- Catat Jamnya! 25 September Ada Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Enam Wilayah Sulteng, Termasuk Palu
- Influenza Tipe A Super Flu Merebak di RI, Anak-Anak Paling Banyak Terinfeksi
- KONI Sulteng Dorong PBFI Tingkatkan Pembinaan dan Prestasi Atlet
- Cegah Pungli, Polri Siapkan Mesin Cetak SKCK Mandiri Mulai 2027, Tak Perlu Lagi ke Kantor Polisi
- Kekeringan Mengintai Sejumlah Daerah Sulteng, Warga Diingatkan Bijak Gunakan Air Bersih
- Muhammadiyah Usulkan ke BPJPH, Rokok dan Vape Diberi Label Nonhalal
- Pendatang di Palu Paling Banyak Berasal dari Sulsel, Capai 33.603 Orang
- Kabar Baik! Guru PPPK Paruh Waktu Langsung Diangkat Jadi Penuh Waktu Per 1 Januari 2027, Tanpa Tes
- KONI Sulteng Lepas 23 Petinju Berlaga di Kejuaraan Amatir Sulawesi Barat
- Terindikasi Disalahgunakan, Pertamina Blokir 2.189 QR Code BBM Subsidi di Sulteng
Catat Jamnya! 25 September Ada Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Enam Wilayah Sulteng, Termasuk Palu

Keterangan Gambar : Ilustrasi. (Fot: iStockphoto)
Likeindonesia.com, PALU – Fenomena Hari Tanpa Bayangan atau Kulminasi Utama 2 bakal terjadi di enam wilayah Sulawesi Tengah pada besok, Jumat (25/9/2026).
Fenomena ini terjadi ketika matahari berada tepat di atas kepala sehingga bayangan benda tegak dapat terlihat sangat pendek atau seolah-olah menghilang.
Baca Lainnya :
- PTSL Sulteng Tembus 95 Persen, Warga dan Lembaga Nikmati Kepastian Hukum Tanah
- 49 Ribu Mahasiswa Sulteng Lolos Seleksi Awal Beasiswa Berani Cerdas, Baru 7.396 Unggah Berkas
- SMK Bina Bakat Palu Kehilangan Akses Dapodik, Siswa Gagal Ujian Nasional
- Salut! Abdy Azwar Bukti Anak Palu Bisa Jadi Pembawa Berita di Korea Selatan
- Eks Dirut PDAM Banggai Jadi Tersangka Korupsi Dana Penyertaan Modal
Berdasarkan data resmi BMKG, fenomena tersebut akan terjadi di Palu, Sigi Biromaru, Banawa, Parigi Moutong, dan Luwuk.
Berikut jadwal Hari Tanpa Bayangan di enam wilayah Sulteng pada 25 September 2026:
- Sigi Biromaru: 11.52.18 WITA
- Palu: 11.52.23 WITA
- Banawa: 11.52.50 WITA
- Parigi: 11.51.06 WITA
- Ampana: 11.45.27 WITA
- Luwuk: 11.40.38 WITA
Masyarakat bisa ikut mengamati fenomena ini dengan meletakkan benda tegak, seperti botol atau pensil, di bawah sinar matahari sesuai jadwal.
Pada momen tersebut, bayangan benda akan menjadi sangat pendek dan tampak berada tepat di bawahnya, sehingga seolah-olah menghilang. (nul)

.jpg)







