- Situasi di Nunu dan Anoa Berangsur Kondusif, Satu Terduga Pelaku Telah Diamankan
- Pamit Lewat Facebook, Nanik Sudaryati Deyang Umumkan Mundur sebagai Kepala BGN
- Kemenkeu Terbitkan Aturan Baru, TNI-Polri Kini Dilibatkan Awasi Wajib Pajak
- Kota Palu Jadi Daerah dengan Pengeluaran Rokok Terendah di Sulteng
- Ingin Lepas Status WNI? Kini Dikenai Biaya Rp5 Juta Berdasarkan PP Terbaru
- Aktivitas Gempa di Sulteng Terus Menurun, Kini Kurang dari 200 Kali dalam Sepekan
- Siap-Siap! 33 Juta Keluarga Bakal Dapat Beras Gratis 30 Kg Mulai Agustus
- Makin Irit! Pertamina Turunkan Harga Tabung Bright Gas 12 Kg dan 5,5 Kg
- Program Berani Panen Raya Dikebut, Produktivitas Padi Sulteng Ditargetkan 6 Ton per Hektare
- Pemerintah Tetapkan Harga Khusus Solar bagi Nelayan, Kini Rp15 Ribu per Liter
Situasi di Nunu dan Anoa Berangsur Kondusif, Satu Terduga Pelaku Telah Diamankan

Keterangan Gambar : Kapolsek Palu Selatan, AKP Kasim Bohari meluruskan informasi yang beredar terkait insiden di Kelurahan Nunu dan Kelurahan Anoa, Kota Palu. (Foto: Humas Polresta Palu)
Likeindonesia.com, PALU - Situasi di Kelurahan Nunu dan Kelurahan Anoa, Kota Palu, berangsur kondusif pada Rabu (22/7/2026) setelah insiden penganiayaan terhadap seorang petugas keamanan perumahan yang sempat memicu keresahan warga.
Dalam penanganan kasus tersebut, Polresta Palu telah mengamankan satu orang terduga pelaku dan memastikan proses hukum terus berjalan.
Baca Lainnya :
- Resmi Dibuka, Bengkel Body Repair Suzuki Palu: Layanan Cepat, Garansi Aman, Semua Merek Masuk!
- Setelah Gempa 3,5 SR, Palu Kembali Digoyang Gempa 3,2 SR
- Gempa Magnitudo 3,5 Guncang Palu Pagi Ini
- Diskon Tiket Kapal Laris di Palu, 5.000 Tiket Terjual dalam Waktu Singkat
- Warung Makan Mas Joko di Pasigala Kompak Naikkan Harga Mulai 7 Juli
Kapolsek Palu Selatan, AKP Kasim Bohari menjelaskan, peristiwa itu bermula dari percekcokan rumah tangga di Perumahan MR Palu pada Selasa (21/7/2026) malam.
Korban berinisial MA yang bertugas sebagai petugas keamanan berusaha melerai pertengkaran tersebut. Namun, pihak yang ditegur justru kembali ke lokasi bersama sejumlah rekannya dan melakukan penganiayaan terhadap korban.
“Kembali bersama dengan teman-temannya, melakukan tindak penganiayaan,” ujar AKP Kasim Bohari dalam konferensi pers di Mako Polresta Palu, Rabu (22/7/2026).
Ia juga membantah adanya penyerangan dari warga Kelurahan Nunu terhadap warga Kelurahan Anoa. Kedatangan keluarga korban ke lokasi, kata dia, semata-mata untuk mengevakuasi MA setelah menerima kabar bahwa korban dianiaya.
“Perlu saya sampaikan di sini, tidak ada penyerangan antara warga. Spontanitas dari keluarga, karena mendengar informasi bahwa keluarga mereka dianiaya, mereka langsung turun untuk mengevakuasi dan membawanya ke rumah sakit,” jelasnya.
Polisi bergerak cepat mengamankan situasi agar persoalan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas. Satu orang terduga pelaku berinisial AD telah diamankan dan kini menjalani proses hukum di Polresta Palu.
Selain menerjunkan personel gabungan untuk menjaga wilayah perbatasan, kepolisian juga memediasi tokoh masyarakat dan tokoh agama dari kedua kelurahan.
Hasil mediasi tersebut menghasilkan kesepakatan damai dan situasi di Kelurahan Nunu maupun Kelurahan Anoa kini dipastikan kembali kondusif.
AKP Kasim Bohari pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi serta menyerahkan penanganan kasus sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. (nul)

.jpg)







