- Peringatan 1 Muharram di Sulteng, Ribuan Jemaah Panjatkan Doa untuk Keselamatan Daerah
- Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Tembus 910 Kali hingga Jumat Pagi
- Korban Jiwa Akibat Gempa M 6,7 di Sigi Bertambah Jadi Tiga Orang
- Penemuan Mayat Tanpa Identitas di Pantai Talise Masih dalam Penyelidikan Polisi
- Lantik Pengurus Baru KONI Palu, Fathur Razaq Minta Pembinaan Atlet Diperkuat
- Gubernur Tetapkan Status Tanggap Darurat Gempa di Sigi, Parimo, Poso, dan Palu Selama 7 Hari
- Hingga Rabu Malam, Total Gempa Susulan M 6,7 Tembus 612 Kali
- Sumber Air Tertutup Longsor Pascagempa, Gubernur Sulteng Pastikan Kebutuhan Warga di Sigi Terpenuhi
- Jumlah Warga Terdampak Gempa di Sigi Capai Ribuan, 1 Korban Jiwa dan 1.360 Rumah Rusak
- Fokus Penanganan Pascagempa, Wagub Sulteng Sambangi RS dan Warga Terdampak
Pemerintah Tambah Penerima Bansos, 33,2 Juta Warga Bakal Dapat Beras 664 Ribu Ton

Keterangan Gambar : Beras Bulog. (Foto : iStockphoto)
Likeindonesia.com, Jakarta – Pemerintah menambah jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan pangan menjadi 33,2 juta orang. Bantuan pangan berupa beras ini akan disalurkan untuk alokasi Februari dan Maret 2026, dengan total beras yang disiapkan mencapai sekitar 664,8 ribu ton.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan setiap penerima akan mendapatkan 10 kilogram (kg) beras per bulan. Karena disalurkan untuk dua bulan sekaligus, maka masing-masing KPM akan menerima total 20 kg beras.
Baca Lainnya :
- Resmi! Baznas Tetapkan Zakat Fitrah Rp50 Ribu per Jiwa di Ramadan 2026
- Awal Ramadan 2026, Siswa Dapat Libur Sekolah Selama Tiga Hari
- Sejumlah Peserta PBI JK Dinonaktifkan, BPJS: Bukan Dicabut, Bisa Direaktivasi
- Wajib Tahu, Ini 21 Penyakit yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan, Termasuk Cedera Akibat Hobi
- Catat! Jadwal Libur Lebaran 2026, Cuti Bersama di 20, 23, 24 Maret
“Kalau dari sebelumnya 18 juta, sekarang 30 juta (penerima). (Beras yang disalurkan) Ya tinggal dikalikan, 20 kg x 30 juta (penerima), sekitar 600 ribu ton,” ujar Rizal saat Panen Festival 2026 di Jakarta Pusat, Sabtu (7/2/2026), dikutip dari detikFinance.
Ia menuturkan, proses penyaluran bantuan pangan tersebut direncanakan dimulai pada pertengahan Maret 2026. Penyaluran dilakukan sekaligus untuk alokasi Februari dan Maret, sehingga penerima langsung memperoleh 20 kg beras.
“Estimasi kami (penyaluran) bulan-bulan Maret lah. Pertengahan Ramadan untuk meringankan beban para masyarakat,” katanya.
Untuk mendukung program ini, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp11,92 triliun yang dialokasikan untuk pengadaan dan penyaluran bantuan sosial. Tugas penyaluran bantuan pangan tersebut sepenuhnya diserahkan kepada Perum Bulog.
Kebijakan ini merupakan hasil High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Pusat (HLM TPIP) yang digelar di Jakarta pada 29 Januari 2026 dan dipimpin oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Jumlah KPM diperluas dengan menyasar masyarakat desil I hingga IV, sebagaimana penerima program Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLTS Kesra). Dengan penambahan ini, jumlah penerima bantuan pangan beras dan minyak goreng untuk alokasi Februari–Maret 2026 meningkat menjadi 33,2 juta KPM setiap bulan.
Angka tersebut setara dengan 81,9 persen dari total penerima program serupa sebelumnya yang berada di kisaran 18,2 juta KPM per bulan. Selain beras, setiap KPM juga akan menerima 2 liter minyak goreng untuk alokasi satu bulan.
Secara rinci, untuk penyaluran dua bulan sekaligus, Bulog akan mengeluarkan stok beras sebesar 664,8 ribu ton serta minyak goreng sebanyak 132,9 ribu kiloliter. (Nul/Nl)










