- Tim SAR Selamatkan Remaja Perempuan dari Atas Tower PLN di Tipo
- UMKM Sulteng Mulai Didorong Go Global, Gerakan 1.000 Pelaku Usaha Ekspor Resmi Dideklarasikan
- Jokowi Dijadwalkan Sambangi Palu, Bakal Resmikan Kantor DPW PSI Sulteng
- Le Na Jodoh, ADISTA Tak Jadi Tampil di Konser HUT Kota Palu ke-48
- Pemerintah Siapkan Skema Kuliah Gratis di PTN, Pelaksanaan Akan Bertahap
- Makin Sedikit Warga Sulteng yang Fokus Mengurus Rumah Tangga, Jumlahnya Turun 61 Ribu
- 2,46% Rumah Tangga di Palu Masih Andalkan Air Hujan untuk Minum
- 40% Gen Z Pilih Nikah di KUA, Uang Lebih Diprioritaskan untuk Kehidupan Setelah Menikah
- Catat Jamnya! 25 September Ada Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Enam Wilayah Sulteng, Termasuk Palu
- Influenza Tipe A Super Flu Merebak di RI, Anak-Anak Paling Banyak Terinfeksi
Polda Sulteng Perpanjang Operasi Madago Raya Tahap IV, 256 Personel Diterjunkan

Keterangan Gambar : Aparat Operasi Madago Raya 2025 Tahap IV. (Foto : Humas Polda Sulteng)
Likeindonesia.com, Poso – Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah memperpanjang pelaksanaan Operasi Madago Raya 2025 Tahap IV.
Operasi ini berlangsung selama 92 hari, mulai 1 Oktober hingga 31 Desember 2025.
Baca Lainnya :
- SK Resmi Diserahkan, Nilam Sari Lawira Kembali Jadi Nahkoda DPW NasDem Sulteng
- Tambang Ilegal Jadi Sorotan Wabup Parigi Moutong di Tengah Merebaknya Kasus Malaria
- Rencana Pemekaran Kabupaten Tompotika Masih Tunggu Regulasi Pusat
- 47 Atlet Korpri Sulteng Siap Berlaga di Pornas XVII Palembang
- Bangkep, Sigi, Tolitoli, dan Poso Diguncang Gempa Hari Ini
Kapolda Sulteng Irjen Pol Agus Nugroho melalui Kepala Operasi Madago Raya, Kombes Pol Heni Agus Sunandar, menyebutkan perpanjangan ini tetap melibatkan TNI-Polri serta dukungan pemerintah daerah dan masyarakat.
Fokus operasi diarahkan pada upaya deradikalisasi dan kontra radikalisasi.
“Sebanyak 256 personel diterjunkan dalam Operasi Madago Raya Tahap IV dengan rincian 232 personel Polri, 20 personel TNI, serta 4 anggota Korpolairud Baharkam Polri,” ujar Kombes Heni dalam keterangan tertulisnya, Rabu (1/10/2025).
Ia menambahkan, pola operasi mengedepankan langkah preemtif dan preventif untuk menjaga keamanan di tiga wilayah sasaran, yakni Kabupaten Poso, Parigi Moutong, dan Tojo Una-una.
“Upaya deradikalisasi dan kontra radikalisasi ini untuk mewujudkan situasi yang aman, damai dan kondusif,” jelasnya.
Selain itu, aparat juga mengajak partisipasi masyarakat.
Kombes Heni menegaskan pentingnya kewaspadaan warga terhadap aktivitas mencurigakan di lingkungannya.
“Kami berharap warga tetap waspada, tidak mudah terprovokasi, serta segera melapor jika melihat aktivitas mencurigakan.
Sinergi aparat dan masyarakat menjadi kunci utama dalam keberhasilan operasi ini,” pungkasnya. (Rul/Nl)










