- Mulai 2027, Pajak Penghasilan Pekerja Bergaji di Bawah Rp10 Juta Ditanggung Pemerintah
- Mengurus Rumah Bukan Cuma Urusan Ibu, BPS Catat Ada 35 Ribu Bapak Rumah Tangga di Sulteng
- Tim SAR Selamatkan Remaja Perempuan dari Atas Tower PLN di Tipo
- UMKM Sulteng Mulai Didorong Go Global, Gerakan 1.000 Pelaku Usaha Ekspor Resmi Dideklarasikan
- Jokowi Dijadwalkan Sambangi Palu, Bakal Resmikan Kantor DPW PSI Sulteng
- Le Na Jodoh, ADISTA Tak Jadi Tampil di Konser HUT Kota Palu ke-48
- Pemerintah Siapkan Skema Kuliah Gratis di PTN, Pelaksanaan Akan Bertahap
- Makin Sedikit Warga Sulteng yang Fokus Mengurus Rumah Tangga, Jumlahnya Turun 61 Ribu
- 2,46% Rumah Tangga di Palu Masih Andalkan Air Hujan untuk Minum
- 40% Gen Z Pilih Nikah di KUA, Uang Lebih Diprioritaskan untuk Kehidupan Setelah Menikah
Orasi Mahasiswi Untad Viral, Polda Sulteng: Kritik Boleh, Tapi Jangan Menghina
.jpg)
Keterangan Gambar : Mahasiswi Untad berorasi dalam aksi demonstrasi di depan kantor DPRD Sulawesi Tengah, Senin (25/8/2025) - Kasubbid Penmas Polda Sulteng, AKBP Sugeng Lestari. (Foto: IST)
Likeindonesia.com, PALU - Potongan orasi mahasiswi Universitas Tadulako (Untad) dalam aksi demonstrasi di depan kantor DPRD Sulawesi Tengah, Senin (25/8/2025), ramai diperbincangkan. Kalimat sindiran “Maaf, mereka tidak kuliah?” memicu pro dan kontra di media sosial.
Sejumlah warganet menilai ucapan itu merendahkan profesi kepolisian. Tak tinggal diam, aparat kepolisian merespons dengan mengunggah video kelulusan personel, memperlihatkan banyak di antaranya telah menempuh pendidikan hingga jenjang S1 dan S2.
Baca Lainnya :
- Makan Siang Program MBG, Puluhan Siswa di Palu Dilarikan ke RS
- Tri Perluas Jaringan di Palu, Internet Hemat dan Cepat Kini Menjangkau Pelosok Sulawesi Tengah
- Petani Tolitoli Duduki DPRD Sulteng, Tuntut Penyelesaian Konflik Lahan Sawit
- 14 Truk Dikerahkan untuk Uji Beban Jembatan Palu IV
- UMKM Berpeluang Kelola Tambang, Bahlil: Anak Daerah Harus Jadi Tuan di Negeri Sendiri
Di sisi lain, aksi mahasiswa yang awalnya berjalan damai sempat berujung ricuh. Massa membakar ban bekas, melempar batu, hingga merusak pagar gedung DPRD.
Menanggapi situasi tersebut, Kasubbid Penmas Polda Sulteng, AKBP Sugeng Lestari, mengingatkan agar mahasiswa tetap menjaga etika dalam menyuarakan aspirasi.
"Kami terbuka terhadap kritik, tapi harus disampaikan dengan etika dan tidak provokatif," tegas Sugeng dalam keterangan tertulisnya, Kamis (28/8/2025).
Menurut Sugeng, sindiran itu tidak mencerminkan sikap intelektual seorang mahasiswa.
"Kami memahami dinamika aksi, tapi jangan sampai kritik dibungkus dengan penghinaan. Banyak personel kami lulusan S1, S2 bahkan ada yang memiliki gelar Doktor," pungkasnya. (Bim/Nl)










