- FR Cup Volleyball Tournament 2026 Resmi Berakhir, Fathur Razaq: Bukan Ending, Tapi Beginning
- Menaker Larang Lowongan Kerja Cantumkan Syarat Good Looking dan Usia
- Soal Pajak Rumah Kontrakan, Purbaya Tegaskan Tak Ada Pajak Baru
- Pengguna Pertalite Akan Dibatasi Mulai Akhir Tahun, Pemerintah Tegaskan Motor Tak Terdampak
- Durian Vulcano Indonesia Didorong Jadi Brand Durian Sulteng untuk Pasar Dunia
- Durian Beku Sulteng Laris di China, Ekspor Capai 7.344 Ton
- Rp18,9 Triliun Cair ke 546 Pemda, Buat Bayar Gaji PPPK
- Terungkap Setelah Dua Tahun Hilang, Paramitha Dibunuh Sopir Travel saat Perjalanan ke Morowali
- Perkembangan Kasus Pembunuhan Keluarga di Duyu, 9 Saksi Diperiksa dan Pelaku Masih Diburu Polisi
- 180 Gempa di Sulteng Tercatat pada Minggu Pertama Agustus
Satu-Satunya Akses Warga, Jembatan Desa Lero Kabupaten Donggala Terancam Putus

Keterangan Gambar : Jembatan Desa Lero, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, nyaris amblas akibat hujan berintensitas tinggi pada Minggu (11/1/2026). (Foto: Bimaz/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, DONGGALA – Jembatan Desa Lero, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, nyaris amblas akibat hujan berintensitas tinggi pada Minggu (11/1/2026). Jembatan tersebut merupakan jalan penghubung sekaligus satu-satunya jalur Trans Sulawesi yang melintasi wilayah tersebut.
Bagian sisi barat jembatan terkikis derasnya aliran sungai yang meluap sejak pagi hari.
Baca Lainnya :
- BMKG: Pertemuan Massa Udara Jadi Pemicu Hujan Lebat di Donggala, Sigi, dan Palu
- Gempa Magnitudo 3,5 Guncang Donggala, Getaran Terasa hingga Palu Utara
- BMKG Catat 4.120 Gempa Guncang Sulawesi Tengah Sepanjang 2025
- Sepanjang 2025, BMKG Catat 43.439 Gempa Terjadi di Indonesia
- Instruksi PP Muhammadiyah: Dana Infak Jumat di Semua Masjid Dialihkan untuk Korban Banjir Sumatra
Jembatan ini menjadi akses utama dan satu-satunya jalan penghubung Trans Sulawesi bagi warga Desa Lero dan desa sekitar menuju Kota Palu serta pusat pemerintahan Kabupaten Donggala.
Meski masih dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat, arus lalu lintas diberlakukan secara bergantian demi keselamatan pengguna jalan.
Pantauan likeindonesia, warga terlihat bersiaga dan mengatur arus kendaraan secara mandiri karena tidak tersedia jalur alternatif lain di jalur Trans Sulawesi tersebut.
Salah seorang warga Desa Lero, Ahmad, mengatakan kondisi tersebut membuat warga khawatir.
“Pagi tadi sempat macet. Air sungai sangat deras dan mengikis bagian bawah jembatan. Air juga membawa material kayu hingga pohon kelapa sehingga membuat pengendara takut melintas,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah segera melakukan penanganan.
“Kalau jembatan ini putus, warga tidak bisa ke mana-mana karena tidak ada jalan lain selain jalur ini," kata Ahmad. (BIM/Nl)


.jpg)







