- Siap-siap! Ada Pengganti LPG 3 Kg yang Diklaim Lebih Ringan, Harganya Tetap Sama
- Masa Tanggap Darurat Gempa di Sulteng Berakhir, Bantuan untuk Korban Dipastikan Tetap Berjalan
- 428 Gempa Terjadi di Sulteng dalam Sepekan
- Bantuan untuk Korban Gempa di Sulteng Bertambah, PT Donggi Senoro LNG Serahkan Kasur hingga Selimut
- Tiga Wilayah Sulteng Diguncang Gempa pada 1 Juli, Terkuat di Sigi
- Ini Daerah dengan Pengeluaran Makanan dan Minuman Jadi Tertinggi di Sulteng, Palu dan Poso Teratas
- Harganas 2026, Orang Tua di Sulteng Diminta Bijak Dampingi Anak Gunakan Gawai
- Suhu Palu Tembus 34,7 Derajat, Wagub Ajak Masyarakat Lebih Peduli Perubahan Iklim
- Palu Catat Suhu Maksimum 35 Derajat, Jadi Wilayah Terpanas Kedua di RI
- 50 Huntara Mulai Dibangun untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
Siap-siap! Ada Pengganti LPG 3 Kg yang Diklaim Lebih Ringan, Harganya Tetap Sama

Keterangan Gambar : Kementerian ESDM mengenalkan alternatif pengganti LPG 3 kilogram (kg) yang diberi nama Tabung Merah Putih. (Foto: Dok. Lemigas)
Likeindonesia.com, JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan masyarakat akan segera mengenal alternatif pengganti LPG 3 kilogram (kg). Produk berbahan compressed natural gas (CNG) bernama Tabung Merah Putih itu dijadwalkan mulai menjalani uji coba pada Juli 2026.
Tak hanya mengusung teknologi baru, tabung tersebut juga diklaim memiliki bobot yang lebih ringan dibandingkan tabung logam konvensional. Meski begitu, pemerintah memastikan harga jualnya akan tetap disamakan dengan LPG 3 kg.
Baca Lainnya :
- Palu Catat Suhu Maksimum 35 Derajat, Jadi Wilayah Terpanas Kedua di RI
- Menkum Supratman Siap Hibahkan Tanah Pribadi di Sulteng untuk Sekolah Rakyat
- BMKG Sebut Gempa Magnitudo 6,7 di Palu-Sigi Berasal dari Aktivitas Sesar Sausu
- Resmi Diumumkan! Tunjangan Guru Naik, Non-ASN Jadi Rp 2 Juta dan ASN Setara Gaji Pokok
- Harga Pertamax Kini Lebih Mahal, Naik dari Rp12.300 Jadi Rp16.250 per Liter
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan prototipe Tabung Merah Putih kini telah memasuki tahap ketiga. Artinya, hanya tersisa satu tahap pengujian lagi sebelum nantinya dapat diedarkan kepada masyarakat.
“Ya maksudnya satu tahap lagi sudah bisa diedarkan. Iya (pada Juli),” ujar Laode, Senin (29/6/2026), dikutip dari CNN Indonesia.
Sebanyak belasan unit tabung disiapkan untuk menjalani serangkaian pengujian di Lemigas.
Pada tahap awal, tabung CNG akan diimpor dari China karena menggunakan material komposit teknologi tipe empat yang membuat bobotnya jauh lebih ringan.
Laode mengatakan desain yang lebih ringan dibuat agar tabung lebih mudah digunakan masyarakat.
Sementara itu, pengujian di Lemigas akan difokuskan pada aspek keselamatan, mulai dari ketahanan tekanan hingga sistem valve yang menyatu dengan tabung.
“Oleh karena itu kita harus membuat yang lebih ringan agar emak-emak nanti enggak merasa, oh ini kok penggantinya berat. Kita uji di Lemigas. Yang paling penting safety dari valve dan tabungnya seperti apa,” jelasnya.
Pemerintah menegaskan kehadiran tabung CNG 3 kg tidak akan membuat masyarakat membayar lebih mahal. Harga jualnya direncanakan tetap setara dengan LPG 3 kg, meski menggunakan teknologi tabung yang berbeda.
Laode menyebut, dengan harga yang tetap sama, pemerintah justru memperkirakan beban subsidi energi dapat berkurang hingga sekitar 30 persen.
“Sama, sama harganya (LPG 3Kg). Sekarang simulasinya masih disamakan. Dengan disamakan pun subsidi bisa turun sampai dengan 30 persen,” tuturnya.
Selain itu, pemerintah juga membuka peluang memproduksi tabung CNG di dalam negeri apabila kebutuhan terus meningkat. Namun, pada tahap awal implementasi, program akan dijalankan secara bertahap di sejumlah daerah yang pasokan gasnya telah disiapkan bersama SKK Migas. (nul)


.jpg)






