- Aktivitas Gempa di Sulteng Terus Menurun, Kini Kurang dari 200 Kali dalam Sepekan
- Siap-Siap! 33 Juta Keluarga Bakal Dapat Beras Gratis 30 Kg Mulai Agustus
- Makin Irit! Pertamina Turunkan Harga Tabung Bright Gas 12 Kg dan 5,5 Kg
- Program Berani Panen Raya Dikebut, Produktivitas Padi Sulteng Ditargetkan 6 Ton per Hektare
- Pemerintah Tetapkan Harga Khusus Solar bagi Nelayan, Kini Rp15 Ribu per Liter
- DPR RI Tinjau Sekolah Rakyat di Palu, 183 Anak Kurang Mampu Kini Dapat Akses Pendidikan
- Melaut Saat Cuaca Buruk, Nelayan di Banggai Laut Hilang Kontak
- Kurs Rupiah Melemah, Biaya Haji 2027 Diusulkan Naik Jadi Rp107,3 Juta
- Mendagri Tegaskan Pemda Tak Boleh Rumahkan PPPK karena Alasan Anggaran
- Aktivitas Gempa di Sulteng Menurun, BMKG Catat 282 Kejadian dalam Sepekan
Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Butuh Pembebasan Lahan 10 Ribu Meter

Keterangan Gambar : Bandara Mutiara Sis Al-Jufri, Kota Palu. (Foto: Inul Irfani/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Pemerintah bersama sejumlah pemangku kepentingan membahas persiapan Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Palu dalam melayani penerbangan internasional.
Rapat koordinasi digelar di Ruang Polibu, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Selasa (16/9/2025).
Baca Lainnya :
- Fathur Razaq Anwar Terpilih Aklamasi Pimpin KONI Sulteng 2025–2029
- Antrean Panjang SKCK PPPK di Palu, Polisi Layani hingga 200 Pemohon Per Hari
- Joy Sailing TNI AL di Teluk Palu, Selaraskan Program Berani Tangkap Banyak dengan Asta Cita Presiden
- 60 Karya Jurnalis Dipamerkan di Palu, Angkat Semangat Bangkit dari Bencana
- Rasera Project: Aksi Siswa SMA 5 Palu Jadi Kritik Keras Pendidikan di Sulteng
Rapat dipimpin Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A. Lamadjido, dan diikuti perwakilan instansi terkait, termasuk Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin.
Kepala Kantor BLU UPBU Mutiara SIS Al-Jufri, Prasetiyohadi, dalam pemaparannya menjelaskan sejumlah rencana aksi yang harus segera diselesaikan sebelum bandara resmi membuka penerbangan luar negeri.
Salah satu poin utama adalah optimalisasi landasan pacu agar dapat melayani pesawat berbadan lebar jenis Airbus A330.
Untuk itu, dibutuhkan pembebasan lahan tambahan minimal 10 ribu meter persegi di sisi selatan bandara.
Dengan kondisi saat ini, bandara masih melayani pesawat narrow-body seperti Boeing 737 dan Airbus A320.
Namun, dengan jenis pesawat tersebut, layanan penerbangan internasional sudah dapat dibuka ke 28 negara.
Ia merinci, rute potensial yang bisa dijangkau antara lain Mesir, Yaman, Austria, Jerman, Turki, Inggris, Perancis, Spanyol, Australia, Timor Leste, Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, India, Malaysia, Amerika Serikat, Kenya, hingga Afrika Selatan.
Pemerintah Kota Palu menyatakan dukungannya terhadap rencana ini.
Kehadiran penerbangan internasional di Palu diyakini akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi, pariwisata, serta konektivitas global Sulawesi Tengah. (Rul/Nl)










