Banjir Rendam Pantoloan, Arus di Jalur Trans Sulawesi Sempat Terhambat

By Inul Irfani 12 Jan 2026, 09:42:35 WIB Bencana
Banjir Rendam Pantoloan, Arus di Jalur Trans Sulawesi Sempat Terhambat

Keterangan Gambar : Banjir melanda Kelurahan Pantoloan, Kecamatan Tawaeli, Kota Palu, Minggu (11/1/2026). (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)


Likeindonesia.com, Palu – Banjir melanda Kelurahan Pantoloan, Kecamatan Tawaeli, Kota Palu, Minggu (11/1/2026), setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak pagi hari. 


Genangan air merendam permukiman warga dan badan Jalan Trans Sulawesi, menyebabkan arus lalu lintas sempat terhambat.

Baca Lainnya :


Berdasarkan pantauan di lapangan, banjir terjadi di beberapa titik, di antaranya RW 1, RW 7, dan RW 8. 


RW 1 menjadi wilayah terparah dengan genangan air yang sempat menghambat akses jalur fly over.


Pelaksana Harian Lurah Pantoloan, Fakhruddin, mengatakan hujan mulai turun sejak pagi hari dan menyebabkan air meluap ke permukiman warga. 


Ia menyebutkan, kondisi banjir saat ini sudah mulai berangsur surut.


“Tadi sekitar pagi jam 06.00 begitu mulai hujan dan sampai sekarang ini kami ini sudah mulai surut,” ujar Fakhruddin.


Menurut Fakhruddin, sedikitnya sekitar 30 kepala keluarga terdampak banjir, khususnya di RW 1. 


Ia menyebut banjir kali ini merupakan kejadian langka yang terakhir terjadi puluhan tahun lalu.


Ia menjelaskan, ketinggian air sempat menghambat akses kendaraan di jalur fly over Pantoloan.


“Sempat tidak bisa dilalui tadi air tinggi, sekarang sudah mulai surut,” katanya.


Fakhruddin juga memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, meski sejumlah warga mengalami kerugian materi.


“Tidak ada korban jiwa,” ucapnya.


Salah seorang warga terdampak, Abdul Rafik Qadir, mengatakan air mulai naik sejak dini hari dan perlahan masuk ke dalam rumahnya.


“Air naik itu dari jam-jam 04.00, jam 04.00 sudah naik sudah meluap,” tutur Abdul Rafik.


Ia mengaku banjir kali ini merupakan yang terparah dibandingkan kejadian sebelumnya, karena air masuk hingga ke dalam rumah.


Abdul Rafik menyebut sebagian barang masih sempat diselamatkan, namun banyak perabot dan barang dagangan yang hanyut terbawa arus.


“Yang lainnya seperti kulkas ini masih sempat saya angkat ke atas, tapi barang-barang termasuk saya punya warung banyak yang hanyut,” katanya.


Menurutnya, banjir sebelumnya hanya menggenangi area sekitar rumah dan tidak pernah sampai masuk ke dalam bangunan.


“Banjir-banjir biasa paling sampai di mata kaki saja tidak sampai masuk ke dalam rumah, dan ini sekarang masuk ke dalam rumah,” ujarnya.


Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga melaporkan banjir terjadi di wilayah lain, yakni di Desa Wani 1, Wani 2, Wani 3, dan Wani Lumbumpetigo, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala.


Dalam laporan BPBD, hujan deras yang terjadi pada Minggu siang menyebabkan debit air sungai meningkat hingga meluap dan merusak pondasi jembatan. 


Di Desa Wani 1, tiga unit rumah dilaporkan hanyut terbawa arus, sementara di Desa Wani 3 satu unit rumah terdampak dan jembatan penghubung ke Desa Labuan Kungguma terhambat.


BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Saat ini, warga mengungsi secara mandiri dan petugas masih melakukan assessment serta kaji cepat di lokasi banjir. (Rul/Nl)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.