- Tim SAR Selamatkan Remaja Perempuan dari Atas Tower PLN di Tipo
- UMKM Sulteng Mulai Didorong Go Global, Gerakan 1.000 Pelaku Usaha Ekspor Resmi Dideklarasikan
- Jokowi Dijadwalkan Sambangi Palu, Bakal Resmikan Kantor DPW PSI Sulteng
- Le Na Jodoh, ADISTA Tak Jadi Tampil di Konser HUT Kota Palu ke-48
- Pemerintah Siapkan Skema Kuliah Gratis di PTN, Pelaksanaan Akan Bertahap
- Makin Sedikit Warga Sulteng yang Fokus Mengurus Rumah Tangga, Jumlahnya Turun 61 Ribu
- 2,46% Rumah Tangga di Palu Masih Andalkan Air Hujan untuk Minum
- 40% Gen Z Pilih Nikah di KUA, Uang Lebih Diprioritaskan untuk Kehidupan Setelah Menikah
- Catat Jamnya! 25 September Ada Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Enam Wilayah Sulteng, Termasuk Palu
- Influenza Tipe A Super Flu Merebak di RI, Anak-Anak Paling Banyak Terinfeksi
Damkarmat Palu Kerahkan 9 Unit Armada, Api Berhasil Dikuasai Setelah Satu Jam Pemadaman

Keterangan Gambar : Kepala Damkarmat Kota Palu, Hasan Lahinding, saat diwawancarai oleh wartawan Selasa (22/7) malam. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu — Kebakaran yang menghanguskan belasan kios di kawasan Pasar Inpres Manonda akhirnya berhasil dipadamkan.
Sekira satu jam lebih upaya pemadaman, api akhirnya bisa dikuasai.
Baca Lainnya :
- BNNP Sulteng Resmi Tempati Gedung Baru Pasca Kerusakan Akibat Bencana 2018
- Swiss-Belhotel Silae Palu Hadirkan Paket Pernikahan Eksklusif yang Mewah dan Terjangkau
- Perempuan di Ujuna Diamankan Saat Membawa Empat Paket Sabu
- Skater Palu Minta Area Skateboard di Taman Gor Ditingkatkan
- Palu Masuk 15 Besar Kota dengan Kualitas Lingkungan Terbaik di Indonesia
Api yang membesar sejak pukul 18.25 WITA itu melalap sedikitnya 13 kios, terdiri dari bangunan permanen di bagian depan dan semi permanen di belakang.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Palu, Hasan Lahinding, mengungkapkan pihaknya mengerahkan total 9 unit armada.
“Kalau unitnya sendiri, dari Damkarmat Palu ada 9 unit, dibantu juga oleh BPBD, Brimob, Damkar Provinsi, dan Dinas Lingkungan Hidup,” ujar Hasan kepada media ini di lokasi kejadian, Selasa (22/7) malam.
Menurutnya, kendala utama dalam proses pemadaman adalah suplai air yang terbatas, sehingga memerlukan bantuan tambahan dari instansi lain untuk mempercepat penanganan.
Unit pertama yang diterjunkan sebanyak lima armada, namun kesulitan sumber air membuat tim harus memutar strategi.
“Kesulitannya di suplai air, makanya tadi datang (dibantu) dari dinas lain kita melakukan penindakan cepat,” tambahnya.
Belum diketahui pasti penyebab kebakaran.
Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan di lokasi kejadian.
Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini. (Rul)










