- Jumlah Warga Terdampak Gempa di Sigi Capai Ribuan, 1 Korban Jiwa dan 1.360 Rumah Rusak
- Fokus Penanganan Pascagempa, Wagub Sulteng Sambangi RS dan Warga Terdampak
- Hingga Pukul 05.30 WITA, Gempa Susulan Pascagempa M 6,7 Capai 419 Kali
- BMKG Laporkan 177 Gempa Susulan hingga Pukul 20.00 WITA, 70 Kali Dirasakan Warga
- BPJN Sulteng Pastikan Sejumlah Jembatan di Palu hingga Jalan Kebun Kopi Aman Pascagempa M 6,7
- BMKG Sebut Gempa Magnitudo 6,7 di Palu-Sigi Berasal dari Aktivitas Sesar Sausu
- BMKG Catat 71 Gempa Susulan hingga Pukul 14.30 WITA
- Gubernur Instruksikan Tanggap Darurat Usai Gempa M 6,7, Tenaga Medis Dikerahkan ke Lokasi Terdampak
- BMKG Catat 16 Kali Gempa Susulan Usai Magnitudo 6,7 di Tenggara Palu
- Empat Atlet Junior Sulteng Berlaga di Asian OWS Bali
Polda Sulteng Perpanjang Operasi Madago Raya Tahap IV, 256 Personel Diterjunkan

Keterangan Gambar : Aparat Operasi Madago Raya 2025 Tahap IV. (Foto : Humas Polda Sulteng)
Likeindonesia.com, Poso – Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah memperpanjang pelaksanaan Operasi Madago Raya 2025 Tahap IV.
Operasi ini berlangsung selama 92 hari, mulai 1 Oktober hingga 31 Desember 2025.
Baca Lainnya :
- SK Resmi Diserahkan, Nilam Sari Lawira Kembali Jadi Nahkoda DPW NasDem Sulteng
- Tambang Ilegal Jadi Sorotan Wabup Parigi Moutong di Tengah Merebaknya Kasus Malaria
- Rencana Pemekaran Kabupaten Tompotika Masih Tunggu Regulasi Pusat
- 47 Atlet Korpri Sulteng Siap Berlaga di Pornas XVII Palembang
- Bangkep, Sigi, Tolitoli, dan Poso Diguncang Gempa Hari Ini
Kapolda Sulteng Irjen Pol Agus Nugroho melalui Kepala Operasi Madago Raya, Kombes Pol Heni Agus Sunandar, menyebutkan perpanjangan ini tetap melibatkan TNI-Polri serta dukungan pemerintah daerah dan masyarakat.
Fokus operasi diarahkan pada upaya deradikalisasi dan kontra radikalisasi.
“Sebanyak 256 personel diterjunkan dalam Operasi Madago Raya Tahap IV dengan rincian 232 personel Polri, 20 personel TNI, serta 4 anggota Korpolairud Baharkam Polri,” ujar Kombes Heni dalam keterangan tertulisnya, Rabu (1/10/2025).
Ia menambahkan, pola operasi mengedepankan langkah preemtif dan preventif untuk menjaga keamanan di tiga wilayah sasaran, yakni Kabupaten Poso, Parigi Moutong, dan Tojo Una-una.
“Upaya deradikalisasi dan kontra radikalisasi ini untuk mewujudkan situasi yang aman, damai dan kondusif,” jelasnya.
Selain itu, aparat juga mengajak partisipasi masyarakat.
Kombes Heni menegaskan pentingnya kewaspadaan warga terhadap aktivitas mencurigakan di lingkungannya.
“Kami berharap warga tetap waspada, tidak mudah terprovokasi, serta segera melapor jika melihat aktivitas mencurigakan.
Sinergi aparat dan masyarakat menjadi kunci utama dalam keberhasilan operasi ini,” pungkasnya. (Rul/Nl)










