- UMKM Sulteng Mulai Didorong Go Global, Gerakan 1.000 Pelaku Usaha Ekspor Resmi Dideklarasikan
- Jokowi Dijadwalkan Sambangi Palu, Bakal Resmikan Kantor DPW PSI Sulteng
- Le Na Jodoh, ADISTA Tak Jadi Tampil di Konser HUT Kota Palu ke-48
- Pemerintah Siapkan Skema Kuliah Gratis di PTN, Pelaksanaan Akan Bertahap
- Makin Sedikit Warga Sulteng yang Fokus Mengurus Rumah Tangga, Jumlahnya Turun 61 Ribu
- 2,46% Rumah Tangga di Palu Masih Andalkan Air Hujan untuk Minum
- 40% Gen Z Pilih Nikah di KUA, Uang Lebih Diprioritaskan untuk Kehidupan Setelah Menikah
- Catat Jamnya! 25 September Ada Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Enam Wilayah Sulteng, Termasuk Palu
- Influenza Tipe A Super Flu Merebak di RI, Anak-Anak Paling Banyak Terinfeksi
- KONI Sulteng Dorong PBFI Tingkatkan Pembinaan dan Prestasi Atlet
Data BPS: Orang Indonesia Lebih Pilih Liburan ke Wisata Alam Dibanding Mal atau Wahana

Keterangan Gambar : Salah satu obyek wisata alam di Indonesia, Danau Paisupok yang berlokasi di Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah. (Foto: felgra_photography/Instagram)
Likeindonesia.com, Palu - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, wisata alam masih menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia saat berlibur.
Berdasarkan laporan Statistik Daya Tarik Wisata 2024 oleh BPS yang dirilis pada 31 Desember 2025, lebih dari separuh pengunjung objek daya tarik wisata di Indonesia memilih destinasi berbasis alam, seperti pantai, pegunungan, dan destinasi alam lainnya, dibandingkan mal atau wahana buatan.
Baca Lainnya :
- PLN Pulihkan Jaringan Listrik Terdampak Banjir dan Longsor di Sekitar GI Tawaeli
- Admin
- Pandji Tegaskan Tak Ada Lagi Pertunjukan Mens Rea
- Wakil Ketua MPR Terima Audiensi Kepala Daerah se-Sulteng, Pastikan Manfaat Program Sampai ke Rakyat
- YTM Soroti Kecelakaan Kerja Berulang di IMIP Meski Bulan K3 Diperingati
BPS menyebut, sekitar 52,81 persen pengunjung mendatangi wisata alam. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan wisata tirta yang tercatat 14,87 persen, wisata budaya 13,19 persen, serta wisata buatan sebesar 7,63 persen. Sementara itu, taman hiburan atau rekreasi hanya menyumbang 6,74 persen dan kawasan pariwisata 4,76 persen.
Data tersebut menunjukkan bahwa daya tarik wisata alam masih memiliki nilai jual yang kuat dan menjadi andalan industri pariwisata nasional. BPS juga menekankan, keberlanjutan sektor pariwisata sangat bergantung pada upaya menjaga kelestarian alam dan lingkungan.
"Fakta ini mengungkap pentingnya menjaga kelestarian alam dan lingkungan di Indonesia untuk menjamin keberlanjutan industri pariwisata," jelas BPS dalam laporannya, dikutip Kamis (15/1/2026).
Menurut data BPS, jumlah kunjungan ke objek daya tarik wisata di Indonesia hampir mencapai 346 juta kunjungan sepanjang 2024. Mayoritas pengunjung merupakan wisatawan domestik, sementara proporsi wisatawan mancanegara hanya sekitar 13,72 persen dari total kunjungan. (Nul/Nl)










