Juliana, Menhut Evaluasi Keamanan Gunung Rinjani: RFID dan Aturan Baru Disiapkan
- Menaker Ungkap Lebih dari 1 Juta Sarjana di Indonesia Masih Menganggur di 2025
- Siap-Siap Tambah Budget Transport, Pemerintah Bakal Naikkan Tarif Ojol hingga 15 Persen
- Senator Andhika Amir Dukung Langkah Tegas Pemkab Donggala Soal DBH Migas
- Traveler Wajib Tahu! Per 17 Juli, Bagasi Gratis Lion Air dan Super Air Jet Jadi 10 Kg
Sementara itu, bantuan pangan tahap II ditargetkan mulai disalurkan pada Agustus setelah Anggaran Belanja Tambahan (ABT) tersedia.
Total beras yang akan disalurkan pada tahap II mencapai 997,2 ribu ton. Penyaluran diperkirakan dapat berlangsung hingga September menyesuaikan kondisi geografis di sejumlah wilayah.
“Tahap kedua diputuskan akan disekaliguskan di Agustus, mungkin bisa sampai lewat September karena kondisi geografis. Jadi telah diputuskan one shoot di Agustus. Nanti kalau sudah masuk ke DIPA Bapanas, tentu nanti Bapak Kepala Bapanas akan menugaskan Bulog,” tutur Ketut, dikutip dari detikfinance, Kamis (16/7/2026).
Ketut menambahkan, saat ini Bapanas masih menunggu proses reviu dari Kementerian Keuangan terkait pengajuan ABT. Setelah anggaran tersedia dan masuk dalam DIPA Bapanas, penugasan penyaluran bantuan akan diberikan kepada Perum Bulog.
Bapanas optimistis penyaluran hampir 1 juta ton beras ini dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menekan harga beras di pasaran. Dengan begitu, daya beli masyarakat diharapkan meningkat dan laju inflasi pangan dapat lebih terkendali.
“Bayangkan 33 juta KPM kali 3 bulan, berarti hampir 1 juta ton beras. Ini langsung diterima di konsumen. Tentu kebutuhan orang membeli beras di pasar-pasar akan berkurang, nah pasti akan sedikit mengerem inflasi,” pungkas Ketut. (nul)









