- Sulteng Masuk 10 Besar Provinsi dengan Kehilangan Hutan Terbanyak akibat Karhutla
- BMKG Keluarkan Peringatan Dini Kekeringan, 7 Kabupaten Sulteng Masuk Kategori Waspada
- Antrean Pertalite Mengular di Palu, Pertamina Pastikan Stok Normal
- Pemerintah Bakal Buka Seleksi CPNS Awal 2027, Kebutuhan Guru Capai 526 Ribu
- Walatana Didorong Jadi Role Model Pertanian Modern di Sulawesi Tengah
- Punya 8 Bandara, Sulteng Masuk Jajaran Provinsi dengan Bandara Terbanyak di Indonesia
- Sulteng Salurkan Rp1 Miliar untuk Warga Terdampak Gempa NTT
- Geliat Kemerdekaan dari Lindu, Fathur Razaq Ajak Warga Jaga Persaudaraan, Adat, dan Alam
- Zevanya Queensy Jadi Pembawa Baki saat Penaikan Bendera HUT ke-81 RI Tingkat Provinsi Sulteng
- Upacara HUT RI ke-81 Tingkat Provinsi Sulteng Berlangsung Khidmat
Viral Kisah Anca: Pemuda Banggai yang Hilang 3 Tahun, Ternyata Bertahan Hidup di Hutan Jawa Barat

Keterangan Gambar : Anzahyar Laadjim atau Anca (26), pemuda asal Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, menjadi perhatian publik setelah kisah hidupnya viral di media sosial. (Foto: IST)
Likeindonesia.com, Palu - Anzahyar Laadjim atau Anca (26 th), mahasiswa asal Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, menjadi perhatian publik setelah kisah hidupnya viral di media sosial. Anca ditemukan hidup mengasingkan diri di kawasan hutan Jawa Barat, setelah bertahun-tahun menjauh dari keluarga dan lingkungan sosial.
Anca diketahui meninggalkan kampusnya di Bandung dan bertahan hidup di kawasan hutan Ki Brewoh, Dusun Madasari, Desa Masawah, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran. Ia mengaku telah hampir satu tahun tinggal di lokasi tersebut dengan kondisi serba terbatas.
Baca Lainnya :
- BMKG Peringatkan Puncak Musim Hujan di Sulteng, Curah Hujan Tinggi hingga Januari 2026
- Public Hearing Reformasi Polri di Palu Serap Masukan Akademisi dan Tokoh Masyarakat
- Akyko Micheel Kapito Sumbang Perunggu Teqball untuk Indonesia di SEA Games 2025
- Kasus HIV dan Malaria Meningkat di Sulteng Sepanjang 2025, Sejumlah Daerah Masuk KLB
- 485 Atlet Cilik Ikuti Open Karate Forki Palu, Fokus Penjaringan Usia Dini
Kepala Dusun Madasari, Kusmawan, mengatakan keberadaan Anca terungkap setelah warga melihat rekaman kamera pengawas (CCTV) yang memperlihatkan dirinya mengambil makanan di sebuah warung milik warga. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu dini hari sekitar pukul 01.30 WIB.
Sebelumnya, warga kerap kehilangan sejumlah bahan makanan seperti nasi, beras, bumbu dapur, telur, hingga daging ayam. Untuk memastikan penyebabnya, warga kemudian memasang CCTV di beberapa titik di sekitar permukiman.
“Sering ada laporan kehilangan makanan. Karena penasaran, warga memasang CCTV, dan akhirnya terlihat sosok yang mengambil makanan itu,” ujar Kusmawan kepada sejumlah wartawan di Madasari, Kamis, (11/12/2025) malam, dikutip dari TribunJabar.
Meski demikian, warga setempat memilih tidak main hakim sendiri. Setelah mengetahui kondisi Anca, warga justru menunjukkan empati.
“Alhamdulillah warga tidak main hakim sendiri. Semua memahami kondisi psikologis Anca,” ucap Kusmawan.
Anca kemudian dijemput untuk dibawa pulang agar bisa mendapatkan pendampingan yang lebih layak.
Warga berharap Anca dapat menghadapi persoalan hidupnya dengan lebih baik ke depan.
“Saya dan warga berharap Anca bisa menghadapi masalah hidupnya dengan baik. Semoga masa depannya nanti lebih cerah,” pungkas Kusmawan. (Nul/Nl)



1.jpg)






