- Kabar Baik, Kabut Asap di Sulawesi Diprediksi Berkurang 5 Hari ke Depan, Ada Pengaruh Siklon Champi
- Kualitas Udara Masih Tak Sehat, Pembelajaran TK-SMP di Palu Diberlakukan secara Daring Selama 3 Hari
- Pemerintah Resmi Tunda Batas Wajib Sertifikasi Halal hingga Oktober 2028
- Warga Sulteng Diimbau Perkuat Doa dan Ibadah Hadapi Kabut Asap
- Udara Palu Makin Memburuk, PM2.5 Capai 205 Mikrogram dan Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat
- Festival Danau Poso 2026 Resmi Dibuka, Gubernur Sulteng Ajak Warga Jaga Budaya dan Lingkungan
- Ferry Irwandi Inisiasi Patungan untuk Hutan, Raup Donasi Rp10,5 Miliar
- Bupati Sigi Buka Suara soal Jenazah Mantan Kades Diantar Pakai Ojek, Upayakan Akses Jalan Memadai
- KONI Sulteng Apresiasi Perkembangan Kickboxing dalam Musprov II KBI
- Lapor ke Prabowo, Kepala BNPB Sebut Karhutla Diprediksi Mereda Mulai Pertengahan Oktober
Kabar Baik, Kabut Asap di Sulawesi Diprediksi Berkurang 5 Hari ke Depan, Ada Pengaruh Siklon Champi

Keterangan Gambar : Citra satelit BMKG menunjukkan siklus tropis Champi, Senin (19/10/2026). (Foto: BMKG SPAG Lore Lindu Bariri)
Likeindonesia.com, PALU - Sebaran asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti wilayah Sulawesi diprediksi sedikit berkurang dalam lima hari ke depan. Kondisi ini dipengaruhi oleh sirkulasi Siklon Tropis Champi yang memengaruhi pola angin dan pergerakan asap di wilayah Indonesia Timur.
BMKG Stasiun Pemantau Atmosfer Global (SPAG) Lore Lindu Bariri melaporkan pada Senin (19/10/2026), Siklon Champi atau Super Typhoon Champi (96W) terpantau di Belahan Bumi Utara, tepatnya di sebelah timur Filipina dan Guam. Pusaran badai tersebut memengaruhi sirkulasi cuaca dan arah angin di wilayah Indonesia Timur.
Baca Lainnya :
- Polda Sulteng Jadwalkan Pemeriksaan Para Leader OMC Wilayah Pekan Ini
- Operasi Patuh Tinombala 2025 Dimulai, 729 Personel Dikerahkan untuk Tertib Lalu Lintas di Sulteng
- Hari Pajak Nasional 2025, Anwar Hafid Ajak Warga: Mari Berani Bayar Pajak
- Sulteng Kembali Tembus Final Indonesia Derby 2025 Lewat Tangan Pelatih Edo Apriansyah
- Sepekan Tak Pulang, Dua Nelayan Laulalang Tolitoli Dalam Pencarian
Kehadiran Siklon Champi yang diprediksi berpengaruh hingga 23 Oktober 2026 turut memengaruhi pergerakan asap karhutla dari Papua Selatan dan Maluku. Asap tersebut bergerak ke arah barat laut, melintasi Maluku Utara, hingga mencapai sebagian wilayah Sulawesi.
Selain itu, palung yang berkaitan dengan Siklon Champi berpotensi memicu pertumbuhan awan hujan di Sulawesi bagian utara, Maluku Utara, dan Papua Barat Daya. Khusus di Sulawesi Tengah bagian utara, wilayah Tolitoli dan Buol berpeluang mengalami hujan lokal yang dapat membantu mengurangi partikel asap di udara.
“Dalam lima hari ke depan, paparan asap diprediksi sedikit berkurang, meski tidak merata,” demikian laporan BMKG SPAG Lore Lindu Bariri, Senin (19/10/2026).
Meski diprediksi sedikit berkurang, ancaman asap masih perlu diwaspadai selama titik api di Morowali, Morowali Utara, Tojo Una-Una, Maluku, dan Papua masih aktif. Angin kencang juga dapat mengurangi lapisan asap tipis untuk sementara.
Setelah pengaruh Siklon Champi berkurang, angin timuran dari Monsun Australia diperkirakan kembali ke pola normal. Kondisi ini berpotensi membuat sebaran asap karhutla ke wilayah Sulawesi tetap tinggi. Karena itu, prediksi penurunan paparan asap dalam lima hari ke depan bukan berarti ancaman kabut asap telah berakhir. (nul)









