- Aktivitas Gempa di Sulteng Terus Menurun, Kini Kurang dari 200 Kali dalam Sepekan
- Siap-Siap! 33 Juta Keluarga Bakal Dapat Beras Gratis 30 Kg Mulai Agustus
- Makin Irit! Pertamina Turunkan Harga Tabung Bright Gas 12 Kg dan 5,5 Kg
- Program Berani Panen Raya Dikebut, Produktivitas Padi Sulteng Ditargetkan 6 Ton per Hektare
- Pemerintah Tetapkan Harga Khusus Solar bagi Nelayan, Kini Rp15 Ribu per Liter
- DPR RI Tinjau Sekolah Rakyat di Palu, 183 Anak Kurang Mampu Kini Dapat Akses Pendidikan
- Melaut Saat Cuaca Buruk, Nelayan di Banggai Laut Hilang Kontak
- Kurs Rupiah Melemah, Biaya Haji 2027 Diusulkan Naik Jadi Rp107,3 Juta
- Mendagri Tegaskan Pemda Tak Boleh Rumahkan PPPK karena Alasan Anggaran
- Aktivitas Gempa di Sulteng Menurun, BMKG Catat 282 Kejadian dalam Sepekan
Talk Show Kebangsaan di Palu Dorong Pemuda Jaga Identitas Bangsa Lewat Budaya

Keterangan Gambar : Talk Show Kebangsaan dan Bedah Buku untuk memperkuat identitas kebangsaan di kalangan generasi muda, digelar di Auditorium Kantor Wali Kota Palu, Senin (12/1) pagi. (Foto: Ist)
Likeindonesia.com, Palu — Upaya memperkuat identitas kebangsaan di kalangan generasi muda dilakukan melalui kegiatan Talk Show Kebangsaan dan Bedah Buku yang digelar di Auditorium Kantor Wali Kota Palu, Senin (12/1) pagi.
Kegiatan ini melibatkan tiga komunitas literasi, yakni Cendekia Society Id, Jalan Jiwa, dan Rumah Literasi Ceria.
Baca Lainnya :
- Bus TransPalu Kembali Beroperasi Mulai 13 Januari 2026, Layani Rute Baru
- Produksi Bawang Merah Lokal Palu Digenjot untuk Kurangi Pasokan Luar Daerah
- Banjir Rendam Pantoloan, Arus di Jalur Trans Sulawesi Sempat Terhambat
- Kasus HIV di Sulteng Tembus 700 pada 2025, Palu Masih Tertinggi
- Muhammad Iqbal–Abdullah K Mari Kembali Pimpin AMSI Sulteng Periode 2026–2030
Diskusi menghadirkan sejumlah pemantik, di antaranya Abdurrahman, mahasiswa MES UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sekaligus penulis buku Jejak Langkah di Tana Toraja, Opic Delian Alindra selaku tokoh pelestari bahasa daerah dan penulis Kamus Bergambar Bahasa Dampelas, serta Moh. Rifaldi.
Kegiatan yang dibuka oleh Wali Kota Palu yang diwakili Asisten 2, Usman tersebut diikuti sekitar 150 peserta yang terdiri dari pelajar dan mahasiswa se-Kota Palu.
Selain diskusi kebangsaan, agenda juga dirangkaikan dengan bedah dua buku, yakni Jejak Langkah di Tana Toraja dan Kamus Bergambar Bahasa Dampelas.
Penulis buku Jejak Langkah di Tana Toraja, Abdurrahman, menjelaskan kegiatan ini dirancang sebagai ruang edukasi bagi generasi muda agar memahami pentingnya budaya dan moderasi beragama dalam menjaga identitas bangsa.
Menurutnya, penguatan nilai kebangsaan perlu dilakukan melalui pendekatan literasi dan dialog terbuka.
“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi terkait perlunya menjaga identitas bangsa melalui budaya dan moderasi beragama,” ujar Abdurrahman dalam keterangannya via pesan WhatsApp, Senin (12/2) siang.
Ia menuturkan, peserta yang terlibat berasal dari berbagai latar belakang pendidikan, mulai dari siswa hingga mahasiswa, sehingga diharapkan mampu memperkaya perspektif diskusi.
Abdurrahman menyebut kegiatan semacam ini penting untuk membuka ruang pertemuan gagasan di tengah keberagaman.
“Ada sekitar 150 peserta yang kami libatkan terdiri dari siswa dan mahasiswa se-Kota Palu,” katanya.
Lebih lanjut, Abdurrahman berharap kegiatan ini dapat mendorong pemuda untuk berperan aktif dalam menjaga persatuan.
Ia menekankan bahwa generasi muda memiliki posisi strategis dalam merawat kebinekaan melalui pemahaman budaya dan sikap moderat dalam kehidupan beragama.
“Tentunya harapannya dengan kegiatan ini bisa menjadi ruang bagi para pemuda untuk menjaga dan memperkuat identitas kebangsaan melalui budaya dan moderasi beragama,” ujarnya.
Menurut Abdurrahman, tantangan keberagaman ke depan membutuhkan peran pemuda sebagai penggerak perubahan sosial yang berpijak pada nilai kebangsaan.
Ia menegaskan pentingnya kesadaran kolektif untuk menjaga harmoni dalam bingkai Indonesia yang majemuk.
“Kami juga mengharapkan pemuda saat ini harus mampu menjadi agen perubahan dalam menjaga bingkai keberagaman,” pungkasnya. (Rul/Nl)










