Keren! Band Metal Asal Palu Ini Selipkan Bahasa Kaili hingga Gimba di Album Devastation Manifest

By Inul Irfani 01 Okt 2026, 16:28:48 WIB Story
Keren! Band Metal Asal Palu Ini Selipkan Bahasa Kaili hingga Gimba di Album Devastation Manifest

Keterangan Gambar : Defy resmi merilis album ‘Devastation Manifest’ pada 28 September 2026. (Foto: @defyhc/Instagram)


Likendonesia.com, PALU - Band metal asal Palu, Defy, membawa identitas tanah kaili ke dalam album terbaru berjudul Devastation Manifest.


Album yang berisi sembilan lagu ini dibalut Heavy Megalithicore, subgenre yang diciptakan sendiri oleh Defy. Di dalamnya, mereka mengangkat cerita tentang Palu hingga berbagai keresahan yang mereka lihat dan rasakan di sekitar. Salah satunya soal kerusakan lingkungan dan eksploitasi sumber daya alam yang terjadi di sekitar mereka. 

Baca Lainnya :


Cerita tersebut kemudian diterjemahkan melalui bahasa Kaili serta elemen musik tradisional seperti Mbasi-Mbasi, Pare’e, dan Gimba.


Identitas Palu juga terasa dari pemilihan tanggal rilis album. Devastation Manifest dirilis pada 28 September 2026, bertepatan dengan tanggal terjadinya gempa, likuifaksi, dan tsunami yang melanda Palu pada 2018.


Tak hanya musik dan tanggal rilis, artwork album ini juga punya cerita tersendiri. Karya berjudul Introspeksi yang digunakan sebagai artwork merupakan karya Endeng Mursalin yang dibuat pada 1995.


Endeng Mursalin merupakan ayah dari Elansyah, vokalis Defy.


Lewat Devastation Manifest, Defy membawa cerita tentang Palu, identitas Kaili, dan berbagai keresahan di sekitarnya ke dalam sembilan lagu. (nul)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.