- 10 Pilihan Web untuk Mengikuti Perkembangan Story dari Profil Publik
- 7 Website yang Memudahkan Kamu Mengikuti Beragam Informasi dari Aceh
- Karakteristik Permainan Digital AvandaGame yang Menyediakan Game Online Melalui Browser
- 10 Platform Download Konten Instagram yang Mendukung Berbagai Jenis Media
- 10 Platform Download Video TikTok yang Mudah Dijangkau melalui Browser
- Morowali-Palu Masuk 15 Besar Daerah dengan Biaya Hidup Termahal di Sulawesi
- Kemensos Akui Bansos Dianggap Gaji Rutin, Penerima Disebut Bisa Demotivasi
- Cara Melatih Listening untuk Mendukung Percakapan Bahasa Inggris
- 9 Website untuk Membantu Mencari Kunci Lagu Saat Belajar Gitar
- Koleksi Hijab HijabyZakia untuk Melengkapi Fashion Sehari-hari
Orang Superkaya di Indonesia Diproyeksi Bertambah 81,7 Persen dalam 5 Tahun, Ungguli Amerika

Keterangan Gambar : Ilustrasi. (Foto: iStockphoto)
Likeindonesia.com, JAKARTA - Jumlah orang superkaya atau ultra-high-net-worth individuals (UHNWI) di Indonesia diproyeksikan bertambah 81,7 persen dalam lima tahun ke depan. Pertumbuhan tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan negara-negara lain yang masuk dalam proyeksi Knight Frank.
Dilansir dari Visual Capitalist, orang yang masuk kategori superkaya dalam proyeksi ini merupakan individu dengan kekayaan bersih sedikitnya US$30 juta atau sekitar Rp537 miliar, dengan asumsi kurs Rp17.900 per dolar AS.
Baca Lainnya :
- Kemenag Bakal Gelar Nikah Massal di Seluruh Kota, Gratis Biaya Make Up hingga Mahar
- Neo Japan Peringatkan: Ulah Oknum WNI Bisa Tutup Peluang Ribuan Pekerja di Jepang
- Atlet PON Riau Kecewa, Bonus Tak Cair Sementara Bocah Aura Farming Dapat Rp20 Juta
- Pendiri Twitter Luncurkan Bitchat, Solusi Komunikasi Saat Internet Mati
- Tarif 32 Persen AS Mengancam Industri RI, Presiden Kirim Menko Perekonomian Untuk Negosiasi
Knight Frank memproyeksikan populasi orang superkaya di Indonesia tumbuh 81,7 persen pada periode 2026-2031. Angka tersebut mengungguli sejumlah negara lain, termasuk Amerika Serikat yang diproyeksikan tumbuh 54,1 persen dan Singapura sebesar 46,4 persen.
Berikut 10 negara dengan proyeksi pertumbuhan populasi orang superkaya tertinggi:
1. Indonesia: 81,7 persen
2. Arab Saudi: 63,2 persen
3. Polandia: 62,6 persen
4. Vietnam: 59,0 persen
5. Australia: 58,5 persen
6. Swedia: 55,3 persen
7. Amerika Serikat: 54,1 persen
8. Rumania: 49,5 persen
9. Filipina: 48,9 persen
10. Singapura: 46,4 persen
Proyeksi tersebut hanya mencakup negara yang pada 2026 memiliki lebih dari 500 individu dengan kekayaan bersih minimal US$30 juta. Kenaikan 81,7 persen yang diproyeksikan untuk Indonesia menunjukkan potensi pertumbuhan yang signifikan dalam jumlah individu dengan kekayaan ultra-tinggi selama lima tahun mendatang.
Salah satu faktor yang dapat mendukung pertumbuhan tersebut adalah besarnya pasar domestik Indonesia. Dengan jumlah penduduk lebih dari 280 juta jiwa, Indonesia memiliki salah satu pasar konsumen terbesar di dunia.
Besarnya pasar tersebut membuka peluang pertumbuhan di berbagai sektor usaha. Ketika perusahaan berkembang dan nilai kepemilikan atau saham pemiliknya meningkat, kekayaan pengusaha dan investor juga dapat ikut bertambah.
Selain itu, pertumbuhan kekayaan baru juga berpotensi berasal dari sektor-sektor seperti komoditas, teknologi, dan keuangan digital.
Namun, tingginya persentase pertumbuhan Indonesia juga perlu dilihat dari basis awalnya. Indonesia, Arab Saudi, dan Polandia memulai dari jumlah orang superkaya yang relatif lebih sedikit dibandingkan sejumlah negara yang selama ini menjadi pusat kekayaan dunia.
Dengan basis awal yang lebih rendah, pertambahan jumlah individu superkaya dalam angka tertentu dapat menghasilkan persentase pertumbuhan yang lebih tinggi.
Fenomena tersebut juga terlihat di kawasan Asia Tenggara. Empat dari 10 negara dengan proyeksi pertumbuhan orang superkaya tercepat berada di kawasan ini, yakni Indonesia, Vietnam, Filipina, dan Singapura.
Jika ditambah Thailand, jumlah individu ultra-high-net-worth di lima negara tersebut diproyeksikan meningkat dari lebih dari 14.000 orang pada 2026 menjadi lebih dari 22.000 orang pada 2031. Artinya, dalam lima tahun diperkirakan akan muncul lebih dari 8.000 individu baru yang masuk kelompok dengan kekayaan minimal US$30 juta di lima negara tersebut.
Pertumbuhan itu turut menunjukkan semakin besarnya potensi Asia Tenggara sebagai kawasan pertumbuhan kekayaan baru. Kondisi tersebut juga membuka peluang bagi sektor yang melayani masyarakat dengan kekayaan tinggi, seperti wealth management, investasi, dan perbankan privat. (nul)









