- Ketua DPRD se-Sulteng Dorong Penguatan Sinergi Pembangunan Daerah
- 459 Ton Durian Sulteng Diekspor ke Tiongkok, Digadang Jadi Ikon Baru Nasional
- Pemerintah Buka 35 Ribu Loker KDKMP dan KNMP, Pelamar yang Lolos Jadi Pegawai BUMN
- Ketika Pemerintah Daerah Menyewa Influencer, Sebuah Jalan Pintas?
- Ketua DPRD Kota Palu Ikuti Retret Ketua DPRD se-Indonesia di Akmil Magelang
- Gubernur Anwar Hafid Ungkap Rencana Alun-alun Ikonik di Palu, Konsepnya Mirip Halaman Istana Negara
- Nambaso Fest 2026 Resmi Dibuka, Digelar Meriah Tanpa Membebani Anggaran Daerah
- HUT ke-62 Sulteng, Gubernur Tekankan Pemerataan Kesejahteraan di Seluruh Daerah
- Turun Langsung ke Desa Dalaka, Gubernur Sulteng Tancap Gas Perbaiki Jalan dan Layanan Warga
- Liga 4 Piala Gubernur Sulteng Resmi Bergulir, Talenta Muda Didorong Berprestasi Lewat Sepak Bola
Damkarmat Palu Kerahkan 9 Unit Armada, Api Berhasil Dikuasai Setelah Satu Jam Pemadaman

Keterangan Gambar : Kepala Damkarmat Kota Palu, Hasan Lahinding, saat diwawancarai oleh wartawan Selasa (22/7) malam. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu — Kebakaran yang menghanguskan belasan kios di kawasan Pasar Inpres Manonda akhirnya berhasil dipadamkan.
Sekira satu jam lebih upaya pemadaman, api akhirnya bisa dikuasai.
Baca Lainnya :
- BNNP Sulteng Resmi Tempati Gedung Baru Pasca Kerusakan Akibat Bencana 2018
- Swiss-Belhotel Silae Palu Hadirkan Paket Pernikahan Eksklusif yang Mewah dan Terjangkau
- Perempuan di Ujuna Diamankan Saat Membawa Empat Paket Sabu
- Skater Palu Minta Area Skateboard di Taman Gor Ditingkatkan
- Palu Masuk 15 Besar Kota dengan Kualitas Lingkungan Terbaik di Indonesia
Api yang membesar sejak pukul 18.25 WITA itu melalap sedikitnya 13 kios, terdiri dari bangunan permanen di bagian depan dan semi permanen di belakang.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Palu, Hasan Lahinding, mengungkapkan pihaknya mengerahkan total 9 unit armada.
“Kalau unitnya sendiri, dari Damkarmat Palu ada 9 unit, dibantu juga oleh BPBD, Brimob, Damkar Provinsi, dan Dinas Lingkungan Hidup,” ujar Hasan kepada media ini di lokasi kejadian, Selasa (22/7) malam.
Menurutnya, kendala utama dalam proses pemadaman adalah suplai air yang terbatas, sehingga memerlukan bantuan tambahan dari instansi lain untuk mempercepat penanganan.
Unit pertama yang diterjunkan sebanyak lima armada, namun kesulitan sumber air membuat tim harus memutar strategi.
“Kesulitannya di suplai air, makanya tadi datang (dibantu) dari dinas lain kita melakukan penindakan cepat,” tambahnya.
Belum diketahui pasti penyebab kebakaran.
Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan di lokasi kejadian.
Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini. (Rul)










