- Disambut KONI Sulteng, Atlet ASKI Pulang Bawa Dua Medali Emas dari Kejurnas di Jakarta
- Hari Kartini ke-147, Perempuan Sulteng Diajak Jadi Penggerak dari Keluarga hingga Pembangunan Daerah
- Berani Gowes, Komunitas Sekte Sepeda Tuntaskan 600 Km Luwuk–Palu dalam 6 Hari
- Rico Djanggola Siap Implementasikan Arahan Presiden Terkait Dukungan Asta Cita
- Harga LPG Non Subsidi Naik Serentak, Tabung 12 Kg di Sulteng Tembus Rp 230 Ribu
- Ketua DPRD se-Sulteng Dorong Penguatan Sinergi Pembangunan Daerah
- 459 Ton Durian Sulteng Diekspor ke Tiongkok, Digadang Jadi Ikon Baru Nasional
- Pemerintah Buka 35 Ribu Loker KDKMP dan KNMP, Pelamar yang Lolos Jadi Pegawai BUMN
- Ketika Pemerintah Daerah Menyewa Influencer, Sebuah Jalan Pintas?
- Ketua DPRD Kota Palu Ikuti Retret Ketua DPRD se-Indonesia di Akmil Magelang
Orasi Mahasiswi Untad Viral, Polda Sulteng: Kritik Boleh, Tapi Jangan Menghina
.jpg)
Keterangan Gambar : Mahasiswi Untad berorasi dalam aksi demonstrasi di depan kantor DPRD Sulawesi Tengah, Senin (25/8/2025) - Kasubbid Penmas Polda Sulteng, AKBP Sugeng Lestari. (Foto: IST)
Likeindonesia.com, PALU - Potongan orasi mahasiswi Universitas Tadulako (Untad) dalam aksi demonstrasi di depan kantor DPRD Sulawesi Tengah, Senin (25/8/2025), ramai diperbincangkan. Kalimat sindiran “Maaf, mereka tidak kuliah?” memicu pro dan kontra di media sosial.
Sejumlah warganet menilai ucapan itu merendahkan profesi kepolisian. Tak tinggal diam, aparat kepolisian merespons dengan mengunggah video kelulusan personel, memperlihatkan banyak di antaranya telah menempuh pendidikan hingga jenjang S1 dan S2.
Baca Lainnya :
- Makan Siang Program MBG, Puluhan Siswa di Palu Dilarikan ke RS
- Tri Perluas Jaringan di Palu, Internet Hemat dan Cepat Kini Menjangkau Pelosok Sulawesi Tengah
- Petani Tolitoli Duduki DPRD Sulteng, Tuntut Penyelesaian Konflik Lahan Sawit
- 14 Truk Dikerahkan untuk Uji Beban Jembatan Palu IV
- UMKM Berpeluang Kelola Tambang, Bahlil: Anak Daerah Harus Jadi Tuan di Negeri Sendiri
Di sisi lain, aksi mahasiswa yang awalnya berjalan damai sempat berujung ricuh. Massa membakar ban bekas, melempar batu, hingga merusak pagar gedung DPRD.
Menanggapi situasi tersebut, Kasubbid Penmas Polda Sulteng, AKBP Sugeng Lestari, mengingatkan agar mahasiswa tetap menjaga etika dalam menyuarakan aspirasi.
"Kami terbuka terhadap kritik, tapi harus disampaikan dengan etika dan tidak provokatif," tegas Sugeng dalam keterangan tertulisnya, Kamis (28/8/2025).
Menurut Sugeng, sindiran itu tidak mencerminkan sikap intelektual seorang mahasiswa.
"Kami memahami dinamika aksi, tapi jangan sampai kritik dibungkus dengan penghinaan. Banyak personel kami lulusan S1, S2 bahkan ada yang memiliki gelar Doktor," pungkasnya. (Bim/Nl)










