- Jokowi Dijadwalkan Sambangi Palu, Bakal Resmikan Kantor DPW PSI Sulteng
- Le Na Jodoh, ADISTA Tak Jadi Tampil di Konser HUT Kota Palu ke-48
- Pemerintah Siapkan Skema Kuliah Gratis di PTN, Pelaksanaan Akan Bertahap
- Makin Sedikit Warga Sulteng yang Fokus Mengurus Rumah Tangga, Jumlahnya Turun 61 Ribu
- 2,46% Rumah Tangga di Palu Masih Andalkan Air Hujan untuk Minum
- 40% Gen Z Pilih Nikah di KUA, Uang Lebih Diprioritaskan untuk Kehidupan Setelah Menikah
- Catat Jamnya! 25 September Ada Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Enam Wilayah Sulteng, Termasuk Palu
- Influenza Tipe A Super Flu Merebak di RI, Anak-Anak Paling Banyak Terinfeksi
- KONI Sulteng Dorong PBFI Tingkatkan Pembinaan dan Prestasi Atlet
- Cegah Pungli, Polri Siapkan Mesin Cetak SKCK Mandiri Mulai 2027, Tak Perlu Lagi ke Kantor Polisi
Untuk Literasi! Ikatan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia UNTAD Lawan Kesenjangan Membaca

Keterangan Gambar : IKAMABASTRA FKIP UNTAD menginisiasi Lapak Baca pada Kamis (15/05/2025). (Foto: Bimaz/Likeindonesia.com)
PALU, Likeindonnesia.com— Di tengah akses informasi yang makin luas, kesenjangan literasi justru masih terasa baik di lingkungan kampus maupun masyarakat umum. Menyadari hal itu, Ikatan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia (IKAMABASTRA) FKIP UNTAD menginisiasi Lapak Baca, sebuah ruang terbuka untuk membaca, berdiskusi, dan berbagi perspektif di taman Universitas Tadulako Jl. Soekarno-Hatta pada Kamis (16/05/2025).
Dilaksanakan setiap bulan di minggu ketiga, kegiatan ini bukan sekadar ajang membaca buku, tapi juga upaya nyata menjembatani kesenjangan minat baca.
Baca Lainnya :
- Angka Wisatawan Naik Terus, Sulteng Makin Diminati Buat Liburan!
- Donggala GAS dan One Day One Service: Dua Program Unggulan Polres Donggala untuk Masyarakat
- IKAMABASTRA Soroti Keterlambatan Hadiah Porseni MABA FKIP UNTAD
- Swiss-Belhotel Silae Palu Wujudkan Pernikahan Impian ala Hotel Berbintang
- Bupati Vera Laruni Turun Langsung, Tiga Perusahaan Tambang Disorot
"Awalnya kami melihat keresahan di sekitar, teman-teman yang merasa jarang membaca, bahkan di lingkungan akademik sendiri. Dari situlah muncul ide Lapak Baca," ungkap Salma, Koordinator Lensa IKAMABASTRA.
Ia menambahkan, "Lapak Baca kami rancang untuk membangkitkan kembali semangat literasi. Dari ruang internal IKAMABASTRA, harapannya bisa menjangkau masyarakat yang lebih luas."
Dengan konsep yang inklusif dan terbuka, Lapak Baca mengajak siapa saja untuk tidak hanya membaca, tetapi juga menyadari bahwa literasi adalah kunci perubahan. *(BMZ)










