- 8 Tahun Dikira Meninggal akibat Tsunami Palu, Jumaidin Tiba-tiba Pulang ke Kampung di Tojo Una-Una
- Tips Memilih Restoran untuk Makan Bersama Saat di Pusat Perbelanjaan
- Dua Hari Tak Berangkat Kerja, Perempuan 29 Tahun Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Tondo
- Jemaah Haji Sulteng Diusulkan Tak Lagi Menginap di Balikpapan pada 2027
- Hampir 4 Ribu Orang di Sulteng Tercatat Positif HIV, Hanya 57 Persen Jalani Pengobatan
- Jaga Kelestarian Ikan Endemik, DKP Sulteng Minta Penebaran Nila di Danau Poso Dievaluasi
- Awal Musim Hujan di Indonesia Tak Serentak, Sulteng Masuk Daerah yang Mulai Hujan Oktober
- Sulteng Jadi Tuan Rumah Tanwir Muhammadiyah, Presiden Prabowo Diagendakan Hadir
- Muhammadiyah Tekankan Karhutla Tak Boleh Dinormalisasi sebagai Bencana Tahunan
- Festival Tende Ditunda, Rencana Tabligh Akbar sebagai Pengganti Disambut Baik Wamenag
IKAMABASTRA Soroti Keterlambatan Hadiah Porseni MABA FKIP UNTAD

Keterangan Gambar : Bidang Advokasi IKAMABASTRA FKIP UNTAD melakukan advokasi terkait keluhan mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia atas keterlambatan pemberian hadiah lomba Porseni Mahasiswa Baru (MABA) yang diselenggarakan BEM FKIP UNTAD, pada Senin (28/4/2025). (Foto: Ist)
LIKEIN, PALU - Bidang Advokasi Ikatan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia (IKAMABASTRA) FKIP UNTAD melakukan advokasi terkait keluhan mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia atas keterlambatan pemberian hadiah lomba Porseni Mahasiswa Baru (MABA) yang diselenggarakan BEM FKIP UNTAD, pada Senin (28/4/2025).
Pengaduan diterima dari Anisa, mahasiswa yang meraih juara 1 lomba puisi Porseni MABA 2024.
Ia mengungkapkan bahwa hadiah sebesar Rp350.000 yang dijanjikan hingga kini belum diberikan.
Baca Lainnya :
- Swiss-Belhotel Silae Palu Wujudkan Pernikahan Impian ala Hotel Berbintang
- Bupati Vera Laruni Turun Langsung, Tiga Perusahaan Tambang Disorot
- Dua Terpidana Korupsi Dana Desa Siweli Dieksekusi Bui
- Gubernur Anwar Hafid Tinjau Lokasi Banjir Donggala, Siapkan Solusi Hulu-Hilir
- Abcandra Akbar Supratman Fasilitasi Tiket Gratis 288 Santri Arus Balik ke Jawa
Keterlambatan ini menimbulkan pertanyaan mengenai profesionalitas dan akuntabilitas kepengurusan BEM FKIP UNTAD sebelumnya.
Berdasarkan informasi dari Bidang Advokasi IKAMABASTRA, ketua BEM dan panitia, pelaksana Porseni periode sebelumnya dinilai kurang proaktif dalam menyelesaikan hak-hak pemenang lomba.
Advokasi IKAMABASTRA menilai terdapat kelemahan mendasar dalam pengelolaan acara dan komitmen terhadap peserta.
Terkait hal ini, Wakil Dekan III FKIP UNTAD, Dr. Humaedi, menyatakan, dana kegiatan sebesar Rp33 juta telah diberikan kepada panitia.
Ia menyayangkan kegiatan tersebut masih memungut biaya dari peserta meski telah menerima dana yang cukup besar.
Lebih lanjut, pertemuan lanjutan direncanakan akan menghadirkan Jen, Ketua BEM FKIP UNTAD periode 2024–2025, untuk mencari solusi konkret atas persoalan tersebut.
IKAMABASTRA menegaskan pentingnya pertanggungjawaban dari mantan Ketua BEM dan panitia Porseni demi menjamin transparansi dan integritas kegiatan kemahasiswaan di masa mendatang. *(BMZ)
(Sumber: lensaikamabastra.blogspot.com)










