- Ketua DPRD se-Sulteng Dorong Penguatan Sinergi Pembangunan Daerah
- 459 Ton Durian Sulteng Diekspor ke Tiongkok, Digadang Jadi Ikon Baru Nasional
- Pemerintah Buka 35 Ribu Loker KDKMP dan KNMP, Pelamar yang Lolos Jadi Pegawai BUMN
- Ketika Pemerintah Daerah Menyewa Influencer, Sebuah Jalan Pintas?
- Ketua DPRD Kota Palu Ikuti Retret Ketua DPRD se-Indonesia di Akmil Magelang
- Gubernur Anwar Hafid Ungkap Rencana Alun-alun Ikonik di Palu, Konsepnya Mirip Halaman Istana Negara
- Nambaso Fest 2026 Resmi Dibuka, Digelar Meriah Tanpa Membebani Anggaran Daerah
- HUT ke-62 Sulteng, Gubernur Tekankan Pemerataan Kesejahteraan di Seluruh Daerah
- Turun Langsung ke Desa Dalaka, Gubernur Sulteng Tancap Gas Perbaiki Jalan dan Layanan Warga
- Liga 4 Piala Gubernur Sulteng Resmi Bergulir, Talenta Muda Didorong Berprestasi Lewat Sepak Bola
BPS: Warga dengan Pengeluaran Kurang dari Rp20.305 per Hari Masuk Kategori Miskin

Keterangan Gambar : Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, Ateng Hartono dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta, Jumat (25/7/2025). (Foto: Youtube BPS Statistics/Tangkapan Layar)
Likeindonesia.com, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) menetapkan garis kemiskinan terbaru untuk periode Maret 2025 sebesar Rp609.160 per kapita per bulan, atau setara Rp20.305 per hari. Artinya, jika pengeluaran seseorang per harinya di bawah angka tersebut, maka ia dikategorikan sebagai penduduk miskin.
“Yang dinamakan penduduk miskin adalah pada saat pengeluarannya berada di bawah garis kemiskinan. Garis kemiskinan Maret 2025 berdasarkan Susenas sebesar Rp609.160 per kapita per bulan,” ujar Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, Ateng Hartono, menjelaskan, dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta, Jumat (25/7/2025).
Baca Lainnya :
- BNN RI: 312 Ribu Remaja Indonesia Terindikasi Gunakan Narkoba
- 42 Ribu Pekerja Kena PHK hingga Juni 2025, Menaker RI: Penyebabnya Macam-Macam
- Ada Apa dengan Kopi Susu Gula Aren di Google Doodle Hari Ini? Berikut Cerita di Baliknya
- Kunjungi Sibolga, Akbar Supratman Langsung Cicip Lontong Legendaris
- Kemenag Bakal Gelar Nikah Massal di Seluruh Kota, Gratis Biaya Make Up hingga Mahar
Dari angka tersebut, sekitar 74,58 persen pengeluaran penduduk miskin dihabiskan untuk makanan, yaitu sebesar Rp454.299 per bulan. Sementara 25,42 persen sisanya atau Rp154.861 digunakan untuk kebutuhan non-makanan seperti tempat tinggal, pendidikan, dan kesehatan.
Kondisi ini menunjukkan sempitnya ruang finansial keluarga miskin yang lebih banyak difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar.
Dari sisi wilayah, garis kemiskinan di daerah perkotaan tercatat sebesar Rp629.561 per kapita per bulan atau naik 2,24 persen, sedangkan di daerah pedesaan sebesar Rp580.349 atau naik 2,42 persen.
Data ini diambil dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) pada Februari 2025. BPS mempercepat pelaksanaan survei karena bulan Maret bertepatan dengan Ramadan yang dinilai memengaruhi pola konsumsi rumah tangga. Survei tersebut melibatkan 345 ribu rumah tangga yang tersebar di 514 kabupaten/kota dan 38 provinsi. (Nul)










