- Jokowi Dijadwalkan Sambangi Palu, Bakal Resmikan Kantor DPW PSI Sulteng
- Le Na Jodoh, ADISTA Tak Jadi Tampil di Konser HUT Kota Palu ke-48
- Pemerintah Siapkan Skema Kuliah Gratis di PTN, Pelaksanaan Akan Bertahap
- Makin Sedikit Warga Sulteng yang Fokus Mengurus Rumah Tangga, Jumlahnya Turun 61 Ribu
- 2,46% Rumah Tangga di Palu Masih Andalkan Air Hujan untuk Minum
- 40% Gen Z Pilih Nikah di KUA, Uang Lebih Diprioritaskan untuk Kehidupan Setelah Menikah
- Catat Jamnya! 25 September Ada Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Enam Wilayah Sulteng, Termasuk Palu
- Influenza Tipe A Super Flu Merebak di RI, Anak-Anak Paling Banyak Terinfeksi
- KONI Sulteng Dorong PBFI Tingkatkan Pembinaan dan Prestasi Atlet
- Cegah Pungli, Polri Siapkan Mesin Cetak SKCK Mandiri Mulai 2027, Tak Perlu Lagi ke Kantor Polisi
BNNP Sulteng Resmi Tempati Gedung Baru Pasca Kerusakan Akibat Bencana 2018

Keterangan Gambar : Momen pengguntingan pita BNNP Sulteng yang menandai telah resmi menempati gedung baru di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Palu. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu — Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tengah resmi menempati gedung barunya di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Palu, setelah tujuh tahun beroperasi di kantor sementara, akibat kerusakan parah pada bangunan lama pasca gempa bumi dan tsunami 2018.
Gedung baru BNNP Sulteng berdiri di atas lahan hibah seluas 2 (dua) hektare dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
Baca Lainnya :
- Swiss-Belhotel Silae Palu Hadirkan Paket Pernikahan Eksklusif yang Mewah dan Terjangkau
- Polres Morowali Utara Tetapkan 8 Tersangka Usai Bentrokan Dua Kelompok Warga
- Perempuan di Ujuna Diamankan Saat Membawa Empat Paket Sabu
- Sulteng Kirim 396 Pegiat Olahraga ke FORNAS VIII NTB
- Skater Palu Minta Area Skateboard di Taman Gor Ditingkatkan
Pembangunan dimulai pada 2024 dengan anggaran sebesar Rp17,1 miliar yang bersumber dari dana Bank Dunia.
Gedung seluas 1.041 meter persegi ini dilengkapi dengan pos penjagaan sebagai fasilitas utama tahap pertama.
“Sejak 2019 hingga sekarang kami berkantor di lokasi sementara di Jalan Dewi Sartika. Alhamdulillah, pada 2024 pembangunan gedung permanen akhirnya bisa dimulai,” ungkap Kepala BNNP Sulteng, Brigjen Pol. Ferdinand Maksi Pasule dalam laporannya.
Ia menambahkan, pembangunan tahap kedua dijadwalkan akan dilaksanakan melalui anggaran perubahan tahun ini, dengan estimasi Rp2,1 miliar.
Dana tersebut akan dialokasikan untuk kelengkapan fasilitas penunjang seperti pendingin ruangan, sistem CCTV, genset, tata suara, serta akses jalan masuk.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Morowali juga telah menghibahkan bangunan untuk fasilitas rehabilitasi bagi pecandu narkoba.
Mewakili Gubernur Sulawesi Tengah, Staf Ahli Bidang SDM dan Pengembangan Wilayah, Ihsan Basir menyebut pembangunan gedung ini sebagai simbol pemulihan sekaligus komitmen daerah dalam memerangi narkotika.
“Gedung ini bukan hanya simbol fisik pemulihan pasca bencana, tapi komitmen kita yang tidak pernah goyah dalam menghadapi serta memberantas penyalahgunaan dan peredaran narkotika,” ujarnya.
Kepala BNN RI, Komjen Pol Marthinus Hukom yang hadir meresmikan gedung turut menekankan pentingnya dukungan lintas sektor dalam penanganan masalah narkoba yang disebutnya sebagai isu multidisipliner.
“Kunci utama dalam perang terhadap narkoba adalah kolaborasi yang dibangun di atas kepercayaan antar pihak. BNNP Sulawesi Tengah kini telah ditempatkan sebagai institusi yang sangat urgen hadir di tengah masyarakat,” kata Marthinus dalam sambutannya.
Ia juga menyoroti pendekatan rehabilitasi sebagai langkah kemanusiaan yang perlu terus diperkuat.
“Pendekatan rehabilitasi adalah pendekatan humanis bagi para korban penyalahgunaan narkoba. Kantor ini harus dimaknai sebagai wujud pelayanan kepada masyarakat.”
Acara peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita oleh Kepala BNN RI, disaksikan oleh perwakilan Pemprov Sulteng dan para undangan dari unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, serta pelajar.
Gedung baru ini diharapkan memperkuat peran BNNP Sulteng dalam pencegahan, penindakan, dan rehabilitasi narkoba di wilayah yang masih rentan terhadap peredaran gelap zat terlarang tersebut. (Rul)










