- Kekeringan Melanda 9 Desa di Parimo, 1.400 Hektare Sawah Terdampak
- Karhutla di Tojo Una-Una Hanguskan 54 Hektare Lahan
- Sulteng Masuk 10 Besar Provinsi dengan Kehilangan Hutan Terbanyak akibat Karhutla
- BMKG Keluarkan Peringatan Dini Kekeringan, 7 Kabupaten Sulteng Masuk Kategori Waspada
- Antrean Pertalite Mengular di Palu, Pertamina Pastikan Stok Normal
- Pemerintah Bakal Buka Seleksi CPNS Awal 2027, Kebutuhan Guru Capai 526 Ribu
- Walatana Didorong Jadi Role Model Pertanian Modern di Sulawesi Tengah
- Punya 8 Bandara, Sulteng Masuk Jajaran Provinsi dengan Bandara Terbanyak di Indonesia
- Sulteng Salurkan Rp1 Miliar untuk Warga Terdampak Gempa NTT
- Geliat Kemerdekaan dari Lindu, Fathur Razaq Ajak Warga Jaga Persaudaraan, Adat, dan Alam
Survei: Mayoritas Anak Muda Sepakat Biaya Nikah Idealnya Rp50-100 Juta

Keterangan Gambar : Ilustrasi pasangan pengantin memegang kartu nikah. (Foto: iStockphoto)
Likeindonesia.com - Mau nikah butuh modal berapa sih? Ternyata anak muda Indonesia punya jawaban yang cukup realistis. Survei terbaru JakPat mengungkap pandangan generasi milenial dan Z di Indonesia mengenai besaran anggaran pernikahan yang ideal. Mayoritas responden, yakni 41 persen, menilai angka Rp50 juta hingga Rp100 juta sebagai kisaran paling wajar.
Sementara itu, sebanyak 32 persen lainnya memilih nominal lebih rendah, yakni di bawah Rp50 juta. Kemudian 16 persen responden menempatkan anggaran pernikahan ideal di kisaran Rp100 juta sampai Rp250 juta.
Baca Lainnya :
- Resmi Dinobatkan! Pink Beach Jadi Pantai Tercantik di Dunia
- Hoaks Video Sri Mulyani, Tidak Pernah Sebut Guru Itu Beban Negara
- HACKED BY OBINXYZ
- Viral! Surat Pengunduran Diri Bupati Pati Dibacakan di Tengah Demo, Ternyata Bukan Resmi?
- Payment ID Batal Diluncurkan 17 Agustus, BI: Masih Tahap Eksperimen
Hanya sebagian kecil yang menyebut Rp250 juta-Rp500 juta atau 7 persen dan yang memilih nominal lebih dari Rp500 juta sebanyak 4 persen.
Dari sisi pendanaan, 45 persen responden mengandalkan tabungan pribadi. Pilihan lainnya adalah menabung bersama pasangan sebanyak 40 persen, menggunakan uang pasangan sebanyak 7 persen, dan bantuan orang tua 6 persen.
Survei ini melibatkan 907 responden lajang, yang kemudian dipersempit menjadi 798 responden dengan rencana menikah.
Komposisi responden terdiri atas 52 persen laki-laki dan 48 persen perempuan, berasal dari Jabodetabek sebanyak 31 persen, Pulau Jawa non-Jabodetabek sebanyak 39 persen, dan luar Jawa sebanyak 30 persen. Proporsi generasi Z mencapai 51 persen, sedangkan milenial 49 persen.
Pengumpulan data berlangsung secara online melalui aplikasi JakPat pada 26-30 Juni 2025, dengan margin of error kurang dari 5 persen. (Nul)





1.jpg)




