- Ketua DPRD se-Sulteng Dorong Penguatan Sinergi Pembangunan Daerah
- 459 Ton Durian Sulteng Diekspor ke Tiongkok, Digadang Jadi Ikon Baru Nasional
- Pemerintah Buka 35 Ribu Loker KDKMP dan KNMP, Pelamar yang Lolos Jadi Pegawai BUMN
- Ketika Pemerintah Daerah Menyewa Influencer, Sebuah Jalan Pintas?
- Ketua DPRD Kota Palu Ikuti Retret Ketua DPRD se-Indonesia di Akmil Magelang
- Gubernur Anwar Hafid Ungkap Rencana Alun-alun Ikonik di Palu, Konsepnya Mirip Halaman Istana Negara
- Nambaso Fest 2026 Resmi Dibuka, Digelar Meriah Tanpa Membebani Anggaran Daerah
- HUT ke-62 Sulteng, Gubernur Tekankan Pemerataan Kesejahteraan di Seluruh Daerah
- Turun Langsung ke Desa Dalaka, Gubernur Sulteng Tancap Gas Perbaiki Jalan dan Layanan Warga
- Liga 4 Piala Gubernur Sulteng Resmi Bergulir, Talenta Muda Didorong Berprestasi Lewat Sepak Bola
Satu Korban Gempa Poso Dirujuk ke RSUD Undata Palu, Jalani Operasi Kepala

Keterangan Gambar : Mobil Ambulans di depan RSUD Undata Palu, Jl. Trans Sulawesi, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – RSUD Undata Palu menerima satu pasien rujukan dari RSUD Poso pascagempa bermagnitudo 5,8 yang mengguncang Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Minggu (17/8/2025).
Pasien tersebut mengalami luka serius di kepala dan harus menjalani operasi darurat.
Baca Lainnya :
- Setelah 11 Jam Pencarian, Pendaki Gunung Gawalise Alami Hipotermia Ditemukan Selamat
- Fathur Razaq Pimpin Upacara HUT RI ke-80 di Bukit Salena, Kibarkan Merah Putih di Udara
- Residivis Tikam Pengusaha Toko Bangunan Hingga Tewas di Palu
- Ribuan Warga Binaan di Sulteng Terima Remisi HUT RI ke-80
- Syarifudin Hafid Dukung Pemprov Sulteng Bentuk Satgas Pengentasan Kemiskinan
Wakil Direktur Pelayanan RSUD Undata Palu, dr. Muhammad Natsir, mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan RSUD Poso sejak pascagempa.
Awalnya, dua pasien direncanakan untuk dirujuk, namun kondisi keduanya tidak memungkinkan untuk dipindahkan.
“Namun tadi malam kami menerima satu pasien rujukan. Pasien masuk ke IGD sekitar pukul 01.00 wita karena membutuhkan penanganan dokter yang lebih ahli serta peralatan medis yang lebih lengkap,” jelas Natsir saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (19/8) pagi.
Menurutnya, pasien mengalami penurunan kesadaran sehingga langsung ditangani oleh dokter spesialis bedah saraf.
Dari hasil CT scan, ditemukan adanya perdarahan di kepala akibat benturan.
“Dokter memutuskan untuk melakukan operasi cito, jadi bukan elektif. Saat ini sedang dipersiapkan kelengkapan lain untuk tindakan operasi,” tambahnya.
Natsir menegaskan, sebagai rumah sakit rujukan utama di Sulawesi Tengah, RSUD Undata siap menangani pasien dari daerah terdampak bencana.
Pihaknya juga memastikan pelayanan pasien reguler di IGD tetap berjalan.
Terkait pembiayaan, seluruh penanganan pasien korban gempa Poso akan ditanggung melalui program "Berani Sehat" yang dilaunching Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
Gempa bermagnitudo 5,8 yang berpusat di darat, 18 kilometer barat laut Poso, mengakibatkan 29 warga luka-luka, dua di antaranya dilaporkan meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis.
Satu gereja di Desa Masani juga dilaporkan rusak akibat guncangan tersebut. (Rul)










