- 2.540 Pekerja di Sulteng Kena PHK Sepanjang Januari-September 2026
- Salena Dilanda Krisis Air Bersih, Sungai Mengering akibat El Nino
- Ratusan Personel Gabungan Gerebek Lokasi Peredaran Narkoba di Kayumalue, 7 Orang Diamankan
- Antrean Solar di SPBU Diponegoro Palu Berujung Penganiayaan, Sopir Truk Dipukul Pakai Batako
- Aturan Wajib Halal Berlaku 18 Oktober, BPJPH Wanti-wanti Penipuan Berkedok Sanksi
- Kabut Asap Karhutla Meluas di Sulteng, Gubernur Imbau Warga Pakai Masker
- Sarang Narkoba di Tavanjuka Palu Digerebek, Bong hingga Senjata Tajam Diamankan
- Biaya Haji 2027 Turun, Jemaah Dapat Subsidi Pemerintah Rp3,2 Juta
- Kenaikan Harga Cabai di Sulteng, Rawit Merah Tembus Rp115 Ribu per Kg
- KONI Sulteng Dukung 7 Atlet Panahan Berlaga di Kejurnas Senior 2026
2.540 Pekerja di Sulteng Kena PHK Sepanjang Januari-September 2026

Keterangan Gambar : Ilustrasi. (Foto: iStockphoto)
Likeindonesia.com, PALU - Sebanyak 2.540 pekerja di Sulawesi Tengah (Sulteng) tercatat terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) selama Januari hingga September 2026.
Data sistem Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) Kementerian Ketenagakerjaan mencatat, jumlah pekerja yang melaporkan terkena PHK secara nasional mencapai 63.789 orang pada periode yang sama.
Baca Lainnya :
- Polda Sulteng Jadwalkan Pemeriksaan Para Leader OMC Wilayah Pekan Ini
- Operasi Patuh Tinombala 2025 Dimulai, 729 Personel Dikerahkan untuk Tertib Lalu Lintas di Sulteng
- Hari Pajak Nasional 2025, Anwar Hafid Ajak Warga: Mari Berani Bayar Pajak
- Sulteng Kembali Tembus Final Indonesia Derby 2025 Lewat Tangan Pelatih Edo Apriansyah
- Sepekan Tak Pulang, Dua Nelayan Laulalang Tolitoli Dalam Pencarian
Di Sulteng, jumlah PHK tertinggi terjadi pada Agustus 2026 dengan 1.275 pekerja. Angka tersebut menempatkan Sulteng sebagai provinsi dengan jumlah pekerja terkena PHK tertinggi secara nasional pada bulan tersebut.
Berdasarkan data bulanan, jumlah pekerja yang terkena PHK di Sulteng tercatat sebanyak 98 orang pada Januari, 97 orang pada Februari, 171 orang pada Maret, 166 orang pada April, dan 274 orang pada Mei.
Selanjutnya, jumlah tersebut mencapai 130 orang pada Juni dan meningkat menjadi 277 orang pada Juli.
Pada Agustus, angka PHK melonjak menjadi 1.275 orang, sebelum turun menjadi 52 orang pada September 2026. (nul)









