- Pengguna Pertalite Akan Dibatasi Mulai Akhir Tahun, Pemerintah Tegaskan Motor Tak Terdampak
- Durian Vulcano Indonesia Didorong Jadi Brand Durian Sulteng untuk Pasar Dunia
- Durian Beku Sulteng Laris di China, Ekspor Capai 7.344 Ton
- Rp18,9 Triliun Cair ke 546 Pemda, Buat Bayar Gaji PPPK
- Terungkap Setelah Dua Tahun Hilang, Paramitha Dibunuh Sopir Travel saat Perjalanan ke Morowali
- Perkembangan Kasus Pembunuhan Keluarga di Duyu, 9 Saksi Diperiksa dan Pelaku Masih Diburu Polisi
- 180 Gempa di Sulteng Tercatat pada Minggu Pertama Agustus
- Perhatikan Kualitas Air, Depot di Palu Diminta Penuhi Standar Higiene Sanitasi
- Mahasiswi Asal Morut Meninggal di Kos Palu, Keluarga Ikhlas dan Tidak Minta Autopsi
- Usai Palu–Guangzhou, Sulteng Bidik Rute Internasional Malaysia dan India
BMKG Pastikan Gempa Poso Bermagnitudo 5,8, Susulan Capai 25 Kali
.jpg)
Keterangan Gambar : Koordinator Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Palu, Nurhayati Pimpilemba. (Foto: Syahrul/Likeindonesi.com)
Likeindonesia.com, Palu – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Minggu (17/8/2025) pagi, memiliki magnitudo 5,8.
Koreksi ini disampaikan setelah sebelumnya sempat tercatat M6,0.
Baca Lainnya :
- 29 Warga Luka-Luka Akibat Gempa M5,8 di Poso
- Gempa Magnitudo 5,8 di Poso Dipicu Sesar Tokokaru, BMKG Catat 10 Gempa Susulan
- Hacked By Mr.SonicX
- KillerSecTeam
- HACKED BY OBINXYZ
Koordinator Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Palu, Nurhayati Pimpilemba, mengatakan gempa dipicu aktivitas Sesar Tokararu.
“Sampai saat ini gempa susulan sudah 25 kali sampai jam 11.00 WITA, dengan magnitudo terbesar 3,3,” ujarnya.
Nurhayati menjelaskan, Sulawesi Tengah memiliki 37 sumber gempa, salah satunya Sesar Tokararu.
Sistem sesar ini berbeda dengan gempa yang terjadi pada 24 Juli lalu.
“Antar sesar bisa saling mempengaruhi akibat transfer tegangan. Tetapi itu bergantung pada beberapa faktor, seperti kedekatan sesar, orientasi, hingga jenis batuan. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikannya,” katanya.
BMKG juga langsung melakukan survei makro dan mikro di lapangan, untuk mengukur dampak gempa.
Survei makro dilakukan secara visual di lapangan, sedangkan survei mikro mengukur getaran tanah menggunakan instrumen.
Menurut analisis mekanisme sumber, gempa Poso termasuk jenis sesar naik.
“Ada dua blok batuan yang akibat tekanan horizontal, salah satunya terdorong naik terhadap yang lain,” jelas Nurhayati.
Hingga kini, laporan BNPB menyebutkan 29 warga luka-luka akibat gempa tersebut, dua di antaranya kritis.
Satu gereja di Desa Masani juga mengalami kerusakan. (Rul)










