YTM Soroti Kecelakaan Kerja Berulang di IMIP Meski Bulan K3 Diperingati

By Inul Irfani 13 Jan 2026, 14:27:36 WIB Daerah
YTM Soroti Kecelakaan Kerja Berulang di IMIP Meski Bulan K3 Diperingati

Keterangan Gambar : PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. (Foto: Ist)


Likeindonesia.com, Palu - Yayasan Tanah Merdeka (YTM) menyoroti masih terjadinya kecelakaan kerja di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) meski Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional kembali diperingati.


Bulan K3 Nasional berlangsung sejak 12 Januari hingga 12 Februari 2026. Peringatan ini ditetapkan melalui Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI Nomor Kep.245/MEN/1990.

Baca Lainnya :


PT IMIP termasuk perusahaan yang rutin memperingati Bulan K3. Perusahaan menggelar sejumlah kegiatan, seperti senam sehat, simulasi fire and rescue, lomba, kompetisi olahraga, serta program K3 Go to Campus dan K3 Go to School.


Namun, YTM mencatat kecelakaan kerja tetap terjadi di kawasan industri nikel tersebut. Sepanjang 2024, YTM mencatat 33 kasus kecelakaan kerja.


Dari 33 kasus itu, 14 pekerja meninggal dunia, 25 orang luka-luka, 40 orang mengalami keracunan, dan dua orang pingsan. Kasus-kasus tersebut terjadi di kawasan PT IMIP, PT Stardust Estate Investment (SEI), dan PT Indonesia Huabao Industrial Park (IHIP).


Mayoritas korban berasal dari PT IMIP.

YTM juga mencatat, sepanjang 2025 terdapat 23 kasus kecelakaan kerja khusus di PT IMIP. Total korban berjumlah 28 pekerja.


Rinciannya, sembilan pekerja meninggal dunia, 17 orang luka-luka, dan dua pekerja lainnya tidak teridentifikasi nasibnya.


Kepala Divisi Kampanye YTM, Mohammad Azis, mengatakan data tersebut bersumber dari riset dan catatan lapangan.


“Jumlah-jumlah itu hanya berdasarkan riset dan catatan lapangan di tengah tidak transparannya kawasan sejumlah kawasan industri nikel di Indonesia, termasuk di IMIP,” kata Azis dalam rilis persnya diterima media ini, Selasa (13/1) sore. 


Ia menyebut, jika perusahaan terbuka, jumlah kecelakaan yang tercatat bisa lebih besar. Azis mengatakan masih banyak insiden yang tidak dipublikasikan.


Menurut Azis, manajemen perusahaan kerap melarang pekerja menyebarkan informasi kecelakaan dengan alasan mencemari nama baik perusahaan.


Azis meminta pemerintah melakukan evaluasi serius terhadap perusahaan. Ia menilai transparansi menjadi langkah awal jika perusahaan ingin memperbaiki sistem keselamatan kerja.


Sementara itu, Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Industri Merdeka (FSPIM), Jordi Goral, mengecam peringatan Bulan K3 Nasional yang dinilainya tidak diiringi evaluasi menyeluruh.


Ia menyebut kegiatan lomba tidak menjadi persoalan utama. Namun, Jordi menilai keselamatan pekerja seharusnya menjadi fokus.


“Anggota kami sampai dua orang meninggal dunia di PT Ocean Sky Metal Industry dan PT Walsin Nickel Industrial Indonesia,” ujar Jordi.


Ia mengatakan, setiap kali terjadi kecelakaan kerja, perusahaan tetap melanjutkan produksi.


Menurutnya, tidak ada jeda produksi meski ada korban.


Jordi menyebut kondisi tersebut kerap digambarkan dengan istilah harga nikel lebih mahal daripada nyawa pekerja. (Rul/Nl)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.