- Ketua DPRD se-Sulteng Dorong Penguatan Sinergi Pembangunan Daerah
- 459 Ton Durian Sulteng Diekspor ke Tiongkok, Digadang Jadi Ikon Baru Nasional
- Pemerintah Buka 35 Ribu Loker KDKMP dan KNMP, Pelamar yang Lolos Jadi Pegawai BUMN
- Ketika Pemerintah Daerah Menyewa Influencer, Sebuah Jalan Pintas?
- Ketua DPRD Kota Palu Ikuti Retret Ketua DPRD se-Indonesia di Akmil Magelang
- Gubernur Anwar Hafid Ungkap Rencana Alun-alun Ikonik di Palu, Konsepnya Mirip Halaman Istana Negara
- Nambaso Fest 2026 Resmi Dibuka, Digelar Meriah Tanpa Membebani Anggaran Daerah
- HUT ke-62 Sulteng, Gubernur Tekankan Pemerataan Kesejahteraan di Seluruh Daerah
- Turun Langsung ke Desa Dalaka, Gubernur Sulteng Tancap Gas Perbaiki Jalan dan Layanan Warga
- Liga 4 Piala Gubernur Sulteng Resmi Bergulir, Talenta Muda Didorong Berprestasi Lewat Sepak Bola
UIN Datokarama Gandeng Desa Balane untuk Pengentasan Kemiskinan

Keterangan Gambar : UIN Datokarama Palu melalui Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam menjadikan Desa Balane di Kecamatan Kinovaro, Kabupaten Sigi, sebagai desa binaan. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Sigi – Masalah desa tertinggal masih menjadi pekerjaan rumah di berbagai wilayah, termasuk Sulawesi Tengah.
Untuk ikut mencari solusi, Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu melalui Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam menjadikan Desa Balane di Kecamatan Kinovaro, Kabupaten Sigi, sebagai desa binaan.
Baca Lainnya :
- Polda Sulteng Perpanjang Operasi Madago Raya Tahap IV, 256 Personel Diterjunkan
- SK Resmi Diserahkan, Nilam Sari Lawira Kembali Jadi Nahkoda DPW NasDem Sulteng
- Rencana Pemekaran Kabupaten Tompotika Masih Tunggu Regulasi Pusat
- 47 Atlet Korpri Sulteng Siap Berlaga di Pornas XVII Palembang
- Bangkep, Sigi, Tolitoli, dan Poso Diguncang Gempa Hari Ini
Kegiatan ini menjadi tindak lanjut dari seminar nasional bertema pengentasan kemiskinan yang digelar sehari sebelumnya di kampus UIN Datokarama.
Dalam kunjungan ke Desa Balane, pihak fakultas juga menghadirkan perwakilan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) untuk melihat langsung aktivitas masyarakat bersama mahasiswa.
Direktur Promosi dan Pemasaran Produk Unggulan Desa Kemendes PDT, Yusra, mengatakan pihaknya ingin memastikan pemanfaatan badan usaha milik desa serta koperasi berjalan sesuai regulasi.
“Kami meninjau aktivitas badan usaha milik desa dan koperasi merah putih di Desa Balane. Harapannya, masyarakat bisa semakin meningkat kesejahteraannya dengan adanya pendampingan seperti ini,” jelasnya, diwawancarai media ini di lokasi usai kunjungan, Sabtu (4/10) pagi.
Sementara itu, Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam UIN Datokarama, Adam, menegaskan program desa binaan ini dirancang sebagai laboratorium lapangan bagi mahasiswa.
Menurutnya, tiga jurusan di fakultas tersebut diantaranya Bimbingan Konseling Islam (BKI), Komisi Penyiaran Islam (KPI) dan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), memiliki ruang praktik berbeda, dan khusus jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) diarahkan untuk turun langsung membina warga.
“Desa Balane kita jadikan sebagai desa binaan. Dari sini ke depan, kita ingin menarik anak-anak miskin untuk sekolah. Karena bagi orang miskin tidak ada jalan lain selain sekolah. Desa ini kita ingin jadikan role model,” ujar Adam.
Yusra menambahkan, Kemendes PDT mendukung langkah perguruan tinggi dalam mengembangkan desa.
Ia berharap pendampingan seperti ini bisa mempercepat peningkatan skala ekonomi masyarakat.
Program desa binaan ini juga dipandang sebagai langkah strategis.
Adam menilai, jika berjalan baik, Desa Balane dapat menjadi model pengembangan masyarakat yang bisa diterapkan di wilayah lain. (Rul/Nl)










