- Peringatan 1 Muharram di Sulteng, Ribuan Jemaah Panjatkan Doa untuk Keselamatan Daerah
- Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Tembus 910 Kali hingga Jumat Pagi
- Korban Jiwa Akibat Gempa M 6,7 di Sigi Bertambah Jadi Tiga Orang
- Penemuan Mayat Tanpa Identitas di Pantai Talise Masih dalam Penyelidikan Polisi
- Lantik Pengurus Baru KONI Palu, Fathur Razaq Minta Pembinaan Atlet Diperkuat
- Gubernur Tetapkan Status Tanggap Darurat Gempa di Sigi, Parimo, Poso, dan Palu Selama 7 Hari
- Hingga Rabu Malam, Total Gempa Susulan M 6,7 Tembus 612 Kali
- Sumber Air Tertutup Longsor Pascagempa, Gubernur Sulteng Pastikan Kebutuhan Warga di Sigi Terpenuhi
- Jumlah Warga Terdampak Gempa di Sigi Capai Ribuan, 1 Korban Jiwa dan 1.360 Rumah Rusak
- Fokus Penanganan Pascagempa, Wagub Sulteng Sambangi RS dan Warga Terdampak
Pasar Tani Sulteng, Etalase Produk Petani dan UMKM Lokal

Keterangan Gambar : Kondisi Pasar Tani yang digelar Dinas TPH Provinsi Sulawesi Tengah, Kamis (21/8/2025). (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Pasar Tani yang digelar Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Provinsi Sulawesi Tengah kembali menjadi ruang pertemuan bagi petani, pelaku hortikultura, hingga UMKM lokal untuk memperkenalkan produk unggulan mereka langsung ke masyarakat.
Kegiatan rutin yang digelar sejak Rabu (20/8/2025) ini diikuti 42 lapak kelompok tani dan pelaku usaha, serta 9 stan pameran dari masing-masing bidang di Dinas TPH Sulteng.
Baca Lainnya :
- Banyak Untung Pakai DFSK Super Cab, Kini Hadir dengan Promo Spesial di Palu
- AMSI Sulteng Sesalkan Sikap Komika Ichal Kate, Tak Mau Konfirmasi Tapi Lecehkan Media
- Mahasiswa Untad Adu Bakat Jadi News Anchor di Pekan Ilmu Komunikasi
- Satu Korban Gempa Poso Dirujuk ke RSUD Undata Palu, Jalani Operasi Kepala
- Setelah 11 Jam Pencarian, Pendaki Gunung Gawalise Alami Hipotermia Ditemukan Selamat
Setiap lapak diisi dua kelompok sehingga lebih dari seratus peserta terlibat dalam ajang kali ini.
Ketua Panitia Pasar Tani, Fatma, menjelaskan tujuan utama kegiatan adalah memperluas akses pemasaran bagi petani.
“Tujuannya adalah mempertemukan para pelaku hortikultura, petani, dan UMKM dalam satu wadah. Dengan begitu, masyarakat bisa melihat bahwa kita memiliki kelompok tani yang aktif dan harus dikembangkan, bukan hanya terbatas di desa-desa saja,” ujar Fatma saat ditemui, Kamis (21/8/2025).
Menurutnya, keberadaan Pasar Tani menjadi solusi bagi petani yang kesulitan memasarkan hasil panen jika hanya mengandalkan penjualan di daerah masing-masing.
“Kami bantu memasarkan hasil panen, khususnya komoditas hortikultura. Kalau ada pihak yang membutuhkan produk mereka, bisa langsung menghubungi kami. Kami akan arahkan ke kelompok tani agar pemasaran lebih mudah ke depannya,” tambahnya.
Produk lokal yang ditawarkan bervariasi, mulai dari sayuran, buah-buahan, hingga beras. Namun, salah satu produk UMKM yang paling menonjol adalah bawang goreng khas Sulawesi Tengah.
“Untuk UMKM, yang menonjol adalah bawang goreng. Produk lokal ini perlu terus kita tingkatkan agar masyarakat tahu Sulawesi Tengah punya produk unggulan,” kata Fatma.
Selain menjadi ruang jual beli, Pasar Tani juga memperlihatkan peran Dinas TPH dalam mendukung kebutuhan petani, mulai dari urusan sertifikasi lahan, pengendalian hama, hingga informasi komoditas hortikultura.
“Kami juga mengundang mahasiswa dan masyarakat umum agar tahu kondisi pertanian sebenarnya. Dengan adanya stand ini, masyarakat bisa melihat langsung tugas-tugas Dinas Pertanian,” jelas Fatma.
Ia berharap kegiatan ini mampu menghubungkan petani dengan distributor maupun pembeli, sehingga hasil pertanian Sulawesi Tengah semakin dikenal dan produktivitas petani dapat meningkat. (Rul)










