- Dari Sigi hingga Banggai Laut, Proyek Jalan dan Jembatan Rp604,8 Miliar Mulai Bergulir di Sulteng
- Tepati Janji, Wakil Ketua MPR RI Kunjungi Sekolah Terpencil di Parigi Moutong
- Lalampa Toboli Diproyeksikan Jadi Ikon Wisata Kuliner Sulawesi Tengah
- Sigi Jadi Tuan Rumah MTQ Sulteng 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Membumikan Nilai-Nilai Keagamaan
- Gempa Magnitudo 7,7 di Sulut, Tsunami Terdeteksi di Sejumlah Wilayah Sulawesi dan Maluku
- Hadiri HUT ke-50 Tahun Transmigrasi Tinombala, Anwar Hafid Dorong Hasil Pertanian Diolah di Sulteng
- BGN Atur Ulang Sebaran Dapur MBG, Maksimal Enam per Kecamatan
- Aktivitas Lempeng Laut Sulawesi Picu Gempa Magnitudo 5,4 di Banggai
- Masyarakat Lima Desa di Sigi Gelar Morra Keke, Tradisi Memohon Turunnya Hujan
- Rupiah Makin Melemah, Kurs Dolar Menyentuh Rp18.000 Hari Ini
Barongsai Meriahkan Perayaan Imlek 2577 di Palu

Keterangan Gambar : Pertunjukan barongsai digelar usai rangkaian ibadah di Vihara Karuna Dipa, Selasa (17/2/2026). (Foto : Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu - Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Kota Palu semakin semarak dengan pertunjukan barongsai yang digelar usai rangkaian ibadah di Vihara Karuna Dipa, Selasa (17/2/2026).
Atraksi barongsai menarik perhatian umat dan masyarakat yang hadir.
Baca Lainnya :
- Wakil Ketua MPR Kawal Langsung Pembangunan Jembatan di Tiga Titik Sulteng
- Fajar Al Amri Tampil Lawan Ketua POBSI Sulteng di Funmatch Palu
- Sambut Ramadan, KHAS Palu Hotel Hadirkan Promo Buka Puasa dan Paket Menginap Berkah Ramadan
- Mengintip Persiapan H-1 Imlek di Klenteng dan Vihara Kota Palu
- Jelang Penentuan Awal Ramadan, Pengamatan Hilal di Sulteng Bakal Digelar di Desa Marana
Gerakan lincah barongsai diiringi tabuhan musik tradisional menghadirkan suasana meriah dalam perayaan tahun baru masyarakat Tionghoa.
Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Sulawesi Tengah, Wijaya Chandra, menjelaskan barongsai merupakan tradisi yang telah lama identik dengan perayaan Imlek.
“Barongsai dimainkan sebagai simbol kegembiraan dalam menyambut Tahun Baru Imlek,” ujarnya.
Ia menuturkan, pertunjukan barongsai menjadi bagian yang hampir tidak terpisahkan dari perayaan tahun baru masyarakat Tionghoa, karena menghadirkan suasana kebahagiaan dan kebersamaan.
Menurut Wijaya, Imlek sendiri merupakan perayaan tahun baru bagi etnis Tionghoa tanpa memandang agama, sehingga tradisi budaya seperti barongsai tetap dilestarikan di berbagai daerah.
Selain sebagai tradisi budaya, ia menambahkan barongsai kini juga berkembang sebagai cabang olahraga resmi.
“Saat ini, barongsai juga telah berkembang menjadi salah satu cabang olahraga resmi di Indonesia yang berada di bawah naungan Persatuan Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI). Jadi selain sebagai tradisi budaya, barongsai juga memiliki nilai sportivitas,” katanya.
Pertunjukan barongsai tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga bagian dari ekspresi budaya yang menandai kegembiraan menyambut tahun baru, sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat dalam perayaan Imlek. (Rul/Nl)










