- Aktivitas Gempa di Sulteng Terus Menurun, Kini Kurang dari 200 Kali dalam Sepekan
- Siap-Siap! 33 Juta Keluarga Bakal Dapat Beras Gratis 30 Kg Mulai Agustus
- Makin Irit! Pertamina Turunkan Harga Tabung Bright Gas 12 Kg dan 5,5 Kg
- Program Berani Panen Raya Dikebut, Produktivitas Padi Sulteng Ditargetkan 6 Ton per Hektare
- Pemerintah Tetapkan Harga Khusus Solar bagi Nelayan, Kini Rp15 Ribu per Liter
- DPR RI Tinjau Sekolah Rakyat di Palu, 183 Anak Kurang Mampu Kini Dapat Akses Pendidikan
- Melaut Saat Cuaca Buruk, Nelayan di Banggai Laut Hilang Kontak
- Kurs Rupiah Melemah, Biaya Haji 2027 Diusulkan Naik Jadi Rp107,3 Juta
- Mendagri Tegaskan Pemda Tak Boleh Rumahkan PPPK karena Alasan Anggaran
- Aktivitas Gempa di Sulteng Menurun, BMKG Catat 282 Kejadian dalam Sepekan
Tahun Depan, Warga Sulteng Bisa Terbang Langsung ke Cina, Korsel, hingga Eropa

Keterangan Gambar : Pintu keberangkatan Bandara Mutiara Sis Al-Jufri Palu. (Foto: Inul Irfani/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, PALU – Tahun depan, warga Sulawesi Tengah (Sulteng) diproyeksikan bisa langsung terbang ke berbagai negara, mulai dari Cina, Korea Selatan, hingga Eropa tanpa harus transit di kota lain. Hal ini menyusul penetapan Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie Palu sebagai bandara internasional melalui Surat Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 37 dan KM 38 Tahun 2025.
Pemerintah Provinsi Sulteng menargetkan penerbangan internasional perdana bisa terwujud paling lambat 2026. Untuk mempercepat realisasi, rapat percepatan pemenuhan syarat administrasi dan teknis digelar di Ruang Polibu, Selasa (16/9/2025).
Baca Lainnya :
- PMI Sulteng Gelar HUT ke-80, Dorong Gerakan #BeraniDonor
- Utamakan Warga, Komisi III DPRD Sulteng Pastikan Penyelesaian Konflik Agraria di Sulewana
- BPBD Sulteng Imbau Warga Waspada Hujan dan Angin Kencang Hingga April 2026
- Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Butuh Pembebasan Lahan 10 Ribu Meter
- Kapolda Sulteng Mutasi 603 Personel, Sejumlah Jabatan Strategis Bergeser
Wakil Gubernur Sulteng, Reny A. Lamadjido, menegaskan pemerintah tidak ingin status internasional hanya sebatas nama.
“Jangan sampai masyarakat hanya mendengar status internasional, tetapi belum ada penerbangan ke luar negeri. Karena itu, kita susun skema jangka pendek, menengah, dan panjang. Tahun depan kita upayakan penerbangan ke Cina dan negara lainnya, serta seluruh fasilitas sudah sesuai standar,” tegas Wagub.
Sejumlah langkah percepatan tengah dipersiapkan, mulai dari pembentukan tim teknis, penyesuaian anggaran, penambahan panjang landasan, perluasan lahan untuk perputaran pesawat, hingga pengadaan peralatan penunjang seperti X-ray. Pemprov juga akan bersurat kepada Pemerintah Kota Palu agar segera merevisi RTRW dan RDTR sesuai dengan persyaratan teknis bandara internasional.
Kepala Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie, Prasetiyohadi, menambahkan runway tengah sedang dioptimalkan agar bisa didarati pesawat berbadan lebar seperti Airbus A330. Untuk itu, dibutuhkan pembebasan lahan seluas 36.000 m². Selain itu, renovasi terminal akan dilakukan akhir tahun ini agar bandara siap menerima penerbangan internasional.
Dalam jangka panjang, Bandara Mutiara ditargetkan membuka rute langsung ke Jeddah untuk mempermudah keberangkatan jamaah haji maupun umrah. Negara-negara lain yang berpotensi menjadi tujuan penerbangan internasional dari Palu antara lain Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Turki, Malaysia, hingga Eropa.
Rapat percepatan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, Asisten Pemerintahan dan Kesra Fahruddin D. Yambas, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Dr. Rudi Dewanto, perwakilan Imigrasi, Bea Cukai, Karantina, serta sejumlah OPD provinsi dan kota.
Dengan terwujudnya bandara internasional, masyarakat Sulawesi Tengah tidak hanya akan lebih mudah bepergian ke luar negeri, tetapi juga merasakan dampak positif berupa peningkatan investasi, perdagangan, hingga pariwisata daerah. (Bim/Nl)










