- Polres Cirebon Kota Tindaklanjuti Laporan Masyarakat Terkait Dugaan Peredaran Obat Keras Terbatas
- Suhu Palu Tembus 34,7 Derajat, Wagub Ajak Masyarakat Lebih Peduli Perubahan Iklim
- Palu Catat Suhu Maksimum 35 Derajat, Jadi Wilayah Terpanas Kedua di RI
- 50 Huntara Mulai Dibangun untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Akbar Supratman Salurkan Ribuan Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Dalam Sepekan, Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Capai 1.318 Kali
- PTN dan PTS se-Sulteng Bangun Kolaborasi Mitigasi Bencana Berbasis Riset
- Resmi Terpilih, Dua Pelajar Asal Bangkep dan Palu Wakili Sulteng Jadi Calon Paskibraka Nasional 2026
- Enam Hari Pascagempa M 6,7, Gempa Susulan di Sulteng Tembus 1.256 Kali
- Sensus Ekonomi 2026 Digelar, Masyarakat Sulteng Diajak Beri Data Akurat
BMKG Pastikan Gempa Poso Bermagnitudo 5,8, Susulan Capai 25 Kali
.jpg)
Keterangan Gambar : Koordinator Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Palu, Nurhayati Pimpilemba. (Foto: Syahrul/Likeindonesi.com)
Likeindonesia.com, Palu – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Minggu (17/8/2025) pagi, memiliki magnitudo 5,8.
Koreksi ini disampaikan setelah sebelumnya sempat tercatat M6,0.
Baca Lainnya :
- 29 Warga Luka-Luka Akibat Gempa M5,8 di Poso
- Gempa Magnitudo 5,8 di Poso Dipicu Sesar Tokokaru, BMKG Catat 10 Gempa Susulan
- Hacked By Mr.SonicX
- KillerSecTeam
- HACKED BY OBINXYZ
Koordinator Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Palu, Nurhayati Pimpilemba, mengatakan gempa dipicu aktivitas Sesar Tokararu.
“Sampai saat ini gempa susulan sudah 25 kali sampai jam 11.00 WITA, dengan magnitudo terbesar 3,3,” ujarnya.
Nurhayati menjelaskan, Sulawesi Tengah memiliki 37 sumber gempa, salah satunya Sesar Tokararu.
Sistem sesar ini berbeda dengan gempa yang terjadi pada 24 Juli lalu.
“Antar sesar bisa saling mempengaruhi akibat transfer tegangan. Tetapi itu bergantung pada beberapa faktor, seperti kedekatan sesar, orientasi, hingga jenis batuan. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikannya,” katanya.
BMKG juga langsung melakukan survei makro dan mikro di lapangan, untuk mengukur dampak gempa.
Survei makro dilakukan secara visual di lapangan, sedangkan survei mikro mengukur getaran tanah menggunakan instrumen.
Menurut analisis mekanisme sumber, gempa Poso termasuk jenis sesar naik.
“Ada dua blok batuan yang akibat tekanan horizontal, salah satunya terdorong naik terhadap yang lain,” jelas Nurhayati.
Hingga kini, laporan BNPB menyebutkan 29 warga luka-luka akibat gempa tersebut, dua di antaranya kritis.
Satu gereja di Desa Masani juga mengalami kerusakan. (Rul)










