- Disambut KONI Sulteng, Atlet ASKI Pulang Bawa Dua Medali Emas dari Kejurnas di Jakarta
- Hari Kartini ke-147, Perempuan Sulteng Diajak Jadi Penggerak dari Keluarga hingga Pembangunan Daerah
- Berani Gowes, Komunitas Sekte Sepeda Tuntaskan 600 Km Luwuk–Palu dalam 6 Hari
- Rico Djanggola Siap Implementasikan Arahan Presiden Terkait Dukungan Asta Cita
- Harga LPG Non Subsidi Naik Serentak, Tabung 12 Kg di Sulteng Tembus Rp 230 Ribu
- Ketua DPRD se-Sulteng Dorong Penguatan Sinergi Pembangunan Daerah
- 459 Ton Durian Sulteng Diekspor ke Tiongkok, Digadang Jadi Ikon Baru Nasional
- Pemerintah Buka 35 Ribu Loker KDKMP dan KNMP, Pelamar yang Lolos Jadi Pegawai BUMN
- Ketika Pemerintah Daerah Menyewa Influencer, Sebuah Jalan Pintas?
- Ketua DPRD Kota Palu Ikuti Retret Ketua DPRD se-Indonesia di Akmil Magelang
Gempa di Poso Tewaskan Jemaat Gereja, Warga: Korban Berusaha Keluar, Tetapi Tertimpa Reruntuhan

Keterangan Gambar : Keluarga korban gempa Poso, Nosin Sole, menceritakan detik-detik peristiwa gempa yang meruntuhkan bangunan gereja. (Foto: Riski Budiman/TVRI)
Likeindonesia.com, Poso – Seorang jemaat Gereja Elim Desa Masani, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, dilaporkan meninggal dunia akibat gempa bumi bermagnitudo 5,8 yang mengguncang wilayah Poso, Minggu (17/8/2025).
Korban bernama Katrin Kande (50 th) meninggal dunia setelah tertimpa reruntuhan bangunan gereja saat mengikuti ibadah pagi.
Baca Lainnya :
- Hacked By BARZXPLOIT
- BMKG Pastikan Gempa Poso Bermagnitudo 5,8, Susulan Capai 25 Kali
- 29 Warga Luka-Luka Akibat Gempa M5,8 di Poso
- Gempa Magnitudo 5,8 di Poso Dipicu Sesar Tokokaru, BMKG Catat 10 Gempa Susulan
- Hacked By Mr.SonicX
Katrin sempat dilarikan ke RSUD Poso dan menjalani perawatan intensif.
Namun, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal pada Minggu malam sekitar pukul 21.00 WITA.
Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka di Desa Masani.
Keluarga korban, Nosin Sole, menceritakan detik-detik peristiwa gempa yang meruntuhkan bangunan gereja.
“Ketika pembacaan firman Tuhan, tiba-tiba gemuruh gempa itu sepertinya akan rubuh bangunan. Orang sudah berhamburan menyelamatkan diri,” kata Nosin.
Ia menjelaskan, posisi korban saat berusaha keluar justru tertimpa bangunan yang rubuh bersama tiang-tiang lama gereja.
“Begitu kami menyelamatkan korban, ternyata almarhumah sudah tidak tertolong. Ia sempat dirawat di RSUD Poso, namun akhirnya dinyatakan meninggal pada pukul 21.00 WITA,” ujarnya.
Selain korban meninggal, sedikitnya 15 jemaat lainnya masih dirawat di RSUD Poso akibat luka serius.
Sebagian besar dilaporkan dalam kondisi kritis. (Rul)










