- Jokowi Dijadwalkan Sambangi Palu, Bakal Resmikan Kantor DPW PSI Sulteng
- Le Na Jodoh, ADISTA Tak Jadi Tampil di Konser HUT Kota Palu ke-48
- Pemerintah Siapkan Skema Kuliah Gratis di PTN, Pelaksanaan Akan Bertahap
- Makin Sedikit Warga Sulteng yang Fokus Mengurus Rumah Tangga, Jumlahnya Turun 61 Ribu
- 2,46% Rumah Tangga di Palu Masih Andalkan Air Hujan untuk Minum
- 40% Gen Z Pilih Nikah di KUA, Uang Lebih Diprioritaskan untuk Kehidupan Setelah Menikah
- Catat Jamnya! 25 September Ada Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Enam Wilayah Sulteng, Termasuk Palu
- Influenza Tipe A Super Flu Merebak di RI, Anak-Anak Paling Banyak Terinfeksi
- KONI Sulteng Dorong PBFI Tingkatkan Pembinaan dan Prestasi Atlet
- Cegah Pungli, Polri Siapkan Mesin Cetak SKCK Mandiri Mulai 2027, Tak Perlu Lagi ke Kantor Polisi
Viral Juri Cerdas Cermat Salahkan Jawaban Benar, Wakil Ketua MPR Minta Maaf

Keterangan Gambar : (Kiri) Peserta cerdas cermat dari Grup C yang viral jawabannya dinyatakan salah. (Kanan) Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar Supratman. (Foto: MPR RI)
Likeindonesia.com, JAKARTA - Keputusan dewan juri dalam Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalimantan Barat menuai sorotan dan viral di media sosial usai jawaban peserta yang dianggap benar justru dinyatakan salah.
Menanggapi polemik tersebut, Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar Supratman menyampaikan permintaan maaf dan memastikan evaluasi akan dilakukan terhadap sistem lomba maupun kinerja dewan juri.
Baca Lainnya :
- Kabur Lintas Kota, Pendiri Ponpes Tersangka Pemerkosaan Akhirnya Ditangkap
- Wajib Belajar 12 Tahun, Anak Putus Sekolah Kini Ditangani lewat Perpres Baru
- Pertamina Resmi Naikkan Harga BBM Non Subsidi, Dexlite Tembus Rp26 Ribu Per Liter
- Penumpang Pesawat Dapat Keringanan, Pajak Tiket Ekonomi Ditanggung Pemerintah Selama 60 Hari
- Harga LPG Non Subsidi Naik Serentak, Tabung 12 Kg di Sulteng Tembus Rp 230 Ribu
“Atas nama pimpinan MPR kami memohon maaf dan akan segera menindaklanjuti terhadap juri yang bertugas,” ujar Abcandra Akbar melalui Instagram resminya, Selasa (12/5/2026).
Ia menilai pelaksanaan lomba cerdas cermat perlu dibenahi agar tidak lagi memunculkan kontroversi serupa di masa mendatang.
“Ke depan pelaksanaan LCC Empat Pilar akan kami evaluasi agar lebih baik dan tidak terulang kembali,” ucapnya.
Diketahui, peristiwa itu bermula saat babak rebutan final berlangsung. Grup C dari SMAN 1 Pontianak berhasil lebih dulu menekan bel dan menjawab pertanyaan terkait proses pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Dalam jawabannya, peserta menyebut anggota BPK dipilih DPR dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan diresmikan Presiden. Namun, jawaban tersebut justru diberi nilai minus lima oleh salah satu juri.
Tak lama setelahnya, regu B memberikan jawaban yang dinilai serupa dan justru mendapat poin penuh.
Keputusan itu langsung diprotes peserta Grup C karena merasa jawaban mereka sama. Meski demikian, dewan juri tetap mempertahankan penilaian dengan alasan artikulasi jawaban peserta dianggap kurang jelas terdengar.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah mengatakan pihaknya menghargai kritik dan perhatian publik terhadap kejadian tersebut.
Menurutnya, MPR akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek teknis perlombaan, termasuk mekanisme penilaian, sistem verifikasi jawaban peserta, hingga tata kelola keberatan saat lomba berlangsung.
“Masukan publik akan menjadi bahan evaluasi penting demi menjaga kualitas kegiatan dan kepercayaan masyarakat terhadap proses pembelajaran kebangsaan yang inklusif, edukatif, dan berintegritas,” katanya, dikutip dari cnnindonesia.com. (nul)










