- Kursi Menteri hingga Kapolri Berganti, Ini Daftar Reshuffle Terbaru yang Dilantik Prabowo
- Keren! Band Metal Asal Palu Ini Selipkan Bahasa Kaili hingga Gimba di Album Devastation Manifest
- Bangkep Diguncang Dua Kali Gempa Magnitudo 4,7, Tercatat di Sekitar Sesar Balantak
- Mulai 2027, Pajak Penghasilan Pekerja Bergaji di Bawah Rp10 Juta Ditanggung Pemerintah
- Mengurus Rumah Bukan Cuma Urusan Ibu, BPS Catat Ada 35 Ribu Bapak Rumah Tangga di Sulteng
- Tim SAR Selamatkan Remaja Perempuan dari Atas Tower PLN di Tipo
- UMKM Sulteng Mulai Didorong Go Global, Gerakan 1.000 Pelaku Usaha Ekspor Resmi Dideklarasikan
- Jokowi Dijadwalkan Sambangi Palu, Bakal Resmikan Kantor DPW PSI Sulteng
- Le Na Jodoh, ADISTA Tak Jadi Tampil di Konser HUT Kota Palu ke-48
- Pemerintah Siapkan Skema Kuliah Gratis di PTN, Pelaksanaan Akan Bertahap
Keren! Band Metal Asal Palu Ini Selipkan Bahasa Kaili hingga Gimba di Album Devastation Manifest

Keterangan Gambar : Defy resmi merilis album ‘Devastation Manifest’ pada 28 September 2026. (Foto: @defyhc/Instagram)
Likendonesia.com, PALU - Band metal asal Palu, Defy, membawa identitas tanah kaili ke dalam album terbaru berjudul Devastation Manifest.
Album yang berisi sembilan lagu ini dibalut Heavy Megalithicore, subgenre yang diciptakan sendiri oleh Defy. Di dalamnya, mereka mengangkat cerita tentang Palu hingga berbagai keresahan yang mereka lihat dan rasakan di sekitar. Salah satunya soal kerusakan lingkungan dan eksploitasi sumber daya alam yang terjadi di sekitar mereka.
Baca Lainnya :
- Jatam Sulteng Adukan Tambang Ilegal Poboya ke Komnas HAM Sulteng, Desak Penegakan Hukum Serius
- SMK Bina Bakat Palu Kehilangan Akses Dapodik, Siswa Gagal Ujian Nasional
- Salut! Abdy Azwar Bukti Anak Palu Bisa Jadi Pembawa Berita di Korea Selatan
- Bangun Taman Baca di Lahan Sampah, Bhabinkamtibmas Diganjar Penghargaan dari Kapolda
- Puluhan Warga Palu Datangi Kantor OMC, Akun Terblokir dan Uang Tak Bisa Ditarik
Cerita tersebut kemudian diterjemahkan melalui bahasa Kaili serta elemen musik tradisional seperti Mbasi-Mbasi, Pare’e, dan Gimba.
Identitas Palu juga terasa dari pemilihan tanggal rilis album. Devastation Manifest dirilis pada 28 September 2026, bertepatan dengan tanggal terjadinya gempa, likuifaksi, dan tsunami yang melanda Palu pada 2018.
Tak hanya musik dan tanggal rilis, artwork album ini juga punya cerita tersendiri. Karya berjudul Introspeksi yang digunakan sebagai artwork merupakan karya Endeng Mursalin yang dibuat pada 1995.
Endeng Mursalin merupakan ayah dari Elansyah, vokalis Defy.
Lewat Devastation Manifest, Defy membawa cerita tentang Palu, identitas Kaili, dan berbagai keresahan di sekitarnya ke dalam sembilan lagu. (nul)









