- Kota Palu Jadi Daerah dengan Pengeluaran Rokok Terendah di Sulteng
- Ingin Lepas Status WNI? Kini Dikenai Biaya Rp5 Juta Berdasarkan PP Terbaru
- Aktivitas Gempa di Sulteng Terus Menurun, Kini Kurang dari 200 Kali dalam Sepekan
- Siap-Siap! 33 Juta Keluarga Bakal Dapat Beras Gratis 30 Kg Mulai Agustus
- Makin Irit! Pertamina Turunkan Harga Tabung Bright Gas 12 Kg dan 5,5 Kg
- Program Berani Panen Raya Dikebut, Produktivitas Padi Sulteng Ditargetkan 6 Ton per Hektare
- Pemerintah Tetapkan Harga Khusus Solar bagi Nelayan, Kini Rp15 Ribu per Liter
- DPR RI Tinjau Sekolah Rakyat di Palu, 183 Anak Kurang Mampu Kini Dapat Akses Pendidikan
- Melaut Saat Cuaca Buruk, Nelayan di Banggai Laut Hilang Kontak
- Kurs Rupiah Melemah, Biaya Haji 2027 Diusulkan Naik Jadi Rp107,3 Juta
Mahasiswa Untad Adu Bakat Jadi News Anchor di Pekan Ilmu Komunikasi

Keterangan Gambar : Salah satu peserta mengikuti lomba news anchor pada Pekan Ilmu Komunikasi yang diadakan Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Untad. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Lomba news anchor untuk pertama kalinya digelar dalam rangkaian Pekan Ilmu Komunikasi yang diadakan Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tadulako, Palu.
Sebanyak 12 mahasiswa ikut berpartisipasi dalam ajang tersebut, Rabu (19/8) pagi.
Baca Lainnya :
- Satu Korban Gempa Poso Dirujuk ke RSUD Undata Palu, Jalani Operasi Kepala
- Setelah 11 Jam Pencarian, Pendaki Gunung Gawalise Alami Hipotermia Ditemukan Selamat
- Fathur Razaq Pimpin Upacara HUT RI ke-80 di Bukit Salena, Kibarkan Merah Putih di Udara
- Residivis Tikam Pengusaha Toko Bangunan Hingga Tewas di Palu
- Ribuan Warga Binaan di Sulteng Terima Remisi HUT RI ke-80
Ketua panitia, Dyah Fitria Kartika Sari, mengatakan lomba ini dihadirkan sebagai wadah untuk mencari sekaligus melatih bibit baru di dunia penyiaran.
“News anchor sendiri karena salah satu konsentrasi dalam prodi ilmu komunikasi itu adalah broadcasting. Jadi ini adalah salah satu cara untuk mencari bibit-bibit news anchor dari mahasiswa,” ujar Dyah.
Menurutnya, lomba news anchor memang baru pertama kali dilaksanakan.
Sebelumnya, kegiatan serupa hanya sebatas lomba master of ceremony (MC).
Salah satu peserta, Fhazia Tri Utama, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari kesempatan ini.
Ia yang masih berstatus mahasiswa baru merasa bisa mengasah kemampuan komunikasi lewat lomba tersebut.
“News anchor itu betul-betul sangat bermanfaat, apalagi kan kita ini mahasiswa baru jadi kita diberi ruang untuk melatih skill komunikasi kita, bagaimana cara berbicara yang baik. Setelah tampil saya rasakan lega,” ungkap Fhazia.
Selain lomba news anchor, Pekan Ilmu Komunikasi 2025 menghadirkan lima cabang kompetisi lain, yakni fotografi naratif, lomba MC, pidato bahasa Inggris, serta video kreatif.
Seluruhnya terbuka untuk mahasiswa ilmu komunikasi.
Dyah menambahkan, kegiatan yang berlangsung selama tiga hari pada 20–22 Agustus ini sudah memasuki tahun keempat penyelenggaraan.
Selain kompetisi, terdapat pula sejumlah agenda akademik seperti diskusi bersama alumni, kolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Donggi Senoro LNG, hingga talkshow yang rencananya akan diisi oleh Bank Indonesia.
“Pekan ilmu komunikasi sendiri sebenarnya kegiatan silaturahmi antara mahasiswa, dosen, kemudian alumni prodi ilmu komunikasi,” jelas Dyah.
Pekan Ilmu Komunikasi diharapkan menjadi wadah bertemunya mahasiswa lintas angkatan sekaligus ruang pembelajaran praktis bagi mahasiswa baru dalam menyalurkan minat, bakat, serta kemampuan komunikasi mereka. (Rul)










