- Jumlah Warga Terdampak Gempa di Sigi Capai Ribuan, 1 Korban Jiwa dan 1.360 Rumah Rusak
- Fokus Penanganan Pascagempa, Wagub Sulteng Sambangi RS dan Warga Terdampak
- Hingga Pukul 05.30 WITA, Gempa Susulan Pascagempa M 6,7 Capai 419 Kali
- BMKG Laporkan 177 Gempa Susulan hingga Pukul 20.00 WITA, 70 Kali Dirasakan Warga
- BPJN Sulteng Pastikan Sejumlah Jembatan di Palu hingga Jalan Kebun Kopi Aman Pascagempa M 6,7
- BMKG Sebut Gempa Magnitudo 6,7 di Palu-Sigi Berasal dari Aktivitas Sesar Sausu
- BMKG Catat 71 Gempa Susulan hingga Pukul 14.30 WITA
- Gubernur Instruksikan Tanggap Darurat Usai Gempa M 6,7, Tenaga Medis Dikerahkan ke Lokasi Terdampak
- BMKG Catat 16 Kali Gempa Susulan Usai Magnitudo 6,7 di Tenggara Palu
- Empat Atlet Junior Sulteng Berlaga di Asian OWS Bali
Viral Hina Etnik Kaili, J Kini Dihukum Adat Givu di Palu
.jpg)
Keterangan Gambar : Perempuan berinisial J mengikuti prosesi adat Givu di Bantaya, Kelurahan Besusu Tengah, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, Rabu (1/10/2025). (Foto: mahen.henn.2025/Fb)
Likeindonesia.com, Palu - Perempuan berinisial J, yang sebelumnya ramai dibicarakan warganet karena diduga melecehkan etnik Kaili melalui unggahan di media sosial, kembali menjadi sorotan setelah mengikuti prosesi adat Givu di Bantaya, Kelurahan Besusu Tengah, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, Rabu (1/10/2025).
Dalam prosesi tersebut, J tampak mengenakan pakaian adat dengan penutup kepala berwarna merah. Ia duduk bersama para tetua adat, dengan tulisan 'Tosala' (Bersalah) terpampang di hadapannya.
Baca Lainnya :
- Selama 90 Hari, Balita Stunting di Palu Terima Menu Sehat dari Dapur Sehat
- Literasi Anak di Sulteng Masih Rendah, Semesta Buku Dorong Budaya Membaca
- 47 Atlet Korpri Sulteng Siap Berlaga di Pornas XVII Palembang
- Anak-anak PAUD Kunjungi Basarnas Palu, Belajar Mitigasi Bencana Sejak Dini
- Sampel Makanan Program MBG di Sulteng Diuji BPOM, Hasilnya Jadi Bahan Penyelidikan Dinkes
Sebelum prosesi Givu dimulai, J dijemput secara adat oleh sejumlah perempuan berpakaian kuning sambil membawa perlengkapan tradisi.
Prosesi Givu sendiri merupakan salah satu ritual penting masyarakat Kaili yang sarat makna budaya dan memiliki nilai penyucian.
Sebelumnya, J menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah videonya diduga menghina dan melecehkan etnik Kaili di Palu. Aksinya menuai kritik tajam serta reaksi keras dari masyarakat.
Kini, keikutsertaan J dalam prosesi adat Givu dianggap sebagai langkah penyelesaian adat sekaligus upaya mengembalikan keharmonisan di tengah masyarakat. (Bim/Nl)










