- Di Tengah Tekanan Inflasi, 5.000 Paket Sembako Disalurkan untuk Keluarga Desil 1-4 di Morowali Utara
- Muhammadiyah Terbitkan Maklumat Hadapi Kemarau dan Karhutla, Serukan Salat Istisqa hingga Muhasabah
- 8 Tahun Dikira Meninggal akibat Tsunami Palu, Jumaidin Tiba-tiba Pulang ke Kampung di Tojo Una-Una
- Tips Memilih Restoran untuk Makan Bersama Saat di Pusat Perbelanjaan
- Dua Hari Tak Berangkat Kerja, Perempuan 29 Tahun Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Tondo
- Jemaah Haji Sulteng Diusulkan Tak Lagi Menginap di Balikpapan pada 2027
- Hampir 4 Ribu Orang di Sulteng Tercatat Positif HIV, Hanya 57 Persen Jalani Pengobatan
- Jaga Kelestarian Ikan Endemik, DKP Sulteng Minta Penebaran Nila di Danau Poso Dievaluasi
- Awal Musim Hujan di Indonesia Tak Serentak, Sulteng Masuk Daerah yang Mulai Hujan Oktober
- Sulteng Jadi Tuan Rumah Tanwir Muhammadiyah, Presiden Prabowo Diagendakan Hadir
Bukit Salena Punya Spot Paralayang Baru, Gubernur Sulteng dan Ketua KONI Tinjau Lokasi

Keterangan Gambar : Ketua Umum KONI Sulawesi Tengah, Muhammad Fathur Razaq, mendampingi Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, melakukan peninjauan langsung ke lokasi baru landasan pacu paralayang di Bukit Salena, Kota Palu, Sabtu (10/01/2026). (Foto: Media Koni Sulteng)
Likeindonesia.com, PALU – Ketua Umum KONI Sulawesi Tengah, Muhammad Fathur Razaq, mendampingi Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, melakukan peninjauan langsung ke lokasi baru landasan pacu paralayang di Bukit Salena, Kota Palu. Peninjauan ini menjadi bagian dari upaya pengembangan sarana dan prasarana olahraga serta mendukung sektor pariwisata.
Lokasi landasan pacu paralayang yang baru berada sekitar 200 meter lebih tinggi dibandingkan lokasi sebelumnya. Gubernur Anwar Hafid menilai lokasi ini lebih representatif dan memenuhi standar untuk aktivitas olahraga dirgantara.
Baca Lainnya :
- Talk Show Kebangsaan di Palu Dorong Pemuda Jaga Identitas Bangsa Lewat Budaya
- Rumah Lansia di Desa Wani Hanyut Diterjang Banjir, Tini: Tiada yang Tersisa
- Dusun Sisere Terisolir, Satu Orang Bumil Berhasil Dievakuasi
- Bus TransPalu Kembali Beroperasi Mulai 13 Januari 2026, Layani Rute Baru
- Touna, Banggai Laut, dan Tolitoli Jadi Daerah dengan Lonjakan Wisatawan Terbesar di Sulteng
“Hari ini saya naik ke Bukit Salena untuk meninjau langsung landasan pacu paralayang yang sedang kita siapkan. Lokasi ini lebih tinggi dan memiliki potensi besar untuk pembinaan atlet,” ujar Anwar Hafid, Sabtu (10/01/2026).
Menurut Gubernur, pengembangan paralayang di Bukit Salena bukan hanya untuk mendukung atlet berprestasi, tetapi juga sebagai bagian dari persiapan Sulawesi Tengah menuju Fornas 2027.
"Ini merupakan bagian dari komitmen kami membangun sarana olahraga yang layak bagi para atlet, sekaligus persiapan menuju Fornas 2027," kata Anwar Hafid.
Menurut Anwar Hafid, Bukit Salena memiliki nilai strategis karena didukung kontur alam yang ideal serta panorama Kota Palu dan alam Sulawesi Tengah yang memukau. Dari ketinggian tersebut, keindahan alam Palu terlihat jelas dan berpotensi menjadi daya tarik baru bagi masyarakat maupun wisatawan.
“Dari tempat setinggi ini kita bisa melihat betapa indahnya Palu dan alam Sulawesi Tengah. Semoga Bukit Salena bukan hanya melahirkan atlet-atlet paralayang berprestasi, tetapi juga menjadi ruang baru bagi masyarakat dan wisatawan untuk menikmati keindahan daerah ini dari sudut yang berbeda,” ungkapnya.
Gubernur juga menekankan pentingnya dukungan semua pihak, mulai dari pemerintah, KONI, komunitas olahraga, hingga masyarakat sekitar agar pengembangan Paralayang Bukit Salena dapat berjalan berkelanjutan.
Ketua KONI Sulteng, Muhammad Fathur Razaq, menyambut baik perhatian pemerintah provinsi terhadap fasilitas olahraga paralayang. Ia yakin dengan dukungan fasilitas yang memadai, atlet-atlet paralayang daerah dapat berkembang dan berprestasi.
Fathur Razaq juga menekankan bahwa pengembangan paralayang di Bukit Salena diharapkan dapat memperkuat promosi pariwisata Sulawesi Tengah sebagai destinasi unggulan #VisitSulteng, dengan konsep wisata alam dan olahraga ekstrem yang menarik bagi wisatawan dan masyarakat lokal.
“Ini sangat menarik karena bisa membawa olahraga paralayang kita, khususnya anak-anak muda Sulawesi Tengah, semakin maju sekaligus memajukan pariwisata daerah,” pungkasnya. (Nul/Nl)










