- UMKM Sulteng Mulai Didorong Go Global, Gerakan 1.000 Pelaku Usaha Ekspor Resmi Dideklarasikan
- Jokowi Dijadwalkan Sambangi Palu, Bakal Resmikan Kantor DPW PSI Sulteng
- Le Na Jodoh, ADISTA Tak Jadi Tampil di Konser HUT Kota Palu ke-48
- Pemerintah Siapkan Skema Kuliah Gratis di PTN, Pelaksanaan Akan Bertahap
- Makin Sedikit Warga Sulteng yang Fokus Mengurus Rumah Tangga, Jumlahnya Turun 61 Ribu
- 2,46% Rumah Tangga di Palu Masih Andalkan Air Hujan untuk Minum
- 40% Gen Z Pilih Nikah di KUA, Uang Lebih Diprioritaskan untuk Kehidupan Setelah Menikah
- Catat Jamnya! 25 September Ada Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Enam Wilayah Sulteng, Termasuk Palu
- Influenza Tipe A Super Flu Merebak di RI, Anak-Anak Paling Banyak Terinfeksi
- KONI Sulteng Dorong PBFI Tingkatkan Pembinaan dan Prestasi Atlet
Jumlah Warga Terdampak Gempa di Sigi Capai Ribuan, 1 Korban Jiwa dan 1.360 Rumah Rusak

Keterangan Gambar : Salah satu rumah warga terdampak gempa di Desa Kamarora B, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi. (Foto: BPBD Kabupaten Sigi)
Likeindonesia.com, SIGI – Jumlah warga Kabupaten Sigi yang terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 pada Selasa (16/6/2026) dilaporkan mencapai ribuan orang.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sigi melalui Pusdalops-PB mencatat sebanyak 1.813 kepala keluarga (KK) atau sekitar 5.744 jiwa terdampak akibat gempa tersebut.
Baca Lainnya :
- Fokus Penanganan Pascagempa, Wagub Sulteng Sambangi RS dan Warga Terdampak
- BMKG Catat 71 Gempa Susulan hingga Pukul 14.30 WITA
- BMKG Catat 16 Kali Gempa Susulan Usai Magnitudo 6,7 di Tenggara Palu
- index
- admin
Selain itu, BPBD Kabupaten Sigi juga melaporkan adanya 1 orang meninggal dunia, 71 orang mengalami luka ringan, dan 3 orang mengalami luka berat.
Dampak kerusakan pada bangunan juga cukup signifikan, dengan total 1.360 rumah warga terdampak, terdiri atas 1.074 rumah rusak ringan, 110 rumah rusak sedang, dan 30 rumah rusak berat.
Dalam laporannya, BPBD Kabupaten Sigi menyebut data pengungsi masih dalam proses pendataan. Namun secara umum, warga yang terdampak mengungsi di pekarangan rumah masing-masing dan sebagian lainnya mengungsi ke rumah kerabat atau keluarga.
“Secara umum, warga yang terdampak mengungsi di pekarangan rumah masing-masing dan sebagian mengungsi di rumah kerabat/keluarga,” demikian keterangan dalam laporan BPBD Kabupaten Sigi yang dirilis pada Rabu (17/6/2026).
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Sigi terus melakukan kaji cepat di sejumlah wilayah terdampak serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam penanganan darurat bencana.
Sejumlah langkah penanganan telah dilakukan, termasuk aktivasi layanan kesehatan, evakuasi warga, serta pendirian tenda pengungsian di wilayah terdampak.
BPBD Kabupaten Sigi juga mencatat sejumlah kebutuhan mendesak di lapangan, antara lain air bersih, tenda atau terpal, tikar, selimut, kebutuhan bayi dan ibu hamil, genset, sembako, serta dukungan psikososial bagi para penyintas. (nul)










