- FR Cup Volleyball Tournament 2026 Resmi Berakhir, Fathur Razaq: Bukan Ending, Tapi Beginning
- Menaker Larang Lowongan Kerja Cantumkan Syarat Good Looking dan Usia
- Soal Pajak Rumah Kontrakan, Purbaya Tegaskan Tak Ada Pajak Baru
- Pengguna Pertalite Akan Dibatasi Mulai Akhir Tahun, Pemerintah Tegaskan Motor Tak Terdampak
- Durian Vulcano Indonesia Didorong Jadi Brand Durian Sulteng untuk Pasar Dunia
- Durian Beku Sulteng Laris di China, Ekspor Capai 7.344 Ton
- Rp18,9 Triliun Cair ke 546 Pemda, Buat Bayar Gaji PPPK
- Terungkap Setelah Dua Tahun Hilang, Paramitha Dibunuh Sopir Travel saat Perjalanan ke Morowali
- Perkembangan Kasus Pembunuhan Keluarga di Duyu, 9 Saksi Diperiksa dan Pelaku Masih Diburu Polisi
- 180 Gempa di Sulteng Tercatat pada Minggu Pertama Agustus
Pasar Tani Sulteng, Etalase Produk Petani dan UMKM Lokal

Keterangan Gambar : Kondisi Pasar Tani yang digelar Dinas TPH Provinsi Sulawesi Tengah, Kamis (21/8/2025). (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Pasar Tani yang digelar Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Provinsi Sulawesi Tengah kembali menjadi ruang pertemuan bagi petani, pelaku hortikultura, hingga UMKM lokal untuk memperkenalkan produk unggulan mereka langsung ke masyarakat.
Kegiatan rutin yang digelar sejak Rabu (20/8/2025) ini diikuti 42 lapak kelompok tani dan pelaku usaha, serta 9 stan pameran dari masing-masing bidang di Dinas TPH Sulteng.
Baca Lainnya :
- Banyak Untung Pakai DFSK Super Cab, Kini Hadir dengan Promo Spesial di Palu
- AMSI Sulteng Sesalkan Sikap Komika Ichal Kate, Tak Mau Konfirmasi Tapi Lecehkan Media
- Mahasiswa Untad Adu Bakat Jadi News Anchor di Pekan Ilmu Komunikasi
- Satu Korban Gempa Poso Dirujuk ke RSUD Undata Palu, Jalani Operasi Kepala
- Setelah 11 Jam Pencarian, Pendaki Gunung Gawalise Alami Hipotermia Ditemukan Selamat
Setiap lapak diisi dua kelompok sehingga lebih dari seratus peserta terlibat dalam ajang kali ini.
Ketua Panitia Pasar Tani, Fatma, menjelaskan tujuan utama kegiatan adalah memperluas akses pemasaran bagi petani.
“Tujuannya adalah mempertemukan para pelaku hortikultura, petani, dan UMKM dalam satu wadah. Dengan begitu, masyarakat bisa melihat bahwa kita memiliki kelompok tani yang aktif dan harus dikembangkan, bukan hanya terbatas di desa-desa saja,” ujar Fatma saat ditemui, Kamis (21/8/2025).
Menurutnya, keberadaan Pasar Tani menjadi solusi bagi petani yang kesulitan memasarkan hasil panen jika hanya mengandalkan penjualan di daerah masing-masing.
“Kami bantu memasarkan hasil panen, khususnya komoditas hortikultura. Kalau ada pihak yang membutuhkan produk mereka, bisa langsung menghubungi kami. Kami akan arahkan ke kelompok tani agar pemasaran lebih mudah ke depannya,” tambahnya.
Produk lokal yang ditawarkan bervariasi, mulai dari sayuran, buah-buahan, hingga beras. Namun, salah satu produk UMKM yang paling menonjol adalah bawang goreng khas Sulawesi Tengah.
“Untuk UMKM, yang menonjol adalah bawang goreng. Produk lokal ini perlu terus kita tingkatkan agar masyarakat tahu Sulawesi Tengah punya produk unggulan,” kata Fatma.
Selain menjadi ruang jual beli, Pasar Tani juga memperlihatkan peran Dinas TPH dalam mendukung kebutuhan petani, mulai dari urusan sertifikasi lahan, pengendalian hama, hingga informasi komoditas hortikultura.
“Kami juga mengundang mahasiswa dan masyarakat umum agar tahu kondisi pertanian sebenarnya. Dengan adanya stand ini, masyarakat bisa melihat langsung tugas-tugas Dinas Pertanian,” jelas Fatma.
Ia berharap kegiatan ini mampu menghubungkan petani dengan distributor maupun pembeli, sehingga hasil pertanian Sulawesi Tengah semakin dikenal dan produktivitas petani dapat meningkat. (Rul)


.jpg)







