- Jokowi Dijadwalkan Sambangi Palu, Bakal Resmikan Kantor DPW PSI Sulteng
- Le Na Jodoh, ADISTA Tak Jadi Tampil di Konser HUT Kota Palu ke-48
- Pemerintah Siapkan Skema Kuliah Gratis di PTN, Pelaksanaan Akan Bertahap
- Makin Sedikit Warga Sulteng yang Fokus Mengurus Rumah Tangga, Jumlahnya Turun 61 Ribu
- 2,46% Rumah Tangga di Palu Masih Andalkan Air Hujan untuk Minum
- 40% Gen Z Pilih Nikah di KUA, Uang Lebih Diprioritaskan untuk Kehidupan Setelah Menikah
- Catat Jamnya! 25 September Ada Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Enam Wilayah Sulteng, Termasuk Palu
- Influenza Tipe A Super Flu Merebak di RI, Anak-Anak Paling Banyak Terinfeksi
- KONI Sulteng Dorong PBFI Tingkatkan Pembinaan dan Prestasi Atlet
- Cegah Pungli, Polri Siapkan Mesin Cetak SKCK Mandiri Mulai 2027, Tak Perlu Lagi ke Kantor Polisi
Gempa di Poso Tewaskan Jemaat Gereja, Warga: Korban Berusaha Keluar, Tetapi Tertimpa Reruntuhan

Keterangan Gambar : Keluarga korban gempa Poso, Nosin Sole, menceritakan detik-detik peristiwa gempa yang meruntuhkan bangunan gereja. (Foto: Riski Budiman/TVRI)
Likeindonesia.com, Poso – Seorang jemaat Gereja Elim Desa Masani, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, dilaporkan meninggal dunia akibat gempa bumi bermagnitudo 5,8 yang mengguncang wilayah Poso, Minggu (17/8/2025).
Korban bernama Katrin Kande (50 th) meninggal dunia setelah tertimpa reruntuhan bangunan gereja saat mengikuti ibadah pagi.
Baca Lainnya :
- Hacked By BARZXPLOIT
- BMKG Pastikan Gempa Poso Bermagnitudo 5,8, Susulan Capai 25 Kali
- 29 Warga Luka-Luka Akibat Gempa M5,8 di Poso
- Gempa Magnitudo 5,8 di Poso Dipicu Sesar Tokokaru, BMKG Catat 10 Gempa Susulan
- Hacked By Mr.SonicX
Katrin sempat dilarikan ke RSUD Poso dan menjalani perawatan intensif.
Namun, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal pada Minggu malam sekitar pukul 21.00 WITA.
Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka di Desa Masani.
Keluarga korban, Nosin Sole, menceritakan detik-detik peristiwa gempa yang meruntuhkan bangunan gereja.
“Ketika pembacaan firman Tuhan, tiba-tiba gemuruh gempa itu sepertinya akan rubuh bangunan. Orang sudah berhamburan menyelamatkan diri,” kata Nosin.
Ia menjelaskan, posisi korban saat berusaha keluar justru tertimpa bangunan yang rubuh bersama tiang-tiang lama gereja.
“Begitu kami menyelamatkan korban, ternyata almarhumah sudah tidak tertolong. Ia sempat dirawat di RSUD Poso, namun akhirnya dinyatakan meninggal pada pukul 21.00 WITA,” ujarnya.
Selain korban meninggal, sedikitnya 15 jemaat lainnya masih dirawat di RSUD Poso akibat luka serius.
Sebagian besar dilaporkan dalam kondisi kritis. (Rul)










