- Jokowi Dijadwalkan Sambangi Palu, Bakal Resmikan Kantor DPW PSI Sulteng
- Le Na Jodoh, ADISTA Tak Jadi Tampil di Konser HUT Kota Palu ke-48
- Pemerintah Siapkan Skema Kuliah Gratis di PTN, Pelaksanaan Akan Bertahap
- Makin Sedikit Warga Sulteng yang Fokus Mengurus Rumah Tangga, Jumlahnya Turun 61 Ribu
- 2,46% Rumah Tangga di Palu Masih Andalkan Air Hujan untuk Minum
- 40% Gen Z Pilih Nikah di KUA, Uang Lebih Diprioritaskan untuk Kehidupan Setelah Menikah
- Catat Jamnya! 25 September Ada Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Enam Wilayah Sulteng, Termasuk Palu
- Influenza Tipe A Super Flu Merebak di RI, Anak-Anak Paling Banyak Terinfeksi
- KONI Sulteng Dorong PBFI Tingkatkan Pembinaan dan Prestasi Atlet
- Cegah Pungli, Polri Siapkan Mesin Cetak SKCK Mandiri Mulai 2027, Tak Perlu Lagi ke Kantor Polisi
Usai Palu–Guangzhou, Sulteng Bidik Rute Internasional Malaysia dan India

Keterangan Gambar : Peresmian penerbangan perdana Palu–Guangzhou di Bandara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri, Kamis (6/8/2026). (Foto: Biro Adpim Pemprov Sulteng)
Likeindonesia.com, PALU – Pembukaan penerbangan internasional Palu–Guangzhou menjadi langkah awal Sulawesi Tengah memperluas konektivitas udara ke pasar global. Setelah resmi membuka akses langsung menuju Republik Rakyat Tiongkok, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mulai membidik pembukaan rute internasional baru menuju Malaysia dan India.
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid menyebut penerbangan perdana Palu–Guangzhou yang dioperasikan Garuda Indonesia menjadi momentum penting bagi pengembangan konektivitas, investasi, perdagangan, hingga pariwisata daerah.
Baca Lainnya :
- Sulteng Dapat Alokasi Rp356 Miliar untuk Cetak Sawah Rakyat Seluas 10 Ribu Hektare
- Warga Tolitoli Ramai-ramai Jadi Penambang di Pantai Tinabogan, Benarkah Ada Emas?
- Setelah Gempa 3,5 SR, Palu Kembali Digoyang Gempa 3,2 SR
- Warung Makan Mas Joko di Pasigala Kompak Naikkan Harga Mulai 7 Juli
- Pongko Dero Merapat! Dero Massal HUT Bhayangkara ke-79 Goyang Heboh, Hadiah Menanti!
Menurut Anwar, penerbangan internasional tersebut bukan menjadi tujuan akhir, melainkan awal untuk membuka lebih banyak akses penerbangan dari Sulawesi Tengah menuju negara lain.
“Harapan kami sederhana, penerbangan ini terus berkembang, frekuensinya bertambah, investasinya meningkat, wisatawan semakin banyak datang, dan Sulawesi Tengah semakin dikenal dunia,” ujar Anwar saat peresmian penerbangan perdana Palu–Guangzhou di Bandara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri, Kamis (6/8/2026).
Ia mengungkapkan, selain rute China, sejumlah maskapai juga mulai menjajaki kemungkinan membuka penerbangan langsung menuju Malaysia dan India.
Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat posisi Sulawesi Tengah sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan Indonesia timur.
Anwar mengatakan, konektivitas internasional akan memberikan dampak luas, mulai dari membuka peluang investasi, memperluas pasar perdagangan, hingga meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara.
“Kami ingin dunia mengenal Sulawesi Tengah, bukan hanya karena industrinya, tetapi juga karena pariwisata, budaya, dan warisan sejarahnya,” katanya.
Sementara itu, penerbangan Palu–Guangzhou sendiri menjadi penerbangan internasional perdana dari Bandara Mutiara SIS Al-Jufri setelah ditetapkan berstatus bandara internasional pada 2025.
Selain rencana rute Malaysia dan India, pemerintah juga terus mendorong pengembangan fasilitas bandara, termasuk perluasan landasan pacu agar mampu melayani pesawat berbadan lebar serta mendukung rencana pengembangan embarkasi haji di masa mendatang.
Dengan bertambahnya akses udara internasional, gubernur berharap semakin banyak peluang kerja sama global yang masuk dan memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah sebagai pusat pertumbuhan baru di Indonesia bagian timur. (nul)










