- Jokowi Dijadwalkan Sambangi Palu, Bakal Resmikan Kantor DPW PSI Sulteng
- Le Na Jodoh, ADISTA Tak Jadi Tampil di Konser HUT Kota Palu ke-48
- Pemerintah Siapkan Skema Kuliah Gratis di PTN, Pelaksanaan Akan Bertahap
- Makin Sedikit Warga Sulteng yang Fokus Mengurus Rumah Tangga, Jumlahnya Turun 61 Ribu
- 2,46% Rumah Tangga di Palu Masih Andalkan Air Hujan untuk Minum
- 40% Gen Z Pilih Nikah di KUA, Uang Lebih Diprioritaskan untuk Kehidupan Setelah Menikah
- Catat Jamnya! 25 September Ada Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Enam Wilayah Sulteng, Termasuk Palu
- Influenza Tipe A Super Flu Merebak di RI, Anak-Anak Paling Banyak Terinfeksi
- KONI Sulteng Dorong PBFI Tingkatkan Pembinaan dan Prestasi Atlet
- Cegah Pungli, Polri Siapkan Mesin Cetak SKCK Mandiri Mulai 2027, Tak Perlu Lagi ke Kantor Polisi
7 Pelanggaran Ini Jadi Fokus Operasi Patuh Tinombala 2025, Warga Diminta Tertib di Jalan

Keterangan Gambar : Satlantas Polresta Palu merazia sejumlah pengendara pada Operasi Patuh Tinombala 2025, Selasa pagi (15/7/2025). (Foto: IST)
Likeindonesia.com, Palu - Operasi Patuh Tinombala 2025 telah resmi digelar dan akan berlangsung selama 14 hari hingga 27 Juli mendatang. Sebanyak 729 personel gabungan diterjunkan untuk memastikan ketertiban lalu lintas selama operasi berlangsung.
Mengusung tema “Tertib Berlalu Lintas Demi Terwujudnya Indonesia Emas”, operasi ini menitikberatkan penindakan terhadap tujuh jenis pelanggaran lalu lintas yang kerap menjadi pemicu kecelakaan di jalan, yakni:
Baca Lainnya :
- Rencana Pengelolaan Sungai Karaopa Morowali, Syarifudin Hafid Ingatkan Hak Petani
- Gegas Bangun SDM, Kampus Untad Bakal Hadir di Bangkep
- Dirlantas Polda Sulteng: Operasi Patuh Tak Fokus pada Penindakan Kendaraan ODOL
- Operasi Patuh di Sulteng Fokus pada Pelanggaran Kasat Mata, Bukan Pemeriksaan Surat Kendaraan
- Polda Sulteng Jadwalkan Pemeriksaan Para Leader OMC Wilayah Pekan Ini
1. Pengendara motor menggunakan ponsel saat berkendara – mengganggu konsentrasi dan memicu risiko kecelakaan.
2. Pengemudi di bawah umur – belum cukup usia secara hukum maupun kemampuan untuk berkendara secara aman.
3. Berboncengan lebih dari satu orang – melampaui kapasitas kendaraan dan membahayakan keselamatan.
4. Tidak menggunakan helm SNI atau sabuk pengaman – meningkatkan risiko fatal saat terjadi kecelakaan.
5. Berkendara dalam pengaruh alkohol – mengganggu kontrol dan reaksi saat berkendara.
6. Melawan arus lalu lintas – sangat membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.
7. Melebihi batas kecepatan yang ditentukan – memperbesar kemungkinan tabrakan fatal.
Kapolresta Palu menegaskan bahwa operasi ini tak hanya bersifat represif, tetapi juga edukatif dan humanis. Polri mengedepankan pendekatan berbasis teknologi informasi seperti ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement) untuk mendeteksi pelanggaran secara elektronik, baik melalui kamera statis maupun sistem mobile.
"Budaya tertib berlalu lintas adalah tanggung jawab bersama. Polantas hadir tidak semata menindak, tetapi juga mendidik dan melayani agar keselamatan menjadi prioritas,” ujar Kombes Pol Deny Abrahams dalam amanatnya saat memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Tinombala 2025, Senin (14/7/2025).
Dengan adanya operasi ini, masyarakat diimbau untuk lebih disiplin di jalan raya dan mematuhi seluruh aturan demi keselamatan bersama. Operasi Patuh bukan sekadar razia, tapi langkah strategis untuk menurunkan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di Sulawesi Tengah. (Bim)










