- Mayat Perempuan Ditemukan Mengapung di Pantai Lere, Identitas Korban Belum Diketahui
- Karyawan Hilang Usai Jatuh dari Tongkang di Morowali Utara Ditemukan di Kedalaman 15 Meter
- Palu, Sigi, dan Donggala Jadi Tujuan Wisata Terbanyak di Sulteng
- 35.872 Kopdes Dikebut Rampung Bulan Ini, Siap Beroperasi September
- Akhirnya, Penerbangan Internasional Perdana Palu–Guangzhou Dimulai 6 Agustus
- Suka Rekam Orang Tanpa Izin Buat Konten? Menkomdigi: Bisa Langgar UU PDP
- Masa Transisi Darurat Gempa Sigi Resmi Berakhir, Fokus Penanganan Beralih ke Percepatan Pemulihan
- Pemprov Sulteng Resmi Layangkan Surat Keberatan atas Pencabutan Status Tuan Rumah FORNAS 2027
- Resmi, Harga Pertamax hingga Pertamax Turbo Turun Mulai 1 Agustus
- Pemprov Sulteng Sesalkan Pencabutan Status Tuan Rumah FORNAS 2027, Gubernur: Keputusan Sepihak
Mayat Perempuan Ditemukan Mengapung di Pantai Lere, Identitas Korban Belum Diketahui

Keterangan Gambar : Polsek Palu Barat mengevakuasi mayat perempuan yang ditemukan di Pantai Lere, Kota Palu, Kamis (6/8/2026). (Foto: Humas Polresta Palu)
Likeindonesia.com, PALU – Sesosok mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di tepi Pantai Jalan Cumi-Cumi, Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Kamis (6/8/2026) pagi. Hingga kini, polisi masih menyelidiki identitas korban dan penyebab kematiannya.
Penemuan jenazah bermula sekitar pukul 08.55 Wita saat seorang personel Polri, Bripka Ervan, yang tengah melintas di lokasi melihat sejumlah warga berkerumun di pinggir pantai. Saat mendekat, ia mendapati jenazah seorang perempuan yang telah ditutupi spanduk oleh warga.
Baca Lainnya :
- Buka-Tutup Jalur Kebun Kopi Picu Protes, Fortuner Hitam Diduga Utusan Bupati Diloloskan Melintas
- Peresmian Jembatan Palu IV Ditunda, Masih Ada Pekerjaan Belum Rampung
- Resmi Dibuka, Bengkel Body Repair Suzuki Palu: Layanan Cepat, Garansi Aman, Semua Merek Masuk!
- Setelah Gempa 3,5 SR, Palu Kembali Digoyang Gempa 3,2 SR
- Gempa Magnitudo 3,5 Guncang Palu Pagi Ini
Berdasarkan keterangan saksi, seorang sopir truk menjadi orang pertama yang menemukan korban. Saat singgah di kawasan pantai, saksi melihat dua ekor buaya sedang mencabik sesuatu di tepian. Setelah diperiksa lebih dekat, benda tersebut ternyata merupakan tubuh seorang perempuan.
Saksi kemudian mengusir kedua buaya dengan melempar batu sebelum meminta bantuan warga untuk menghubungi pihak kepolisian.
Saat ditemukan, kondisi jenazah sudah mengapung di tepi pantai tanpa busana. Tubuh korban juga telah mengalami pembusukan lanjut sehingga menyulitkan proses identifikasi awal.
Kapolresta Palu, Kombes Pol Hari Rosena melalui Kapolsek Palu Barat, Iptu Irfan Muzakar mengatakan, pihaknya bersama personel langsung mendatangi lokasi sekitar pukul 09.05 Wita untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta warga menjauh dari area penemuan.
Polsek Palu Barat kemudian berkoordinasi dengan Unit Inafis Polresta Palu untuk melakukan penanganan lebih lanjut.
Sekitar pukul 09.30 Wita, Tim Dokkes Polda Sulawesi Tengah bersama Unit Inafis Polresta Palu tiba di lokasi dan melakukan olah TKP. Jenazah selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara sekitar pukul 09.50 Wita guna proses identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut.
Polisi juga telah memasang garis polisi di sekitar lokasi, mengumpulkan keterangan saksi, serta melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas korban dan penyebab kematiannya.
“Sejumlah langkah kepolisian telah dilakukan di lokasi, mulai dari pengamanan TKP dengan garis polisi, imbauan kepada warga untuk menjaga status quo lokasi, koordinasi dengan Unit Identifikasi Satreskrim Polresta Palu, hingga pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket),” ujar Iptu Irfan dalam rilis yang diterima, Kamis (6/8/2026).
Ia menambahkan, hingga proses evakuasi selesai, situasi di lokasi dilaporkan aman dan kondusif.
Selain itu, Polsek Palu Barat mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah setempat. (nul)


.jpg)






