- 16 Perusahaan Tambang Patungan Rp355 Miliar Bangun Jalan di Morowali dan Morut
- Resmi Diumumkan! Tunjangan Guru Naik, Non-ASN Jadi Rp 2 Juta dan ASN Setara Gaji Pokok
- Wagub Sulteng Lantik Dokter Ahli Utama, Dukung Transformasi RS Undata Berstandar Internasional
- DPRD Kota Palu Desak Pemkot Perkuat Koordinasi dalam Penyusunan Tata Ruang
- DPRD Palu Sahkan Hasil Evaluasi LKPJ 2025, 37 Rekomendasi Diserahkan ke Pemkot
- DPRD Palu Desak Pemkot Tuntaskan Masalah Lahan Tidur dan Air Bersih di Dua Kelurahan
- DPRD Palu Soroti Overkapasitas RS, Biaya Visum, dan Denda BPJS yang Bebani Warga
- Dari Huntap hingga Pajak Daerah, DPRD Palu Paparkan Hasil Kerja Caturwulan I
- 8 Rumah Sakit Swasta di Palu Terancam Tak Bisa Beroperasi, DPRD Soroti Masalah Perizinan
- Abdurahim Nasar Al-Amri Soroti Mandeknya RDTR, DPRD Palu Siap Koordinasi Ulang ke Pusat
Selama 90 Hari, Balita Stunting di Palu Terima Menu Sehat dari Dapur Sehat

Keterangan Gambar : Program pemberian makanan tambahan bagi balita stunting melalui mekanisme dapur sehat dimulai di dua kelurahan, yakni Lolu Utara dan Besusu Barat, Rabu (1/10) pagi. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Angka stunting di Kota Palu masih menjadi persoalan kesehatan serius, terutama pada anak-anak di bawah usia dua tahun.
Kini, prevalensi stunting di Kota Palu di angka 25,6 persen, ditarget bisa turun hingga 11 persen.
Baca Lainnya :
- Literasi Anak di Sulteng Masih Rendah, Semesta Buku Dorong Budaya Membaca
- 47 Atlet Korpri Sulteng Siap Berlaga di Pornas XVII Palembang
- Anak-anak PAUD Kunjungi Basarnas Palu, Belajar Mitigasi Bencana Sejak Dini
- Sampel Makanan Program MBG di Sulteng Diuji BPOM, Hasilnya Jadi Bahan Penyelidikan Dinkes
- Kontingen Sulteng Disambut Ketua KONI Usai Torehkan 6 Medali di Ajang Pomnas XIX Jawa Tengah 2025
Untuk menekan prevalensi stunting, Pemerintah Kota Palu meluncurkan program pemberian makanan tambahan bagi balita stunting melalui mekanisme dapur sehat.
Program ini resmi dimulai di dua kelurahan, yakni Lolu Utara dan Besusu Barat, Rabu (1/10) pagi.
Di Lolu Utara, tercatat ada tujuh balita stunting, sementara di Besusu Barat terdata sebelas anak.
Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, mengatakan program ini akan berjalan selama 90 hari dengan target perubahan kondisi anak-anak stunting.
“Kita launching di seluruh kelurahan untuk penanganan dan pencegahan stunting. Kita berharap dengan program selama 90 hari ke depan, itu terjadi perubahan pada anak-anak yang di bawah dua tahun, yang kategorinya stunting,” ujar Imelda kepada media ini usai kegiatan, Rabu (1/10) pagi.
Ia menjelaskan, seluruh stakeholder turut dilibatkan dalam pelaksanaan program, baik dari lembaga pemerintah maupun non-pemerintah.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat juga penting dalam bentuk program orang tua asuh.
Wakil Wali Kota mengharapkan akan banyak bapak angkat, ibu angkat, dan pihak lain untuk bersama dalam mendukung pencegahan stunting.
Dalam pelaksanaannya, dapur sehat akan rutin menyiapkan makanan bergizi setiap hari.
Menu yang disediakan bervariasi, mulai dari telur, tempe, hingga sayur-sayuran, yang ditujukan untuk menambah nafsu makan balita stunting.
Nirma, warga Lolu Utara yang cucunya masuk dalam kategori stunting, mengaku senang dengan adanya program ini.
“Gembira ada makanan begitu dan cucu ini dapat makanan sehat. Biar ada nafsu makannya anak ini,” ucap Nirma.
Dengan kolaborasi lintas sektor, program dapur sehat diharapkan mampu memperbaiki gizi balita stunting, sekaligus menekan angka kasus di Kota Palu. (Rul/Nl)










