- Tim SAR Selamatkan Remaja Perempuan dari Atas Tower PLN di Tipo
- UMKM Sulteng Mulai Didorong Go Global, Gerakan 1.000 Pelaku Usaha Ekspor Resmi Dideklarasikan
- Jokowi Dijadwalkan Sambangi Palu, Bakal Resmikan Kantor DPW PSI Sulteng
- Le Na Jodoh, ADISTA Tak Jadi Tampil di Konser HUT Kota Palu ke-48
- Pemerintah Siapkan Skema Kuliah Gratis di PTN, Pelaksanaan Akan Bertahap
- Makin Sedikit Warga Sulteng yang Fokus Mengurus Rumah Tangga, Jumlahnya Turun 61 Ribu
- 2,46% Rumah Tangga di Palu Masih Andalkan Air Hujan untuk Minum
- 40% Gen Z Pilih Nikah di KUA, Uang Lebih Diprioritaskan untuk Kehidupan Setelah Menikah
- Catat Jamnya! 25 September Ada Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Enam Wilayah Sulteng, Termasuk Palu
- Influenza Tipe A Super Flu Merebak di RI, Anak-Anak Paling Banyak Terinfeksi
BNN RI: 312 Ribu Remaja Indonesia Terindikasi Gunakan Narkoba

Keterangan Gambar : Kepala BNN RI, Komjen Pol Marthinus Hukom, saat diwawancarai wartawan di Universitas Tadulako (Untad), Palu, Selasa (22/7) sore. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Penyalahgunaan narkoba masih menjadi tantangan serius di Indonesia.
Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) mencatat, sekitar 3,33 juta penduduk Indonesia terindikasi menyalahgunakan narkoba.
Baca Lainnya :
- 42 Ribu Pekerja Kena PHK hingga Juni 2025, Menaker RI: Penyebabnya Macam-Macam
- Usai Kebakaran Pasar Inpres Palu, Pedagang Harapkan Bantuan Pembangunan Kembali
- Damkarmat Palu Kerahkan 9 Unit Armada, Api Berhasil Dikuasai Setelah Satu Jam Pemadaman
- BNNP Sulteng Resmi Tempati Gedung Baru Pasca Kerusakan Akibat Bencana 2018
- Swiss-Belhotel Silae Palu Hadirkan Paket Pernikahan Eksklusif yang Mewah dan Terjangkau
Dari jumlah tersebut, 312 ribu di antaranya berasal dari kalangan remaja.
Merespons kondisi tersebut, BNN RI menggelar kuliah umum tentang bahaya narkoba di Universitas Tadulako (Untad), Palu, Selasa (22/7) sore.
Kegiatan ini diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Palu dan sekitarnya.
Kepala BNN RI, Komjen Pol Marthinus Hukom, menilai kalangan mahasiswa memiliki peran penting dalam memutus rantai penyebaran narkoba.
Menurutnya, kampus merupakan tempat strategis untuk menanamkan pemahaman soal bahaya narkoba, mengingat mahasiswa adalah bagian dari generasi produktif dan calon pemimpin masa depan.
“Lingkungan civitas akademika tugas mulianya adalah membangun sumber daya manusia, mempersiapkan anak muda menjadi pimpinan yang akan datang,” ujarnya.
Selain itu, Marthinus menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan di masyarakat.
Dengan bekal ilmu dan kemampuan berpikir kritis, mereka dinilai mampu menjadi garda terdepan dalam menyebarkan informasi sekaligus mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungannya.
“Mereka harus menjadi agen perubahan, agen moral dalam melakukan pencegahan, karena mereka punya kemampuan kritis. Informasi tentang narkoba penting bagi mereka,” tegasnya.
BNN juga menyoroti kecenderungan remaja yang mudah terpapar narkoba karena rasa ingin tahu dan pengaruh teman sebaya.
Oleh karena itu, pendekatan pencegahan di usia remaja dinilai menjadi langkah krusial.
“Remaja itu ada 312 ribu orang dari 3,33 juta penyalahguna. Jumlahnya memang kecil, tapi mereka rentan. Ada dua fenomena: rasa ingin tahu dan pengaruh teman. Maka fokus kami ada di situ,” tambah Marthinus.
Melalui pendekatan edukatif seperti kuliah umum ini, BNN berharap mahasiswa tak hanya terhindar dari jerat narkoba, tetapi juga aktif mengampanyekan perlawanan terhadap peredaran gelap narkotika di lingkungannya. (Rul)










