- Tim SAR Selamatkan Remaja Perempuan dari Atas Tower PLN di Tipo
- UMKM Sulteng Mulai Didorong Go Global, Gerakan 1.000 Pelaku Usaha Ekspor Resmi Dideklarasikan
- Jokowi Dijadwalkan Sambangi Palu, Bakal Resmikan Kantor DPW PSI Sulteng
- Le Na Jodoh, ADISTA Tak Jadi Tampil di Konser HUT Kota Palu ke-48
- Pemerintah Siapkan Skema Kuliah Gratis di PTN, Pelaksanaan Akan Bertahap
- Makin Sedikit Warga Sulteng yang Fokus Mengurus Rumah Tangga, Jumlahnya Turun 61 Ribu
- 2,46% Rumah Tangga di Palu Masih Andalkan Air Hujan untuk Minum
- 40% Gen Z Pilih Nikah di KUA, Uang Lebih Diprioritaskan untuk Kehidupan Setelah Menikah
- Catat Jamnya! 25 September Ada Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Enam Wilayah Sulteng, Termasuk Palu
- Influenza Tipe A Super Flu Merebak di RI, Anak-Anak Paling Banyak Terinfeksi
Satu-Satunya Akses Warga, Jembatan Desa Lero Kabupaten Donggala Terancam Putus

Keterangan Gambar : Jembatan Desa Lero, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, nyaris amblas akibat hujan berintensitas tinggi pada Minggu (11/1/2026). (Foto: Bimaz/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, DONGGALA – Jembatan Desa Lero, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, nyaris amblas akibat hujan berintensitas tinggi pada Minggu (11/1/2026). Jembatan tersebut merupakan jalan penghubung sekaligus satu-satunya jalur Trans Sulawesi yang melintasi wilayah tersebut.
Bagian sisi barat jembatan terkikis derasnya aliran sungai yang meluap sejak pagi hari.
Baca Lainnya :
- BMKG: Pertemuan Massa Udara Jadi Pemicu Hujan Lebat di Donggala, Sigi, dan Palu
- Gempa Magnitudo 3,5 Guncang Donggala, Getaran Terasa hingga Palu Utara
- BMKG Catat 4.120 Gempa Guncang Sulawesi Tengah Sepanjang 2025
- Sepanjang 2025, BMKG Catat 43.439 Gempa Terjadi di Indonesia
- Instruksi PP Muhammadiyah: Dana Infak Jumat di Semua Masjid Dialihkan untuk Korban Banjir Sumatra
Jembatan ini menjadi akses utama dan satu-satunya jalan penghubung Trans Sulawesi bagi warga Desa Lero dan desa sekitar menuju Kota Palu serta pusat pemerintahan Kabupaten Donggala.
Meski masih dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat, arus lalu lintas diberlakukan secara bergantian demi keselamatan pengguna jalan.
Pantauan likeindonesia, warga terlihat bersiaga dan mengatur arus kendaraan secara mandiri karena tidak tersedia jalur alternatif lain di jalur Trans Sulawesi tersebut.
Salah seorang warga Desa Lero, Ahmad, mengatakan kondisi tersebut membuat warga khawatir.
“Pagi tadi sempat macet. Air sungai sangat deras dan mengikis bagian bawah jembatan. Air juga membawa material kayu hingga pohon kelapa sehingga membuat pengendara takut melintas,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah segera melakukan penanganan.
“Kalau jembatan ini putus, warga tidak bisa ke mana-mana karena tidak ada jalan lain selain jalur ini," kata Ahmad. (BIM/Nl)










